Arus Mudik Lebaran H-6: 23 Ribu Kendaraan Padati GT Cikampek Utama dari Jakarta
Jelang H-6 Lebaran, Gerbang Tol Cikampek Utama mencatat lonjakan signifikan arus mudik Lebaran dari Jakarta, dengan lebih dari 23 ribu kendaraan melintas pada Minggu siang, menunjukkan persiapan matang Jasa Marga.
Pada H-6 Lebaran, Minggu (15/3), Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama di Karawang, Jawa Barat, mencatat peningkatan volume kendaraan yang signifikan. Sebanyak 23.610 kendaraan dari arah Jakarta telah melintasi gerbang tol ini antara pukul 00.00 hingga 12.44 WIB.
Angka ini menunjukkan lonjakan yang cukup besar dibandingkan dengan periode yang sama pada H-7 Lebaran, Sabtu (14/3), yang hanya mencatat 20.665 kendaraan. Arus lalu lintas terpantau ramai lancar pada pukul 13.10 WIB, didominasi oleh kendaraan minibus, bus, dan truk sumbu dua.
PT Jasa Marga telah mengantisipasi lonjakan ini dengan membuka 19 gardu di GT Cikampek Utama, meningkat dari 15 gardu operasional biasa. Peningkatan jumlah gardu ini bertujuan untuk memperlancar pergerakan kendaraan yang mengarah ke timur Trans Jawa.
Lonjakan Volume Kendaraan Jelang Lebaran
Peningkatan volume kendaraan di GT Cikampek Utama telah terlihat sejak 11 Maret 2026, meskipun belum terlalu signifikan pada awalnya. Namun, data menunjukkan bahwa lonjakan semakin terasa mendekati hari raya Idulfitri.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasa Marga Trans Jawa Tol, Ria Marlinda Paalo, menyatakan bahwa perhitungan mereka menunjukkan sekitar 108 ribu kendaraan telah melewati GT Cikampek Utama dari arah Jakarta menuju timur Trans Jawa antara tanggal 11 hingga 13 Maret. Angka ini mengindikasikan adanya pergerakan mudik yang cukup tinggi jauh sebelum puncak arus.
Meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang cukup drastis, Ria menambahkan bahwa belum ada rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contra flow yang diterapkan. Hal ini karena lonjakan kendaraan masih dapat diantisipasi dengan baik oleh sistem yang ada.
Strategi Antisipasi di Gerbang Tol Cikampek Utama
Untuk menghadapi potensi kepadatan, PT Jasa Marga telah mengambil langkah proaktif dengan menambah jumlah gardu di GT Cikampek Utama. Dari yang biasanya 15 gardu, kini 19 gardu dioperasikan untuk melayani kendaraan dari Jakarta menuju Palimanan.
Pembukaan gardu tambahan ini difokuskan untuk melayani kendaraan yang bergerak ke arah timur Trans Jawa, memastikan kelancaran arus lalu lintas. Strategi ini terbukti efektif dalam mencegah penumpukan kendaraan di sejumlah gardu tol.
Ria Marlinda Paalo menegaskan bahwa pembukaan 19 gardu ini masih cukup untuk mengatasi peningkatan volume kendaraan saat ini. Belum adanya kebutuhan untuk rekayasa lalu lintas menandakan bahwa kapasitas gerbang tol masih memadai.
Pengaturan Lalu Lintas dan Pembatasan Kendaraan
Sebagai bagian dari pengaturan lalu lintas mudik Lebaran 2026, truk sumbu tiga telah dibatasi melintas sejak pukul 12.00 WIB pada H-6 Lebaran. Pembatasan ini berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) pengaturan lalu lintas mudik.
Tampak di lokasi, truk sumbu tiga sudah jarang terlihat setelah diberlakukannya pembatasan ini, yang berkontribusi pada kelancaran arus kendaraan. Sementara itu, dari arah Palimanan ke Jakarta, GT Cikampek Utama telah dilintasi 8.093 kendaraan, atau hampir sepertiga dari volume kendaraan arah sebaliknya.
Pengaturan ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di jalur mudik utama dan memastikan perjalanan pemudik lebih nyaman dan aman. Kepatuhan terhadap aturan pembatasan kendaraan berat menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik.
Sumber: AntaraNews