Ilmuwan Temukan Spesies Baru Hiu Hantu, Ikan Langka Tanpa Sisik dan Bermoncong Sangat Panjang
Ikan ini sulit dikenali dan diteliti karena hidup di kedalaman 2.600 meter.
Ilmuwan Selandia Baru menemukan spesies baru "hiu hantu" - sejenis ikan langka yang sangat sulit dikenali karena hidup di kedalaman Samudera Pasifik.
Ikan ini juga dikenal sebagai spookfish atau chimera, hiu hantu yang berkerabat dekat dengan hiu dan pari. Hiu hantu tidak memiliki sisik dan seluruh kerangkanya terbuat dari tulang rawan.
Salah satu ilmuwan yang menemukan Spookfish Hidung Sempit Australasia, Dr Brit Finucci mengatakan temuan spesies baru ini "menarik".
"Habitatnya membuat mereka sulit dipelajari dan dipantau, artinya kita tidak tahu banyak tentang biologi atau status ancamannya," jelasnya, dikutip dari BBC, Rabu (25/9).
Dr Finucci dan peneliti lain dari Institut Nasional Penelitian Air dan Atmosfer Selandia Baru (NIWA) menemukan ikan ini di area dasar laut yang dikenal dengan Chatham Rise, terletak di sebelah timur Selandia Baru.
Hiu hantu biasanya hidup di kedalaman 2.600 meter.
Dr Finucci mengatakan spesies ini menonjol karena moncongnya yang sangat panjang, yang bisa mencapai setengah panjang tubuhnya.
Persembahan Untuk Nenek
Dia memberi ikan baru itu nama ilmiah Harriota avia. Avia berarti "nenek" dalam bahasa Latin. Finucci mengatakan nama ini dia dedikasikan untuk neneknya.
“Karena dia dengan bangga mendukung saya menjalani karir saya sebagai ilmuwan,” jelas Dr Finucci.
“Chimaera juga merupakan kerabat kuno ikan - nenek dan kakek – dan menurut saya nama itu sangat cocok.”
Spookfish awalnya dianggap sebagai bagian dari spesies yang ditemukan di seluruh dunia. Namun, penelitian kemudian mengungkapkan bahwa secara genetik mereka berbeda dengan sepupunya dan hanya hidup di perairan Australia dan Selandia Baru.
Menurut para ilmuwan, temuan ini sangat penting karena mempelajari lebih banyak soal bagaimana spesies ini hidup dapat membantu para ahli menemukan cara terbaik untuk melindungi ikan ini.