Trump Sambut Xi di Pangkalan Militer AS, Ini Agenda dan Langkah Dagangnya

Trump menyambut Xi di Joint Base Andrews. AS–China memperpanjang 'Kesepakatan Busan' dan menyiapkan pembicaraan soal perdagangan, Taiwan, hingga AI.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Trump Sambut Xi di Pangkalan Militer AS, Ini Agenda dan Langkah Dagangnya
Presiden AS Donald Trump menyambut Presiden China Xi Jinping di Joint Base Andrews, AS. (AP Photo/Alex Brandon)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut langsung Presiden China Xi Jinping di Joint Base Andrews, di luar Washington, DC, untuk kunjungan tiga hari. Pertemuan puncak keduanya akan membahas isu perdagangan, Taiwan, hingga kecerdasan buatan (AI), dikutip dari Al Jazeera, Kamis (24/9/2026).

Kehadiran Trump di landasan menjadi momen langka. Menurut media AS, ini kali pertama dalam 11 tahun seorang presiden AS menyongsong pemimpin asing di pangkalan militer tersebut. Upacara penyambutan menampilkan jabat tangan Trump dan Xi bersama istri masing-masing, perbincangan singkat, serta sesi foto. Acara turut diiringi band militer, dentuman meriam, dan flypast pesawat pembom B-1.

Kedatangan Xi berlangsung tidak lama setelah pemerintahan Trump mengumumkan perpanjangan kesepakatan perdagangan selama 11 bulan yang memberi keringanan sementara dari tarif tinggi. Dalam pernyataan tertulis, Xi menyebut China dan AS seharusnya menjadi mitra, bukan rival. Menurut Xinhua, ia menilai kebangkitan besar bangsa China dan upaya membuat Amerika kembali hebat dapat berjalan beriringan, saling melengkapi, dan membawa manfaat bagi dunia.

Selama di Washington, Xi dijadwalkan menghadiri jamuan makan kenegaraan bersama para pemimpin industri teknologi AS, mengikuti upacara militer di Gedung Putih, serta mengunjungi National Archives yang menyimpan dokumen bersejarah seperti Konstitusi AS dan Deklarasi Kemerdekaan. Para analis memperkirakan agenda pembahasan juga menyentuh perang AS–Israel terhadap Iran, selain perdagangan, AI, dan relasi dengan Taiwan. China mengklaim Taiwan sebagai bagiannya, sementara pulau itu memiliki pemerintahan sendiri.

Kunjungan ini menyusul lawatan Trump ke Beijing pada Mei. Di sisi lain, Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada Fox News pada Rabu bahwa ia telah bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng untuk menjajaki peluang tercapainya kesepakatan yang lebih besar, bukan sekadar rangkaian kesepakatan kecil. "Kami telah sepakat hari ini untuk memperpanjang apa yang kami sebut Kesepakatan Busan," kata Bessent. Kesepakatan yang tadinya berakhir 10 November kini diperpanjang sampai 10 Januari, menurut Bessent.

Analis Nilai Momen Trump–Xi Langka

Yun Sun, peneliti senior sekaligus Direktur China Program di Stimson Center, menilai perpanjangan jangka pendek itu mengindikasikan kedua negara tengah menyiapkan kesepakatan yang lebih luas. "Kedua pihak memang memiliki ruang negosiasi yang lebih besar dalam kesepakatan perdagangan mereka dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk membahas hal-hal teknis," kata Sun kepada Al Jazeera. Ia menambahkan, gencatan tarif tersebut diperkirakan tetap berlaku bahkan sebelum kunjungan Xi dimulai.

Sun menyebut kunjungan Xi ke AS sebagai sesuatu yang "belum pernah terjadi" karena tidak ada preseden pemimpin tertinggi kedua negara saling berkunjung dalam tahun yang sama. Ia juga menyebut stabilisasi hubungan sebagai perkembangan menonjol, mengingat 12 bulan sebelumnya kedua pihak masih meningkatkan tarif dan kontrol ekspor satu sama lain.

Terkait Taiwan, Sun menilai tujuan utama Beijing kemungkinan mencegah atau menunda paket penjualan senjata senilai US$14 miliar yang disetujui Kongres AS pada awal tahun, namun belum dilanjutkan oleh pemerintahan Trump. Sementara pada isu AI, ia memperkirakan potensi kemajuan terbesar, termasuk kesepakatan mekanisme untuk mengelola dialog. "Kami tahu bahwa AS telah mengusulkan mekanisme hotline untuk saling memberi tahu ketika terdapat risiko keamanan signifikan terkait AI yang terjadi di masing-masing negara," ujarnya. "Kita harus melihat apakah kedua pemimpin mampu mencapai kemajuan dalam isu penting ini," kata Sun.

Rekomendasi