Kopilot Pesawat AS Jatuh di Iran Dievakuasi ke Kuwait Setelah Operasi Penyelamatan Dramatis

Kopilot pesawat tempur-pengebom AS yang jatuh di Iran berhasil dievakuasi ke Kuwait untuk perawatan medis, menyusul operasi pencarian dan penyelamatan yang disebut Presiden Trump sebagai salah satu yang paling berani dalam sejarah AS. Bagaimana CIA berhas

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kopilot Pesawat AS Jatuh di Iran Dievakuasi ke Kuwait Setelah Operasi Penyelamatan Dramatis
Kopilot pesawat tempur-pengebom AS yang jatuh di Iran berhasil dievakuasi ke Kuwait untuk perawatan medis, menyusul operasi pencarian dan penyelamatan yang disebut Presiden Trump sebagai salah satu yang paling berani dalam sejarah AS. Bagaimana CIA berhas (AntaraNews)

Seorang kopilot pesawat tempur-pengebom F-15E Amerika Serikat yang jatuh di Iran telah berhasil diselamatkan dan dievakuasi ke Kuwait untuk mendapatkan perawatan medis. Insiden ini terjadi setelah pesawat tersebut ditembak jatuh, memicu operasi pencarian dan penyelamatan yang intens. Laporan ini disampaikan oleh surat kabar New York Times pada Minggu, mengutip beberapa pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Peristiwa jatuhnya pesawat tempur-pengebom F-15E AS ini pertama kali dilaporkan oleh Washington Post pada Jumat, yang menyebutkan bahwa pesawat tersebut membawa dua awak. Kemudian, Chanel 12 Israel mengonfirmasi bahwa satu anggota awak berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian.

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengumumkan bahwa kopilot tersebut selamat, memuji operasi ini sebagai "salah satu Operasi Pencarian dan Penyelamatan paling berani dalam sejarah AS." Trump juga menambahkan bahwa pilot tersebut mengalami cedera namun kondisinya stabil setelah kejadian dramatis tersebut.

Pesawat tempur-pengebom F-15E AS dilaporkan jatuh di wilayah Iran setelah ditembak jatuh, memicu kekhawatiran akan nasib awaknya. Washington Post menjadi media pertama yang memberitakan insiden ini, mengonfirmasi jenis pesawat dan jumlah awak yang terlibat.

Setelah insiden tersebut, upaya penyelamatan segera dilakukan. Chanel 12 Israel kemudian melaporkan bahwa satu dari dua awak pesawat, yaitu kopilot, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Presiden AS Donald Trump secara langsung menggarisbawahi keberhasilan operasi penyelamatan ini. Ia memuji tim yang terlibat atas keberanian dan efisiensi mereka dalam menghadapi situasi yang sangat berisiko.

Operasi pencarian dan penyelamatan kopilot yang berlangsung selama dua hari ini melibatkan pengerahan sumber daya yang sangat besar. Ratusan personel pasukan khusus turut serta, didukung oleh puluhan pesawat dan aset pengintaian canggih, termasuk teknologi ruang angkasa dan siber.

Setelah berhasil melontarkan diri dari pesawat, pilot tersebut mencari perlindungan di celah gunung, di mana ia awalnya tidak terdeteksi oleh pihak mana pun. Namun, ia dilengkapi dengan alat pelacak dan radio yang krusial untuk komunikasinya.

Badan Intelijen Pusat (CIA) memainkan peran penting dalam misi ini dengan menjalankan kampanye penipuan yang cerdik. CIA berhasil meyakinkan pihak Iran bahwa pilot tersebut telah diselamatkan dan sedang diangkut keluar negeri melalui jalur darat, sehingga mengurangi upaya pencarian Iran. Strategi ini terbukti efektif, dan CIA akhirnya berhasil menemukan lokasi pilot tersebut.

Sebelumnya, stasiun televisi Press TV melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah mencegat dan menghancurkan sebuah pesawat AS di selatan Isfahan. Pesawat tersebut diklaim sedang mencari pilot F-15E yang jatuh.

Kantor berita Tasnim juga sempat melaporkan kemungkinan pasukan Iran telah menangkap pilot tersebut, menambah ketegangan di tengah insiden ini. Namun, laporan terbaru mengonfirmasi bahwa kopilot telah dievakuasi.

Kopilot yang diselamatkan tersebut diidentifikasi sebagai petugas sistem persenjataan. Meskipun mengalami cedera, kondisinya dilaporkan stabil setelah menerima perawatan medis awal. Evakuasi ke Kuwait memastikan bahwa ia akan mendapatkan perawatan lanjutan yang diperlukan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi