Berusia 168 Tahun, Vihara Satya Budhi jadi Kelenteng Tertua di Kota Bandung
Vihara ini jadi salah satu bangunan cagar budaya di Kota Bandung.
Vihara ini jadi salah satu bangunan cagar budaya di Kota Bandung.
Berusia 168 Tahun, Vihara Satya Budhi jadi Kelenteng Tertua di Kota Bandung
Menurut data dari Pemerintah Kota Bandung, Vihara Satya Budhi yang terletak di Kecamatan Andir merupakan kelenteng tertua di kota kembang. Dahulu peresmiannya dilakukan pada tahun 1855.
Vihara ini memiliki desain bangunan yang megah dan masih dipertahankan sejak awal mula berdiri. Terdapat banyak ornamen khas kekaisaran Tiongkok dengan dominasi warna merah dan kuning.
Kemewahan desain dan pernak-pernik di bangunan sesuai dengan julukan vihara ini sebagai istana para dewa. Setiap perayaan hari besar termasuk Imlek, vihara ini selalu ramai dikunjungi oleh umat yang hendak ibadah.
Awalnya Bernama Hiap Thian Kong
Mengutip laman Pemkot Bandung, saat didirikan vihara ini memiliki nama Tiongkok, Hiap Thian Kong.
Namun seiring berjalannya waktu terjadi perubahan nama di tahun 1960-an. Kala itu terdapat kebijakan nasionalisasi, termasuk penamaan tempat ibadah vihara.
Hiap Thian Kong memiliki arti “istana para dewa yang indah” dan sesuai dengan megahnya vihara ini, serta ornamen dan patung yang terukir di sana.
Gambarkan Kebudayaan Tiongkok
Posisi Vihara Satya Budhi sangat strategis yakni di Jalan Kelenteng nomor 10 23A. Ketika melangkahkan kaki, patung para dewa langsung menyambut. Ukiran khas Tionghoa kuno juga begitu terasa di vihara ini.
Menjelang hari raya Imlek, lokasi ini semakin banyak didatangi oleh umat yang hendak beribadah. Di sini juga menjadi tempat berkumpul dan saling menjalin silaturahmi dari umat luar kota lainnya.
Ornamen dan simbol-simbol di Vihara Satya Budhi menggambarkan kebudayaan Tiongkok di masa silam.
Jadi Tempat Beribadah Tiga Agama
Setelah tahun 1960-an, Vihara Satya Budhi bisa digunakan untuk peribadatan tiga agama di Indonesia. Maka umat yang sering melakukan sembahyang di sini berasal dari agama Tao, Konghuchu dan Buddha.
Tempat beribadahnya terbagi di beberapa ruang, salah satunya terdapat sebuah patung Buddha besar berlapis emas sebagai tempat beribadah umat Buddha.
Vihara ini kemudian menjadi salah satu simbol toleransi yang ada di Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat.
Ajak Umat untuk Berbuat Jujur
Mengutip YouTube Alexandra da Silva, simbol kebaikan lainnya terdapat di halaman depan melalui patung Panglima Kuang Kong.
Tokoh ini diceritakan sebagai panglima yang jujur dan selalu menebar kebaikan.
Dia juga selalu menjalankan tugas dengan baik dan menjalankan misi-misi perdamaian kepada umat sehingga diangkat menjadi dewa di nirwana.
Menjadi Cagar Budaya
Saat ini bangunan Vihara Satya Budhi menjadi salah satu cagar budaya di Kota Bandung berstatus tipe A.
Tak hanya bangunan, pernak-pernik dan perabotan di sana juga merupakan peninggalan di masa silam.
Selain jadi tempat beribadah, lokasi ini sering didatangi komunitas pencinta sejarah karena kisah di masa lalu yang menarik.
Saat ini Satya Budhi terletak di kawasan yang termasuk pecinan di Kota Bandung, dan bersebelahan dengan dua vihara lainnya yakni Samudra Bhakti dan Buddhagaya.