Bombardir Wilayah Iran, AS Disebut Ingin Bunuh Pilot Kedua yang Jatuh dan Belum Ditemukan
Pasukan Garda Revolusi Iran mengumumkan mereka menembak jatuh jet tempur AS yang kemudian diketahui adalah F-15.
Tasnim News Agency, mengutip sumber-sumber yang mengetahui, melaporkan bahwa setelah gagal menyelamatkan pilot dari jet tempur yang ditembak jatuh di atas Iran, Amerika Serikat kini berupaya untuk menyerang dan membunuhnya.
Dilansir Almayadeen, Sabtu (4/4), sumber tersebut menambahkan bahwa pihak Amerika telah menghentikan upaya untuk menemukan pilot kedua dan kini mencoba mengeliminasi dia dengan menargetkan berbagai lokasi.
Menurut sumber itu, situasi terkait para pilot dari jet tempur yang jatuh tersebut diperkirakan akan berkembang menjadi skandal baru yang mengungkap dugaan penutupan fakta dan misinformasi oleh Amerika Serikat.
Operasi Penyelamatan
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Jumat mengumumkan telah menembak jatuh sebuah pesawat tempur di Iran tengah dengan sistem pertahanan udara mereka.
Media AS kemudian melaporkan pesawat yang dimaksud adalah jet tempur F-15 dan seorang pilotnya berhasil diselamatkan. Sementara, operasi penyelamatan diterjunkan untuk mencari satu pilot lainnya.
AS dan Israel melancarkan serangan udara gabungan terhadap Iran pada 28 Februari yang hingga kini telah menewaskan 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta wilayah-wilayah di Yordania, Irak, dan negara Teluk yang menampung aset militer AS.
Serangan balasan itu menelan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan pada pasar dan penerbangan global.