9 Hewan yang Ternyata Bisa Terbang, Bukan Cuma Burung!
Sejumlah hewan di bawah ini diyakini memiliki kemampuan terbang layaknya burung.
Ketika kita berbicara tentang hewan yang bisa terbang, burung sering kali menjadi yang pertama muncul dalam pikiran. Memang, burung sangat terkenal karena kemampuan terbangnya di langit. Namun, apakah Anda sadar bahwa ada beberapa jenis hewan lain yang juga dapat melakukan hal serupa?
Menariknya, meskipun tidak memiliki sayap seperti burung, beberapa hewan ini tetap dapat melayang atau bergerak di udara. Bahkan, ada di antara mereka yang menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya di angkasa! Dikutip Merdeka.com dari berbagai sumber pada Senin, 17 Februari 2025, berikut ini adalah beberapa hewan yang diyakini memiliki kemampuan terbang seperti burung.
Dalam dunia hewan, kita sering kali terfokus pada burung ketika membahas kemampuan terbang. Namun, kenyataannya, ada hewan lain yang juga dapat melayang di udara. Beberapa dari mereka, meskipun tidak memiliki sayap, mampu bergerak dengan cara yang sangat unik.
Ada pula yang menghabiskan lebih banyak waktu di udara dibandingkan di darat. Ini menunjukkan bahwa kemampuan terbang tidak hanya milik burung saja. Mengacu pada informasi yang ada, kita dapat menemukan berbagai hewan yang memiliki kemampuan terbang yang menarik untuk dipelajari.
1. Ular yang Bisa Terbang
Ular terbang yang termasuk dalam genus Chrysopelea dapat ditemukan di wilayah India Barat dan kepulauan Indonesia, dengan panjang tubuh yang dapat mencapai 4 kaki.
Berbeda dengan hewan lainnya yang juga meluncur, ular ini memiliki tingkat kelincahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan tupai terbang dan colugo.
Sering kali, ular terbang berada di puncak pohon dan melompat dari dahan untuk menghindari predator atau mencari mangsa.
Ketika mereka terbang, ular ini menggunakan bentuk tubuh yang cekung untuk menangkap udara, sehingga dapat bertahan lebih lama di udara.
Selain itu, mereka juga memanfaatkan gerakan tubuh yang bergelombang untuk melakukan manuver saat berputar.
2. Ikan pari yang bisa terbang
Pari terbang, yang juga disebut sebagai pari Mobula atau pari setan, termasuk dalam genus Mobula dan memiliki kedekatan dengan pari manta. Dengan lebar tubuh yang dapat mencapai 17 kaki, ikan ini mampu melompat hingga ketinggian 6 kaki di udara.
Meskipun mereka tidak dapat terbang secara terus-menerus, pari terbang memiliki kemampuan untuk melintasi jarak yang cukup jauh. Mereka dapat kembali ke air dengan melakukan gerakan menyentak yang kuat, menunjukkan keahlian luar biasa dalam beradaptasi dengan lingkungan mereka.
Keberadaan pari terbang dalam ekosistem laut sangat menarik perhatian. "Pari terbang memiliki lebar mencapai 17 kaki dan melompat hingga 6 kaki ke udara."
Kemampuan unik ini membuat mereka berbeda dari jenis pari lainnya. Meskipun tidak terbang seperti burung, gerakan melompat yang mereka lakukan merupakan bentuk adaptasi yang menakjubkan untuk menghindari predator dan mencari makanan.
3. Colugos
Colugos, yang sering dikenal sebagai lemur terbang, sebenarnya bukanlah kerabat dari lemur. Hewan ini memiliki membran yang menghubungkan anggota tubuh dan ekornya, mirip dengan struktur yang dimiliki oleh kelelawar.
Dengan kemampuan ini, mereka dapat meluncur sejauh lebih dari 230 kaki tanpa kehilangan ketinggian yang terukur. Sebagai makhluk arboreal, colugos aktif di malam hari dan sebagian besar mengonsumsi makanan vegetarian, yang merupakan ciri khas yang membedakan mereka dari hewan-hewan lain yang telah disebutkan sebelumnya.
Keunikan colugos terletak pada cara mereka beradaptasi dengan lingkungan pohon. Dengan membran yang luas, mereka dapat bergerak dengan lincah di antara cabang-cabang pohon, menjadikan mereka ahli dalam meluncur.
Selain itu, pola makan vegetarian mereka menunjukkan bahwa mereka memiliki preferensi khusus terhadap jenis makanan tertentu, yang mungkin berkaitan dengan habitat tempat mereka tinggal. Dengan demikian, colugos tidak hanya menarik dari segi penampilan, tetapi juga dalam perilaku dan kebiasaan makan mereka.
4. Wallace memiliki katak yang dapat terbang
Katak terbang Wallace (Rhacophorus nigropalmatus) merupakan spesies katak terbang yang paling besar dan terkenal di antara jenis lainnya.
Spesies ini berasal dari hutan tropis yang ada di Malaysia dan Kalimantan. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di atas pohon dan hanya turun ke tanah untuk keperluan bertelur atau kawin.
Katak ini memiliki kemampuan unik, yaitu menggunakan membran yang terdapat di antara kedua kakinya untuk meluncur sejauh 50 kaki setelah melompat dari dahan.
Kemampuan ini sangat berguna baik saat mereka merasa terancam maupun ketika mereka sedang berburu serangga. Dengan cara ini, katak terbang Wallace dapat beradaptasi dengan baik di habitatnya yang terdiri dari pepohonan.
5. Cumi-cumi Melayang di Udara
Cumi-cumi terbang dari Jepang memiliki ciri khas yang menarik, yaitu sirip dada yang menyerupai sayap di bagian atas tubuhnya. Meskipun tidak berfungsi sebagai alat penggerak utama, sirip ini memberikan kemampuan bagi mereka untuk meluncur dengan lebih efektif.
Habitat cumi-cumi ini terletak di wilayah Samudera Pasifik Utara, yang mencakup area dekat Jepang, Rusia, Cina, dan Alaska. Keberadaan mereka di daerah ini menunjukkan adaptasi yang baik terhadap lingkungan laut yang dinamis.
6. Tupai yang dapat terbang
Tupai terbang merupakan anggota dari suku Pteromyini yang terdiri dari lebih dari 50 spesies. Meskipun mereka tidak dapat terbang secara berkelanjutan seperti burung atau kelelawar, tupai ini memiliki kemampuan untuk meluncur di antara pepohonan dengan jarak yang cukup jauh.
Adaptasi berupa kulit kendur dan otot yang terletak di antara kedua kakinya memungkinkan beberapa spesies untuk meluncur hingga sejauh 1.500 kaki. Mereka aktif di malam hari dan memulai penerbangannya dengan melompat dari puncak pohon atau tebing.
Selama meluncur, tupai terbang dapat mengendalikan arah dan kecepatan dengan cara mengubah posisi tubuhnya serta memanfaatkan tulang rawan kecil yang ada di pergelangan tangan mereka.
7. Rubah Terbang
Rubah terbang, yang dikenal juga sebagai kelelawar buah dari dunia lama, merupakan kelompok kelelawar yang mendiami pulau-pulau tropis dan wilayah daratan di Asia. Kelelawar ini memiliki ciri khas yang membedakannya dari jenis kelelawar lainnya, yaitu kemampuan untuk bernavigasi menggunakan penglihatan dan pola makan yang didominasi oleh buah-buahan.
Di antara spesies rubah terbang, terdapat yang berukuran sangat kecil, seperti kelelawar nektar berlidah panjang, yang panjangnya hanya sekitar 2-3 inci dengan rentang sayap mencapai 10 inci. Sementara itu, spesies terbesar, seperti rubah terbang mahkota emas, dapat memiliki rentang sayap hingga enam kaki dan sering kali menjadi sasaran perburuan manusia.
8. Ikan terbang
Ikan ini dilengkapi dengan sirip dada yang unik, yang memungkinkannya untuk melompat keluar dari air dan meluncur dengan kecepatan maksimum mencapai 37 mph.
Dengan kekuatan yang dimilikinya, ikan tersebut meluncur ke permukaan air, kemudian memanfaatkan siripnya untuk meluncur sejauh lebih dari 600 kaki dan mampu mencapai ketinggian hingga 4 kaki.
9. Kelelawar
Kelelawar merupakan satu-satunya mamalia yang dapat terbang dan tergolong dalam ordo Chiroptera. Ukuran kelelawar bervariasi, mulai dari kelelawar lebah yang kecil dengan berat hanya 0,07 ons hingga rubah terbang mahkota emas yang dapat memiliki berat hingga 3 pon.
Makanan mereka pun beragam, meliputi serangga, buah-buahan, nektar, dan bahkan darah hewan. Dalam ekosistem, kelelawar memainkan peran penting sebagai pengendali populasi serangga dan sebagai penyerbuk. Keberadaan mereka sangat vital, terutama dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
"Mereka memakan serangga, buah, nektar, dan darah hewan," yang menunjukkan fleksibilitas diet mereka. Dengan demikian, kelelawar tidak hanya menjadi hewan yang menarik untuk dipelajari, tetapi juga memiliki kontribusi yang signifikan bagi ekosistem.
