Dahsyatnya Topan Super Ragasa Melanda Hong Kong, Rusak Pintu Kaca dan Lobi Hotel Terendam Banjir
Ketinggian air tampak mencapai lutut pria tersebut, sementara staf hotel berusaha mengingatkan pengunjung untuk segera meninggalkan lobi.
Gelombang yang ditimbulkan oleh Topan Super Ragasa telah merusak pintu kaca sebuah hotel yang terletak di tepi pantai Ocean Park, Hong Kong, dan menyebabkan banjir di lobi hotel tersebut. Di saat yang sama, angin kencang menerjang kota, mengakibatkan pohon-pohon tumbang dan garis pantai terendam air.
Menurut laporan dari HKFP pada Rabu (24/9), sebuah video yang viral menunjukkan seorang pria terbawa arus banjir yang memasuki lobi Hotel Fullerton Ocean Park Hong Kong. Ketinggian air tampak mencapai lutut pria tersebut, sementara staf hotel berusaha mengingatkan pengunjung untuk segera meninggalkan lobi.
Menanggapi pertanyaan dari outlet yang bersangkutan, pihak hotel mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa.
"Tidak ada laporan cedera. Kami telah mengerahkan sumber daya tambahan dan melakukan segala yang kami bisa untuk mengurangi dampak topan dahsyat ini demi menjaga keselamatan dan kesejahteraan tamu kami."
Topan yang sangat kuat tersebut mencapai kecepatan angin badai, sehingga mendorong Observatorium Hong Kong (HKO) untuk mengeluarkan peringatan tertinggi, yaitu sinyal T10, pada Rabu, pukul 2.40 dini hari. Peringatan ini dikeluarkan hanya satu jam setelah mereka meningkatkan sinyal menjadi T9.
Kekuatan Berkurang
HKO telah menurunkan sinyal ke T8 pada Rabu, pukul 13.20 waktu setempat, seiring dengan pergerakan Topan Super Ragasa yang perlahan menjauh dari kota. Keadaan ekstrem ini mengakibatkan peningkatan permukaan laut yang signifikan serta banjir di sepanjang pesisir timur pada dini hari Rabu.
Daerah seperti Heng Fa Chuen sangat terkena dampaknya, di mana ombak mencapai ketinggian tiang lampu di tepi pantai. Banjir melanda halaman perumahan dan jalan-jalan pada pagi hari, seperti yang dilaporkan di media sosial.
Kawasan tepi laut di Siu Sai Wan, yang terletak sekitar 10 menit berkendara dari Heng Fa Chuen, juga mengalami genangan air pada Rabu pagi. Topan ini telah menimbulkan kerusakan di seluruh kota, dengan otoritas Hong Kong mencatat 350 laporan pohon tumbang hingga Rabu pagi pukul 09.00, menurut pernyataan resmi pemerintah.
Situasi ini menunjukkan dampak besar yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem, dan banyak warga yang harus menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda wilayah mereka.
Buka 50 Tempat Penampungan
Sebuah laporan mengenai tanah longsor telah diajukan kepada Departemen Teknik Sipil dan Pembangunan Hong Kong. Sementara itu, Departemen Layanan Drainase setempat telah menerima sebanyak 12 laporan terkait banjir. Menurut Otoritas Rumah Sakit setempat, 56 orang mengalami luka-luka akibat topan dan mendapatkan perawatan di Unit Gawat Darurat.
Di sisi lain, Departemen Dalam Negeri Hong Kong telah membuka 50 tempat penampungan sementara di berbagai distrik, di mana 791 orang mencari perlindungan dari cuaca buruk ini.
Di Sham Tseng, salah satu daerah pesisir, terlihat bahwa bagian dari fasad blok perumahan di kawasan Bellagio hancur akibat terjangan topan. Selain itu, beberapa pohon tumbang selama badai di Oi Man Estate, yang merupakan perumahan umum di Ho Man Tin, serta di dekat Prime View Garden di Tuen Mun dan di Kowloon Tong.
Otoritas Bandara Hong Kong juga menginformasikan bahwa beberapa penerbangan yang masuk akan dilanjutkan setelah tengah malam, seperti yang dilaporkan oleh SCMP.
Berada Jauh dari Hong Kong
Pemerintah Hong Kong dilaporkan tidak akan menetapkan 'kondisi ekstrem; di seluruh wilayah kota untuk menghentikan kegiatan belajar dan sekolah pada Kamis, 25 September 2025. Hal ini disebabkan oleh penilaian para pejabat yang menyatakan bahwa dampak badai terhadap masyarakat cukup terkendali.
Menurut sumber yang terpercaya, penurunan sinyal ke No. 3 pada Rabu malam memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk melakukan pekerjaan pemulihan, seperti membersihkan pohon yang tumbang dan memperbaiki jalan yang rusak.
Pengaturan mengenai kondisi ekstrem ini mulai diperkenalkan setelah Topan Super Mangkhut melanda Hong Kong pada tahun 2018, yang menyebabkan kerusakan parah dan kekacauan dalam transportasi ketika masyarakat kembali beraktivitas setelah sinyal peringatan dicabut.
HKO (Hong Kong Observatory) menyatakan bahwa mereka akan mengeluarkan sinyal No. 3 pada pukul 20.20 saat Ragasa mendarat di Yangjiang, Guangdong, dan mulai menjauh dari Hong Kong. Namun, mereka juga memperingatkan bahwa angin kencang dari arah tenggara masih dapat memengaruhi sebagian wilayah kota.