FOTO: Ketegangan Perbatasan Thailand–Kamboja Memanas, Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Ketegangan di perbatasan Thailand–Kamboja kembali memuncak, memaksa ratusan ribu warga mengungsi di tengah pertempuran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda
Pertempuran baru kembali pecah di perbatasan Thailand dan Kamboja pada Rabu, memperburuk krisis kemanusiaan yang telah memaksa ratusan ribu warga mengungsi ke berbagai tempat penampungan sementara. Hingga kini, tidak ada tanda-tanda bahwa konflik bersenjata tersebut akan mereda.
Di sisi perbatasan Thailand, suara tembakan tidak langsung kembali terdengar sepanjang hari. Situasi tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran di antara warga dan petugas yang berada di wilayah evakuasi.
Militer Thailand melaporkan sekitar 400.000 penduduk telah dipindahkan dari area terdampak. Lebih dari 700 sekolah di empat provinsi perbatasan menghentikan kegiatan belajar mengajar sementara waktu. Dari pihak Kamboja, lebih dari 127.000 warga desa terpaksa meninggalkan rumah mereka dan ratusan sekolah turut ditutup.
Korban jiwa juga terus bertambah. Thailand menyebut lima tentaranya tewas dan puluhan lainnya terluka sejak awal pekan. Kamboja melaporkan tujuh warga sipil meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Upaya menuju penyelesaian konflik masih jauh dari harapan. Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menegaskan komitmen untuk melanjutkan operasi militer, sementara Ketua Senat Kamboja, Hun Sen, menyatakan kesiapan negaranya menghadapi tekanan apa pun.
Ketegangan terbaru ini mengikuti bentrokan pada Minggu lalu yang melukai dua tentara Thailand dan membatalkan gencatan senjata yang sebelumnya diberlakukan. Pada Juli, kedua negara sempat menyepakati penghentian tembakan setelah pertempuran lima hari terkait sengketa wilayah menewaskan puluhan orang dan memaksa evakuasi besar-besaran. Kesepakatan tersebut tercapai melalui mediasi Malaysia dan tekanan internasional.