Bunga Bangkai Ini Akan mekar Untuk Pertama Kali Setelah 15 Tahun, Ribuan Orang Menonton
Bunga bangkai ini juga tumbuh di hutan hujan yang ada di Pulau Sumatera.
Sebuah bunga bangkai raksasa, yang terkenal karena aromanya yang menyengat seperti "kaus kaki basah, makanan kucing yang hangat, atau bangkai posum yang membusuk," kini menjadi sorotan di Royal Botanic Gardens Sydney. Dikenal dengan nama "Putricia," bunga ini menarik perhatian ribuan orang yang menonton siaran langsung menjelang mekarnya.
Menurut BBC pada Kamis (23/1), bunga yang memiliki nama ilmiah Amorphophallus titanum atau titan arum ini hanya mekar sekali dalam beberapa tahun dan bertahan selama 24 jam. Ketika mekar, Putricia akan memamerkan kelopak berwarna merah marun atau merah tua yang mengelilingi bagian tengah yang disebut spadix. Bunga bangkai raksasa ini berasal dari hutan hujan di Sumatera, Indonesia, di mana ia dikenal sebagai "bunga bangkai" karena baunya yang mirip dengan daging busuk.
Tanaman ini memiliki struktur bunga terbesar di dunia, dapat tumbuh hingga setinggi 3 meter dan memiliki berat mencapai 150 kilogram. Sayangnya, bunga ini termasuk dalam kategori langka dan terancam punah akibat deforestasi serta degradasi lahan. Putricia adalah salah satu dari beberapa titan arum yang dirawat di Royal Botanic Gardens Sydney, dan mekarnya bunga ini merupakan momen yang sangat langka, mengingat bunga bangkai terakhir kali mekar di taman ini adalah 15 tahun yang lalu.
Namun, Australia telah menyaksikan beberapa mekarnya bunga bangkai lainnya di Melbourne dan Adelaide dalam beberapa tahun terakhir, yang selalu berhasil menarik ribuan pengunjung. Keberadaan bunga ini di Sydney memberikan kesempatan langka bagi para pencinta alam dan pengunjung untuk menyaksikan keindahan serta keunikan dari bunga bangkai raksasa.
Masyarakat Antusias
Siaran langsung mekarnya bunga ini telah berhasil membentuk komunitas yang unik dengan berbagai komentar lucu dan akronim khas seperti "WWTF" (We Watch The Flower) dan "WDNRP" (We Do Not Rush Putricia). Salah satu komentar yang paling banyak dibicarakan adalah, "Ini adalah pertunjukan burlesque paling lambat yang pernah ada."
Meskipun waktu mekarnya sulit diprediksi, ribuan penonton tetap setia menantikan momen tersebut.
"Saya kembali untuk melihat bagaimana Putricia, dan dia masih membutuhkan waktu, seperti ratu sejati," tulis salah satu penonton yang antusias.
Bunga bangkai tidak hanya menarik perhatian karena keunikannya, tetapi juga berfungsi sebagai simbol penting untuk meningkatkan kesadaran mengenai pelestarian lingkungan. Mekarnya bunga ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan hujan tropis Sumatra, yang merupakan habitat asli bagi bunga bangkai. Dengan begitu, bunga ini tidak hanya menjadi objek tontonan, tetapi juga mewakili upaya pelestarian alam yang sangat diperlukan saat ini.