Jos! Erick Thohir Kini Menguasai 100 Persen Saham Oxford United
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengukuhkan statusnya sebagai pemilik klub Liga Inggris yang berkompetisi di divisi Championship, yaitu Oxford United.
Erick Thohir, yang menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, kini telah menegaskan statusnya sebagai pemilik tim Liga Inggris yang berkompetisi di divisi Championship, yaitu Oxford United.
Tim ini saat ini diperkuat oleh striker Timnas Indonesia, Ole Romeny. Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh klub, yang saat ini menempati posisi 21 di klasemen Championship 2025/2026, Erick Thohir telah mengambil alih 100 persen kepemilikan saham tim tersebut.
"Oxford United dapat mengonfirmasi bahwa Erick Thohir telah meningkatkan kepemilikan sahamnya di Klub setelah mengakuisisi seluruh saham Oxford Investment Holdings Pte. Ltd yang sebelumnya dimiliki oleh Oxford United Investors Pte. Ltd," demikian bunyi pernyataan resmi Oxford United pada hari Minggu (16/11/2025).
"Horst Geicke telah mengundurkan diri sebagai Direktur Oxford United Football Club Limited," lanjut keterangan tersebut.
Sebelum sepenuhnya menguasai saham Oxford United, Erick Thohir, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, juga dikenal sebagai pemilik tim Serie A, Inter Milan, serta tim MLS, D.C. United.
Dengan langkah ini, Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, menunjukkan komitmennya yang kuat dalam dunia sepak bola, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Awalnya Miliki 51 Persen Saham
Pada tanggal 27 September 2022, Erick Thohir dan Anindya Bakrie resmi menguasai 51 persen saham Oxford United. Pengumuman mengenai kepastian ini disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) klub tersebut.
Selain keduanya, terdapat juga pemegang saham minoritas lainnya, yaitu pengusaha Thailand, Sumrith 'Tiger' Thanakarnjanasuth, serta pengusaha asal Vietnam, Horst Geicke.
Oxford United, yang berkompetisi di EFL Championship, sempat merekrut gelandang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, pada tahun 2024.
Sebelumnya, Marselino bermain untuk KMSK Deinze dan telah membela klub kasta kedua Liga Belgia tersebut selama satu setengah musim.
Namun, karena kurangnya kesempatan bermain di Oxford, Marselino Ferdinan akhirnya dipinjamkan ke tim Liga Slovakia, AS Trencin. Keputusan ini diambil untuk memberikan waktu bermain yang lebih banyak bagi Marselino, sehingga ia dapat terus mengembangkan kemampuannya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kariernya di masa mendatang. Dengan pengalaman yang didapatkan di Eropa, diharapkan ia dapat berkontribusi lebih besar bagi tim nasional Indonesia di kompetisi internasional.
Pernah Menjabat sebagai Presiden Inter Milan
Erick Thohir adalah figur yang sudah dikenal luas dalam dunia sepak bola. Selain sebagai Menteri BUMN, ia mengejutkan publik Indonesia dengan langkah beraninya mengakuisisi saham Inter Milan.
Pada tahun 2013, Erick melakukan pembelian saham klub tersebut. Berdasarkan informasi dari Forbes, mantan petinggi Persib Bandung ini menginvestasikan dana sebesar 480 juta dolar AS untuk memperoleh 70 persen saham I Nerazzurri, yang sebelumnya dimiliki oleh Massimo Moratti. Dengan status sebagai pemilik mayoritas, Erick Thohir kemudian dipercaya untuk menjabat sebagai presiden Inter Milan.
Namun, selama kepemimpinannya, prestasi yang diraih oleh Il Biscione tidak terlalu mengesankan. Pencapaian terbaik yang berhasil diraih oleh Inter Milan di bawah kepemimpinan Erick Thohir adalah finis di posisi empat klasemen akhir Serie A pada musim 2015/2016 dan 2017/2018.
Meskipun memiliki ambisi besar, hasil di lapangan tidak sejalan dengan harapan banyak penggemar. Hal ini menjadi sorotan dan perdebatan di kalangan pengamat sepak bola, mengingat potensi besar yang dimiliki klub tersebut.
DC United
Pada tahun 2016, Erick Thohir menjual 39 persen sahamnya kepada Suning Group, sebuah perusahaan multinasional yang berasal dari China. Kemudian, di bulan Januari 2019, pemilik Mahaka Media ini juga melepaskan sisa 31 persen sahamnya di Inter Milan kepada Lion Rock, sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong.
Dengan demikian, Erick Thohir tidak lagi memiliki pengaruh di klub tersebut. Selain itu, pada tahun 2018, ia juga telah menyerahkan posisi presiden Inter Milan kepada Steven Zhang.
Sebelum mengambil alih saham mayoritas di Inter Milan, Thohir telah mengakuisisi klub Major League Soccer (MLS) asal Amerika Serikat, DC United, pada tahun 2012. Bersama rekannya, Jason Levien, ia membeli sebesar 78 persen saham DC United.
Namun, kerjasamanya dengan DC United berakhir pada Agustus 2018, dan saat ini semua saham klub yang dikenal dengan julukan Black-and-Red tersebut dimiliki oleh D.C. United Holdings.