Abdul Hakim Tercepat di IDH Urban 2025 Semarang, Unggul Tipis di Kelas Utama
M. Abdul Hakim berhasil menjuarai kelas utama Men Elite di kejuaraan 76 IDH Urban 2025 Seri 2 di Semarang. Simak detail persaingan ketatnya dan kunci kemenangannya!
Pebalap sepeda M. Abdul Hakim, yang akrab disapa Jambol, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai kelas utama Men Elite pada kejuaraan 76 Indonesian Downhill (IDH) Urban 2025 Seri 2.
Ajang balap sepeda downhill yang berlangsung di kawasan Tegalsari, Semarang, Jawa Tengah ini mempertemukan para downhiller terbaik dari berbagai tim. Kemenangan ini diraih Jambol setelah mencatatkan waktu tercepat dalam sesi final run yang penuh ketegangan.
Pada Minggu, 5 Oktober 2025, Abdul Hakim dari 76 Rider DH Squad sukses membukukan waktu 1 menit 27,866 detik, mengungguli pesaing-pesaingnya dengan selisih waktu yang sangat tipis. Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting bagi pebalap asal Jepara tersebut setelah hanya finis di posisi keempat pada seri sebelumnya.
Strategi Kemenangan Abdul Hakim di IDH Urban 2025
M. Abdul Hakim mengungkapkan bahwa capaiannya di 76 IDH Urban 2025 Seri 2 ini tidak didapat dengan mudah, mengingat kualitas teknik para downhiller di kelas Men Elite yang sama rata. Ia harus beradu cepat dan menunjukkan kemampuan terbaiknya di lintasan yang menantang.
"Alhamdulillah sangat senang untuk hasil dari seri 2 ini. Target saya memang ingin juara karena di seri 1 hanya berada di posisi empat," ujar Abdul Hakim, menunjukkan tekad kuatnya untuk meraih podium teratas.
Kunci keberhasilan Abdul Hakim terletak pada kemampuannya dalam mempelajari trek dengan sangat baik. Ia menekankan pentingnya akurasi saat masuk dan keluar tikungan, serta keberanian untuk melepas rem di bagian-bagian tertentu guna memaksimalkan kecepatan.
"'Speed' dan 'lane'-nya harus benar-benar pas, karena itu adalah kunci agar catatan waktunya bagus. Lalu berani mencoba melepas rem untuk 'section-section' kayak turunan tangga dan pohon rintangan," jelasnya, memberikan wawasan tentang strategi balapnya yang agresif namun terukur.
Lintasan Terbaik dan Persaingan Ketat
Abdul Hakim menilai lintasan 76 IDH Urban 2025 Seri 2 sebagai salah satu trek urban downhill terbaik yang pernah diikutinya tahun ini. Karakteristik trek yang lebar dengan kecepatan tinggi serta elevasi yang cukup, dilengkapi berbagai rintangan seperti big drop, table top, super bowl, double jump, single jump, turunan tangga, hingga lintasan sprint dan gang sempit, menjadikannya sangat menantang dan memacu adrenalin.
"Menurut saya trek ini adalah trek urban downhill terbaik dan mungkin bukan cuma saya yang mengakui itu, tapi teman-teman lain juga," katanya, menyoroti konsensus di antara para pebalap mengenai kualitas trek di Semarang.
Selain kelas Men Elite, persaingan ketat juga terjadi di kelas Men Junior. Dimas Aradhana dari 76 Rider DH Squad berhasil mempertahankan dominasinya dengan memimpin di posisi teratas. Ia mencatatkan waktu 1 menit 27,730 detik pada final run, lebih cepat dari sesi seeding run sebelumnya.
"Saya bersyukur bisa menjadi juara di Men Junior. Dan dari catatan waktu juga lebih cepat di final run ini ketimbang seeding run kemarin 1 menit 30,498 detik. Evaluasi yang saya lakukan dari hari sebelumnya adalah perbanyak pedalling section 5 meter dari sebelumnya," tutur Dimas, menjelaskan strateginya untuk meningkatkan performa.
Apresiasi Penyelenggara dan Hasil Lengkap
Kejuaraan 76 IDH Urban 2025 Seri 2 yang diselenggarakan pada 4-5 Oktober 2025 ini memperlombakan 12 kategori berbeda, mulai dari Men Elite, Men Junior, Women Open, Men Youth, hingga berbagai kelas Men Master E, D, C, B, A, dan Sport C, B, A.
Agnes Wuisan dari 76 Rider, selaku penyelenggara, menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat dan capaian ratusan downhiller yang berpartisipasi. Ia berharap kejuaraan ini dapat terus meningkatkan potensi dan prestasi atlet extreme sport, khususnya downhill, di tingkat nasional.
"Jalannya race 76 IDH Urban seri ini berlangsung sangat kompetitif. Para downhiller sudah berusaha keras mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan melewati berbagai obstacle yang ada," kata Agnes, menggarisbawahi intensitas persaingan.
- M. Abdul Hakim - 76 Rider DH Squad - 01:27,866
- Pandu Satrio Perkasa - Sego Anget Racing Team - 01:28,881
- Agung Prio Apriliano - D-One Factory - 01:28,882
- Hildan Afosma Katana - Spartan Racing Team - 01:28,883
- Pahraz Salman Alparisi - Ganas Madu Team - 01:28,884
- Dimas Aradhana - 76 Rider DH Squad - 01:27,730
- Ahmad Nasyua Ridhodin - Sego Anget Racing Team - 01:29,900
- Fajar Abdul Rahman - Spartan Racing Team - 01:31,459
- Nazwa Agazani - Ganas Madu Team - 01:32,040
- Muhammad Bagus Refansha - Jam Cycle Boistois - 01:32,041
Sumber: AntaraNews