Dua pesawat penumpang nyaris bertabrakan di Bandara Sydney pada Minggu (9/8/2026). Insiden ini melukai seorang awak kabin dan mengganggu operasional di bandara tersibuk di negara itu. Seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (10/8/2026).
Peristiwa terjadi pada Minggu pagi ketika Airbus A320 milik Jetstar yang tengah taxi untuk penerbangan ke Gold Coast melakukan pengereman mendadak guna menghindari konflik dengan Boeing 777 Qatar Airways yang sedang ditarik di taxiway berpotongan.
Kedua pesawat berhenti tiba-tiba. Akibatnya, seorang awak kabin di dalam A320 mengalami cedera, sementara sambungan antara roda depan B777 dan kendaraan penarik dilaporkan rusak.
Advertisement
Kronologi di Taxiway: Jetstar A320 vs Qatar Airways B777
Biro Keselamatan Transportasi Australia (Australian Transport Safety Bureau/ATSB) menyebut Airbus A320 Jetstar sedang melakukan taxi untuk lepas landas menuju Gold Coast ketika awak melihat Boeing 777 Qatar Airways ditarik menggunakan kendaraan penarik di jalur yang berpotongan.
Untuk menghindari potensi tabrakan, pilot Jetstar melakukan pengereman keras. Boeing 777 yang ditarik juga berhenti mendadak sehingga kedua pesawat berhenti di titik yang saling berdekatan di area taxiway.
Insiden berlangsung pada Minggu pagi. Selain menyebabkan cedera pada awak kabin Jetstar, pemeriksaan awal menemukan kerusakan pada sambungan antara roda depan B777 dan kendaraan penarik.
ATSB tengah mengumpulkan data dari kedua pesawat serta pengatur lalu lintas udara (air traffic control) sebagai bagian dari investigasi.
Para penyelidik juga mewawancarai awak pesawat serta operator kendaraan penarik untuk menelusuri kronologi teknis dan faktor pemicu insiden nyaris tabrakan tersebut.
Regulator meminta saksi yang berada di bandara menyerahkan rekaman video yang memuat detik-detik kejadian untuk membantu proses peninjauan.
Advertisement
Dugaan Awal
Juru bicara Jetstar menyampaikan pesawat mereka sudah mengikuti instruksi pengatur lalu lintas udara ketika pilot terpaksa melakukan pengereman kuat setelah pesawat lain berada dalam jarak dekat. Sementara Qatar Airways belum memberikan tanggapan.
Namun informasi awal menunjukkan kendaraan penarik yang membawa pesawat Qatar Airways kemungkinan tidak mengikuti instruksi pengatur lalu lintas udara.
Airservices Australia menyatakan sejumlah penerbangan di Bandara Sydney mengalami keterlambatan menyusul insiden ini.
Badan federal yang bertanggung jawab atas pengelolaan lalu lintas udara tersebut menerapkan pengaturan jarak keberangkatan (departure spacing) untuk mengelola permintaan pesawat yang datang maupun berangkat dengan aman.
Airservices Australia menolak mengomentari penyebab insiden karena kasus masih dalam peninjauan. Sehari sebelumnya, Bandara Sydney juga mengalami keterlambatan secara luas, ketika strategi serupa diterapkan akibat apa yang disebut sebagai kendala penjadwalan (roster constraints) bagi pengatur lalu lintas udara.