Hewan-hewan apa saja yang mampu terbang?
Dengan gerakan sayapnya, berbagai hewan seperti nyamuk, kupu-kupu, burung, kunang-kunang, lalat, dan tawon memiliki kemampuan untuk terbang ke berbagai tempat sesuai keinginan mereka. Kemampuan terbang ini memungkinkan mereka untuk menjelajahi lingkungan dan mencari sumber makanan, serta menghindari predator.
Apakah terdapat hewan lain yang dapat terbang selain burung?
Benar, terdapat hewan-hewan yang memiliki kemampuan terbang meskipun bukan burung. Contohnya adalah ikan pari, kelelawar, rumah terbang, dan ular, yang semuanya dapat terbang dengan cara yang unik.
Hewan-hewan ini menunjukkan bahwa kemampuan terbang tidak hanya dimiliki oleh burung saja. Dengan berbagai adaptasi yang dimiliki, mereka dapat menjelajahi udara dan melakukan berbagai aktivitas yang biasanya dilakukan oleh burung.
Seperti yang telah disebutkan, "Hewan-hewan seperti ikan pari, kelelawar, rumah terbang, hingga ular memiliki kemampuan terbang yang sama seperti burung." Ini membuktikan bahwa dunia hewan sangat beragam dalam hal kemampuan dan adaptasi.
Dengan keunikan masing-masing, hewan-hewan tersebut memberikan pelajaran tentang bagaimana spesies dapat beradaptasi dengan lingkungan mereka. Ini juga menunjukkan bahwa evolusi menciptakan berbagai cara untuk bertahan hidup dan berkembang.
Hewan apa yang mampu terbang meskipun tidak memiliki sayap?
Beberapa hewan seperti ikan terbang, tupai terbang, katak terbang Wallace, ular terbang, dan giant devil ray memiliki kemampuan untuk terbang meskipun tidak memiliki sayap. Fenomena ini menunjukkan bahwa kemampuan terbang tidak selalu bergantung pada struktur sayap seperti yang dimiliki oleh burung atau serangga.
Hewan-hewan tersebut menunjukkan adaptasi yang unik dalam lingkungan mereka. Misalnya, ikan terbang dapat meluncur di atas permukaan air, sementara tupai terbang memanfaatkan membran kulit untuk meluncur dari satu pohon ke pohon lainnya.
"Ikan terbang, tupai terbang, katak terbang Wallace, ular terbang, hingga giant devil ray merupakan beberapa hewan yang bisa terbang tanpa menggunakan sayap." Ini menggambarkan bahwa berbagai spesies memiliki cara yang berbeda untuk beradaptasi dan bertahan hidup di habitat mereka.
Dengan mempelajari hewan-hewan ini, kita dapat memahami lebih dalam tentang keanekaragaman hayati dan mekanisme adaptasi yang luar biasa. Keberadaan mereka membuktikan bahwa alam memiliki banyak cara untuk menciptakan bentuk kehidupan yang unik.
Apakah Rhea termasuk hewan yang dapat terbang?
Rhea, yang merupakan burung terbesar di Amerika Selatan dan memiliki kemiripan dengan burung unta, tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Meskipun ia tidak dapat terbang, Rhea memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya menarik untuk dipelajari.
Burung ini dikenal dengan tubuhnya yang besar dan kaki yang kuat, yang membantunya berlari cepat di padang rumput. Rhea dapat ditemukan di berbagai habitat di Amerika Selatan, dan meskipun tidak bisa terbang, ia tetap menjadi simbol keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Seperti yang dijelaskan, "Rhea, burung terbesar di Amerika Selatan yang mirip burung unta, tidak bisa terbang." Keberadaan Rhea di alam liar menunjukkan adaptasi yang luar biasa meskipun terbatas dalam hal penerbangan.
Hewan apa saja yang dapat terbang?
Meskipun burung, serangga, dan kelelawar dikenal sebagai penerbang sejati, terdapat beberapa hewan lain yang memiliki kemampuan untuk meluncur atau terlihat seolah-olah sedang terbang.
Contohnya, hewan-hewan seperti tupai terbang dan ikan terbang menggunakan teknik tertentu untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain di udara, meskipun mereka tidak memiliki kemampuan terbang sejati seperti burung. Hewan-hewan ini memanfaatkan sayap atau membran yang ada pada tubuh mereka untuk melakukan gerakan meluncur.
Dengan cara ini, mereka dapat menjelajahi lingkungan mereka dengan lebih efisien dan menghindari predator. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tidak semua hewan dapat terbang, mereka memiliki cara unik untuk beradaptasi dan bertahan hidup di habitat mereka.