Arkeolog Temukan Makam dan Sarkofagus di Bawah Gereja Tua dari Abad Keenam, Kuburan Kaum Elit dan Bangsawan Romawi

Gereja ini dibangun pada abad ke-12 dan ternyata berada di atas makam kuno.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Arkeolog Temukan Makam dan Sarkofagus di Bawah Gereja Tua dari Abad Keenam, Kuburan Kaum Elit dan Bangsawan Romawi
Makam yang ditemukan di bawah gereja abad ke-12 di Prancis. (Clarisse Couderc / Inrap)

Para arkeolog di Prancis menemukan makam Merovingian dan sarkofagus Romawi di bawah Gereja Saint-Philibert di Dijon. Gereja ini dibangun pada abad ke-12 dan ternyata dibangun di atas lapisan bangunan tempat suci dan pemakaman yang berasal dari Zaman Kuno Akhir dan Abad Pertengahan Awal.

Penemuan ini juga memberikan pencerahan baru tentang sejarah berusia berabad-abad situs tersebut, seperti dikutip dari Greek Reporter, Jumat (20/12).

Pada tahun 1920-an, para arkeolog menemukan reruntuhan gereja abad ke-11 di bawah Saint-Philibert. Di sekitarnya terdapat pemakaman dari periode yang sama. Di bawah lapisan ini, dinding yang dibangun menggunakan opus spicatum – gaya bata khas Abad Pertengahan Awal – menunjukkan keberadaan gereja yang bahkan lebih tua, kemungkinan berasal dari abad ke-10.

Dalam penggalian baru-baru ini, ditemukan serangkaian peti mati batu atau sarkofagus, berasal dari periode Merovingian (abad ke-6 hingga ke-8). Sarkofagus ini ditempatkan di atas kuburan yang lebih tua dari masa akhir Kekaisaran Romawi.

Salah satu sarkofagus Romawi ini memiliki tutup berukir yang langka, yang menunjukkan bahwa orang-orang berstatus tinggi dikuburkan di sana. Temuan ini menunjukkan situs tersebut berfungsi sebagai kuburan elit selama berabad-abad.

Arkeolog Temukan Makam dan Sarkofagus di Bawah Gereja Tua dari Abad Keenam, Kuburan Kaum Elit dan Bangsawan Romawi
Makam yang ditemukan di bawah gereja abad ke-12 di Prancis. Clarisse Couderc / Inrap

Halaman gereja telah digunakan untuk pemakaman selama beberapa generasi. Penggalian di bagian tengah menemukan peti mati kayu yang berasal dari abad ke-14 hingga ke-18.

Jenazah yang sebagian besar sudah dewasa, dikuburkan menghadap timur ke barat, dibungkus kain kafan sederhana. Persembahan kecil, seperti koin dan rosario, ditemukan di samping beberapa kerangka.

Di transept, para arkeolog menemukan osuarium abad ke-15 atau ke-16 — tempat penyimpanan tulang-tulang tua. Praktik ini memungkinkan dilakukannya penguburan baru dengan menata ulang jenazah lama. Selain itu, kuburan lempengan batu dari abad ke-11 hingga ke-13 menghubungkan situs tersebut dengan komunitas Kristen awal sebelum gereja Romawi saat ini.

Rekomendasi