China Ancam AS: Jika Ikut Perang dengan Israel, Negara Kuat Lain Akan Gabung dengan Iran
Serangan Israel ke Iran pada Jumat (13/6) dinilai sebagai agresi dan Iran berhak membalas.
Mantan diplomat dan akademisi China, Dr. Victor Gao memperingatkan Amerika Serikat (AS) jangan ikut bergabung dengan Israel dalam perang melawan Iran. Karena menurutnya, jika AS bergabung dengan Israel, maka negara-negara kuat lainnya akan bergabung dengan Iran.
Hal ini disampaikan Gao dalam wawancaranya dengan Al Arabiya TV.
"Kalau Amerika ingin bergabung dengan Israel menjadi agresor melawan Iran, sejarah akhirnya memiliki keputusannya sendiri. Jika negara lain ingin bergabung dalam pertempuran berpihak ke Israel, saya mendesak mereka agar berhenti sekarang juga," cetusnya.
Dia mengatakan, jika AS dan negara lain bergabung dengan Israel melawan Iran, negara-negara besar lainnya akan mendukung Iran. Karena, lanjutnya, serangan Israel ke Iran merupakan sebuah agresi.
"Siapa pun, negara mana pun, jika diserang, memiliki justifikasi hukum untuk melawan balik," tegasnya.
Wakil Presiden Pusat China dan Globalisasi ini juga mengecam agresi Israel ke Iran.
“China benar-benar menyesalkan serangan militer Israel terhadap fasilitas nuklir di dalam Iran dan menganggapnya sebagai pelanggaran yang sangat serius terhadap perdamaian dan keamanan dunia,” kata Gao, dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (21/6).
Ia menepis klaim Israel yang menyatakan serangannya merupakan aksi pembelaan diri secara preemptif, dan menyebutnya sebagai “kemunafikan tingkat tinggi” mengingat Israel sendiri memiliki persenjataan nuklir yang dikembangkan diam-diam.
“Sangatlah munafik bagi negara seperti Israel, yang melanggar konvensi internasional dalam kepemilikan senjata nuklir, untuk menuduh negara lain mencoba memiliki senjata nuklir,” katanya.
China, tegasnya, memandang Iran sebagai negara berdaulat dengan hak penuh untuk mempertahankan wilayahnya.
“Apa pun yang dilakukan Iran dapat dibenarkan, karena mereka mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah mereka sendiri,” katanya.
“Mereka melawan para agresor.”
Dia juga mengecam ancaman Presiden AS Donald Trump yang mengatakan tahu keberadaan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
"Menurut saya pembunuhan kepala negara atau kepala pemerintahan bukan hal tepat di dunia hari ini. Pembunuhan bisa menjadi bumerang dan akan menghantuimu," tegasnya.