Zelenskyy di PBB: Rusia Rekrut Pejuang dari 47 Negara, Ukraina Minta Pendapatan Moskow Ditekan

Di Sidang Umum PBB, Zelenskyy menuding Rusia merekrut pejuang dari 47 negara dan menyerukan tekanan ekonomi. Ia juga menyinggung Korea Utara.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Zelenskyy di PBB: Rusia Rekrut Pejuang dari 47 Negara, Ukraina Minta Pendapatan Moskow Ditekan
<p>Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy selama wawancara dengan FOX News Channel di Washington, Jumat (28/2/2025). (Dok.  AP/Jose Luis Magana)</p>

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menuduh Rusia merekrut pejuang dari 47 negara untuk turut bertempur melawan Ukraina. Ia menyampaikan seruan agar tekanan internasional terhadap Moskow terus dijaga, termasuk menargetkan sumber pendapatan Rusia dari perdagangan yang dinilai membantu memperpanjang perang. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengutip Euronews, Kamis (24/9/2026).

Zelenskyy menyebut warga dari sejumlah negara, termasuk Ghana, Nepal, dan India, telah ikut bertempur dalam konflik tersebut. Ia juga meminta agar tekanan terhadap Rusia tidak dikendurkan.

 

Dalam pidatonya, Zelenskyy melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Putin selalu mencari seseorang yang dapat membantunya membunuh lebih banyak, membunuh lebih banyak orang untuk setiap kilometer wilayah, merebut lebih banyak wilayah dan mengambil alih negara lain, alih-alih sekadar berhenti dan menjalankan negaranya sendiri,” kata Zelenskyy.

Ia turut menyoroti kedekatan militer Rusia dengan Korea Utara. Menurut Zelenskyy, dua tentara Korea Utara yang ditangkap saat bertempur melawan Ukraina baru-baru ini telah dikirim ke Korea Selatan.

Di sisi lain, Rusia menyatakan tetap terbuka untuk perundingan, namun menolak penghentian perang secara sederhana. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pada Rabu bahwa gencatan senjata tanpa penyelesaian yang lebih luas hanya akan memberi kesempatan bagi Ukraina dan sekutunya untuk kembali mempersenjatai diri.

Zelenskyy mempertanyakan kesediaan Moskow untuk mengakhiri perang. Ia juga mengingatkan warga Ukraina untuk bersiap menghadapi musim dingin yang kembali sulit, sambil mengisyaratkan bahwa Rusia dapat menghadapi serangan Ukraina lebih lanjut terhadap infrastruktur pemanas dan energinya sebagai respons atas serangan Moskow terhadap Ukraina.

“Warga Ukraina memahami bahwa musim dingin ini bisa sangat berat bagi kami, tetapi sebagai respons, kami tidak punya pilihan selain membuat Rusia merasakan sakit juga,” ujarnya.

Zelenskyy Soroti Serangan Drone ke Ukraina

Serangan drone menjadi salah satu sorotan utama Zelenskyy. Ia menuding Rusia telah menggunakan 63.000 drone serang dari berbagai jenis untuk menyerang Ukraina sepanjang tahun ini.

Di saat yang sama, Zelenskyy menekankan peran Ukraina dalam pengembangan teknologi drone. Kyiv disebut telah menandatangani kesepakatan drone dengan Finlandia, perjanjian keamanan yang melibatkan drone dengan Australia, dan tengah mempersiapkan kesepakatan lebih lanjut dengan Kanada.

Perang terus diwarnai serangan drone dan rudal dalam skala besar dari kedua pihak. Serangan Rusia menghantam Kyiv dan Zaporizhzhia pada Rabu, sementara pihak Rusia menyebut sistem pertahanan udaranya telah mencegat lebih dari 500 drone Ukraina.

Sebelum menyampaikan pidatonya, Zelenskyy mengunggah pernyataan di X mengenai serangan drone Rusia terhadap Kyiv.

“Hingga saat ini, dua orang dilaporkan tewas dan 24 lainnya terluka. Belasungkawa saya kepada keluarga dan orang-orang terkasih mereka. Serangan juga terjadi di kota-kota dan komunitas di delapan wilayah,” tulis Zelenskyy.

Otoritas setempat kemudian merevisi jumlah korban luka menjadi lebih dari 40 orang.

Di sela-sela Sidang Umum PBB, Zelenskyy bertemu dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, Trump kembali menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang pada akhirnya dapat dicapai.

Rekomendasi