Alat Medis di Faskes Terdampak Bencana Sumatra, 412 Ambulans Rusak
Kemenkes telah memiliki daftar kebutuhan alat kesehatan di rumah sakit dan puskesmas terdampak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan terbuka menerima donasi alat kesehatan dari berbagai pihak untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan di wilayah Sumatra yang terdampak bencana.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin menyampaikan langkah ini ditempuh sembari menunggu pencairan anggaran rehabilitasi dari pemerintah. Budi menyebut, meski seluruh rumah sakit terdampak bencana di Sumatera telah kembali beroperasi, sejumlah layanan belum berjalan optimal akibat banyaknya alat medis yang rusak.
“Sekali lagi banyak alat yang rusak. Jadi rumah sakitnya beroperasi tapi belum 100 persen karena banyak alatnya rusak,” kata Budi dalam Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra di gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).
Anggaran Pengadaan Alkes
Budi menjelaskan, anggaran pengadaan alat kesehatan sebenarnya telah diajukan. Namun, dia menegaskan bahwa Kemenkes memilih tidak menunggu proses pencairan guna mempercepat pemulihan layanan.
“Sudah kita ajukan untuk anggarannya, tapi sambil menunggu, kita tidak mau menunggu, kita mencari donasi-donasi, masyarakat banyak sekali membantu, modal sosial rakyat Indonesia luar biasa,” jelas Budi.
Rincian Kebutuhan Alkes
Menurutnya, Kemenkes telah memiliki daftar kebutuhan alat kesehatan di rumah sakit dan puskesmas terdampak. Masyarakat dan lembaga yang ingin membantu dipersilakan menyalurkan donasi secara langsung.
“Karena kita sudah punya list rumah sakitnya dan list Puskesmas-nya, kami persilakan masyarakat langsung, yang penting kita catat,” kata Budi.
Budi merinci, kerusakan alat kesehatan juga terjadi pada sarana penunjang layanan darurat. Tercatat sebanyak 412 ambulans mengalami kerusakan akibat bencana.
“Misalnya rusak, 412 ambulans, kita minta bantuan direvisi, ada yang benar-benar tidak bisa diperbaiki 59, kita dapat donasi 33. Jadi sisanya tinggal 26,” ujar Budi.
Budi menekankan bahwa keterlibatan berbagai pihak, khususnya masyarakat dinilai sangat membantu percepatan pemulihan layanan kesehatan di daerah terdampak bencana.