Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Tugas John Herdman Tak Akan Mudah
John Herdman akan menghadapi tantangan besar ketika memimpin Timnas Indonesia di ajang Piala Dunia 2026 mendatang.
PSSI mengungkapkan bahwa mereka hanya tinggal menunggu pengumuman resmi mengenai John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Namun, tantangan yang akan dihadapi oleh pelatih asal Inggris ini tidaklah ringan.
Toni Ho, seorang pengamat sepak bola dari Makassar, mengingatkan akan pengalaman para pelatih asing yang pernah menangani Timnas Indonesia sebelumnya. Ia menilai bahwa sepak bola di Indonesia memiliki kompleksitas tersendiri, terutama terkait dengan intervensi politik.
"Siapa pun yang datang untuk menjadi pelatih Timnas Indonesia akan sama nasibnya dengan pendahulunya, termasuk John Herdman ini," ungkap Toni Ho.
"Tak mudah melatih di Indonesia. Seharusnya yang diperbaiki dan diperkuat organisasinya dulu. Kepentingan politik harus keluar dari sepak bola Indonesia," tambahnya.
Sumardji, Ketua BTN sekaligus anggota Exco PSSI, mengumumkan bahwa mantan pelatih Timnas Kanada di Piala Dunia 2022 tersebut akan tiba di Indonesia pada 12 Januari 2026. Rencananya, Herdman akan langsung diperkenalkan kepada publik setelah kedatangannya.
Dengan tantangan yang ada, banyak yang berharap agar organisasi sepak bola di Indonesia dapat berbenah demi kemajuan tim nasional. Kehadiran Herdman diharapkan bisa membawa perubahan positif, meskipun banyak yang skeptis dengan situasi yang ada saat ini.
Agenda Padat pada 2026
John Herdman menghadapi tantangan besar bersama Timnas Indonesia pada tahun 2026.
Berbagai agenda telah menanti, mulai dari FIFA Series yang dijadwalkan pada bulan Maret, Piala AFF pada bulan Juli hingga Agustus, dan FIFA Matchday yang akan berlangsung pada bulan Juni, September-Oktober, serta November 2026.
"Agenda tahun ini cukup padat. Kita tunggu apa target yang diberikan untuk John Herdman," ungkap Toni Ho.
Ia menambahkan, "Jika nanti gagal, apa nasibnya seperti pelatih sebelumnya? Daripada nanti kecewa, lebih baik kita tak punya ekspektasi tinggi dengan pelatih baru ini."
Pemilihan Pemain dan Target Bersama Timnas Indonesia
Masalah berikutnya yang dihadapi oleh John Herdman adalah kemungkinan penggunaan pemain naturalisasi yang berkarier di Eropa saat menjalani jadwal padat bersama Timnas Indonesia.
"Untuk agenda tahun ini, saya rasa tidak mudah bagi John Herdman. Pemain kita mayoritas tinggal dan main di luar negeri. Jika klub tak melepas mereka, tentu saja John Herdman tak bisa melihat langsung kualitas mereka," jelasnya.
Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh pelatih dalam mengevaluasi dan memanfaatkan potensi pemain yang tersebar di berbagai liga internasional.
Mantan pelatih PSM Makassar dan Persipura Jayapura ini memberikan saran kepada PSSI agar tidak menetapkan target yang terlalu tinggi untuk John Herdman di Timnas Indonesia.
"Jangan ngoyo. Target awal Timnas Indonesia kuasai dulu kawasan ASEAN selama 4-5 tahun. Kemudian baru melompat ke level Asia," tuturnya.
Pendapat ini menekankan pentingnya pendekatan bertahap dalam pengembangan tim nasional, yang seharusnya berfokus pada pencapaian yang realistis sebelum mencoba untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.