Warga berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka setelah bentrokan kembali pecah di perbatasan Kamboja–Thailand, tepatnya di Provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, pada Senin (9/12/2025).
Thailand meluncurkan serangan udara pada 8 Desember 2025 setelah seorang tentaranya tewas dalam insiden yang terjadi di wilayah perbatasan Ubon Ratchathani. Militer Thailand menyebut langkah itu sebagai upaya menekan serangan dari pihak Kamboja yang dituduh lebih dulu melepaskan tembakan. Sementara itu, pemerintah Kamboja membantah tuduhan tersebut dan menyatakan tidak melakukan serangan seperti yang dituduhkan Bangkok.
Ketegangan ini menambah daftar panjang konflik di kawasan perbatasan yang selama bertahun-tahun menjadi sengketa. Bentrokan terbaru mengakibatkan seorang tentara Thailand tewas dan tiga warga sipil Kamboja terluka. Situasi memaksa warga meninggalkan rumah mereka karena khawatir pertempuran akan meluas.
Pecahnya kekerasan ini menjadi yang pertama sejak gencatan senjata diberlakukan usai bentrokan lima hari pada Juli lalu. Saat itu, sedikitnya 48 orang tewas dan sekitar 300.000 warga terpaksa mengungsi sementara sebelum kondisi mereda.
Gencatan senjata sebelumnya difasilitasi oleh Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang juga menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian lanjutan antara kedua negara di Kuala Lumpur pada Oktober lalu. Namun, insiden terbaru ini menunjukkan bahwa stabilitas di perbatasan kedua negara masih rapuh dan berpotensi kembali memanas.