RS Pusat Pertahanan Negara Kolaborasi Bareng Prof Deby Vinski, Ini Layanan Terbarunya
Sebagai rumah sakit modern, kata Markus, RSPPN dirancang untuk memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi anggota pertahanan negara dan masyarakat.
Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN) Panglima Besar Soedirman bekerja sama dengan Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking menyediakan layanan terapi sel punca (stem cell) dan penyimpanan tali pusat bayi baru lahir.
Kepala Rumah Sakit, Kolonel Ckm DR. dr. Markus Wibowo, Sp.OT., MARS mengungkapkan dengan adanya kolaborasi ini, pihaknya dan Celltech Stem Cell Centre Laboratory & Banking berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan layanan kesehatan regeneratif unggulan, sekaligus mendorong pengembangan health tourism dan menciptakan masyarakat yang lebih sehat demi ketahanan bangsa menuju Indonesia Emas.
Kolaborasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pelayanan terapi stem cell oleh Prof. dr. Deby Vinski, penelitian dan pengembangan sel punca, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan edukasi tenaga medis.
"Diharapkan, kerja sama ini dapat semakin mengembangkan teknologi sel punca dan memberikan manfaat luas bagi dunia medis di Indonesia," kata Markus.
Sebagai rumah sakit modern, kata Markus, RSPPN dirancang untuk memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi anggota pertahanan negara dan masyarakat umum.
"Dengan kolaborasi ini, teknologi sel punca dapat semakin dioptimalkan, dan pelayanan kesehatan berkualitas tinggi dapat kami berikan bagi anggota pertahanan negara serta masyarakat umum. Pasien tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar negeri karena seluruh terapi canggih ini kini tersedia di RSPPN," ujar Markus.
Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, yang juga menjabat sebagai Presiden World Council of Stem Cell, Geneva, Switzerland, mengaku antusias dengan kerja sama ini karena akan membuka peluang besar dalam melayani masyarakat yang membutuhkan terapi stem cell.
"Teknologi ini memiliki potensi luar biasa dalam meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujar Prof. dr. Deby Vinski, yang dikenal sebagai "The Queen of Stem Cell".
CEO Vinski Tower, dr. Natasha Vinski Borneo, MBA, juga menambahkan bahwa Celltech berkomitmen untuk mengadakan pelatihan sertifikasi internasional bagi 12 dokter spesialis dari RSPPN. Pelatihan ini akan memberikan sertifikasi kelas dunia dari World Council of Stem Cell, yang semakin meningkatkan kompetensi tenaga medis Indonesia dalam bidang terapi sel punca.
Penyimpanan Tali Pusat dan Masa Depan Teknologi Sel Punca
Salah satu aspek penting dalam pemanfaatan teknologi sel punca adalah penyimpanan tali pusat bayi saat lahir. Tali pusat mengandung sel punca yang dapat diproses dan digunakan untuk mengobati berbagai penyakit degeneratif, seperti diabetes, gangguan saraf, dan penyakit autoimun.
Dengan menyimpan tali pusat bayi di laboratorium terpercaya seperti Celltech, yang menggunakan metode Quantum Closed System, keluarga memiliki peluang besar untuk memanfaatkan terapi regeneratif di masa depan.
Celltech Stem Cell Centre merupakan pusat terapi stem cell terdepan di Indonesia, dengan laboratorium riset dan bank sel punca yang telah mendapatkan izin dari Kementerian Kesehatan serta sertifikasi GMP Internasional. Celltech berfokus pada pengembangan terapi regeneratif dan teknologi seluler yang tervalidasi.
Celltech telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra nasional dan internasional, termasuk RS POLRI, RS Kanker Dharmais, RS PON, RS KMC, RS UNHAS, dan UNHAN. Secara global, Celltech berkolaborasi dengan Swiss Biotech Switzerland, Institute Bioregulator Rusia, EFHRE International University Barcelona, Spanyol, Leonardo da Vinci Institute Torrevecchia Teatina, Chieti, Italy, serta University “Gabriele d'Annunzio” of Chieti Pescara, Italia.