Misteri Kursi di Tengah Panggung Krapyak Yogya, Ternyata Digunakan untuk Ini
Banyak orang bertanya-tanya untuk apa kursi itu digunakan.
Banyak orang bertanya-tanya untuk apa kursi itu digunakan.
Misteri Kursi di Tengah Panggung Krapyak Yogya, Ternyata Digunakan untuk Ini
Panggung Krapyak ialah salah satu bangunan yang masuk dalam garis imajiner kota Yogyakarta, Gunung Merapi, Tugu Jogja, Kraton Yogyakarta, Panggung Krapyak dan Laut Selatan.Panggung Krapyak terletak di bagian selatan Keraton Yogyakarta, bangunan bersejarah ini berbentuk ruangan menyerupai kubus. Panggung Krapyak dibangun sekitar tahun 1760 oleh Sri Sultan HB I.
Konon Krapyak adalah sebuah hutan yang menjadi habitat banyak satwa salah satunya rusa atau menjangan.
Di samping sejarahnya, Panggung Krapyak atau Kandang Menjangan merupakan bangunan yang terkenal angker.
Sebenarnya isi dari Panggung Krapyak hanya kosong belaka. Namun dalam beberapa bulan terakhir, terdapat sebuah kursi yang diletakkan persis di tengah-tengah bagian dalam bangunan itu.
Keberadaan kursi di tengah-tengah bangunan itu menyisakan misteri hingga kini. Banyak orang yang coba menerka-nerka kenapa kursi itu ada di sana."Tempat duduk nya sultan dulu itu," tulis akun Tiktok no name
"Supaya menarik orang yang bertanya-tanya," tulis akun Tiktok Dan
"Biar estetik min," tulis coffee_latte
"Itu teleport isekai," tulis nkso
"Itu buat benerin lampu," tulis kanjut.
Dilansir dari akun TikTok @akram.sp, Ratna, selaku Edukator Sumbu Filosofis Jogja, menjelaskan mengenai kursi misterius yang berada di dalam Panggung Krapyak.
Lalu seperti apa Jawabannya?
Ratna mengatakan bahwa kursi yang berada di tengah-tengah itu sebelumnya dibawa dari Keraton Yogyakarta. Biasanya kursi itu digunakan untuk "caos dhahar".
"Caos dhahar itu semacam doa-doa tapi menggunakan ubo rampe ya, atau orang-orang mengenal namanya sesaji."
"Tapi tidak ada ketentuan apakah harus diletakkan di tengah-tengah, atau diletakkan di depan kursi, atau bagaimana, sejauh ini saya belum menemukan sumber kaitannya dengan kursi ini bagaimana."
Begitulah penjelasan Ratna.
Ratna mengatakan kursi itu terakhir kali digunakan saat acara jumenengan dalem atau ulang tahun raja bertahta.
"Saat itu kursi ini diletakkan di letakkan sesaji di depannya," kata Ratna.