Buru Bandar 115 Kg Ganja dalam Drum, Polisi Jakarta Barat Bergerak ke Sumut

Sebelumnya, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap kurir ganja 115 kg berinisial PYP (25) dan pemesannya berinisial DK (26) di kawasan Depok, Jawa Barat, pada 16 Februari lalu. Keduanya menggunakan tiga drum besar berisi tanah untuk mengelabui petugas kepolisian saat mengirim narkotika itu.

Yan Muhardiansyah
Oleh Yan Muhardiansyah - Reporter
Buru Bandar 115 Kg Ganja dalam Drum, Polisi Jakarta Barat Bergerak ke Sumut
Ganja. ©2020 Merdeka.com

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat mengembangkan kasus pengiriman 115 Kg ganja ke kawasan Depok, Jawa Barat, pada pertengahan Februari lalu. Mereka memburu bandar narkotika itu hingga ke Sumatera Utara.

Dua tersangka kurir dan pemesan 115 Kg ganja itu telah diamankan di kawasan Depok, Jawa Barat, pada 16 Februari lalu, yaitu PYP dan DK.

"Jadi kami masih terus mengembangkan peredaran ganja 115 kilogram dan saya yang akan memimpin langsung pengembangan kasus ini," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar kepada Antara di Jakarta, Selasa (2/3).

Selama penyidikan berjalan, Ronaldo belum bisa membeberkan motif kedua tersangka mengirim ratusan kilogram ganja yang disisipkan ke dalam drum besar hingga tertangkap di Depok. Namun lulusan Akademi Kepolisian tahun 2003 itu menyampaikan bahwa pengiriman narkotika ke Pulau Jawa, khususnya Jakarta, menggunakan sejumlah modus untuk mengelabui petugas.

Dia menduga ada sindikat peredaran narkotika yang menyamarkan pengiriman ganja dalam berbagai bentuk, mulai dari ganja yang dimasukkan ke dalam mobil bak berisi durian, atau ke dalam kardus dodol dan lain-lain. "Pernah juga dimasukkan ke dalam keranjang buah kedondong dan yang kemarin itu dalam drum besar berisi tanah," jelas Ronaldo.

Sebelumnya, petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menangkap kurir ganja 115 kg berinisial PYP (25) dan pemesannya berinisial DK (26) di kawasan Depok, Jawa Barat, pada 16 Februari lalu. Keduanya menggunakan tiga drum besar berisi tanah untuk mengelabui petugas kepolisian saat mengirim narkotika itu.

Rekomendasi