FIFA ASEAN Cup Jadi Agenda Tambahan Timnas Indonesia pada 2026, PR John Herdman Banyak
Saat ini, John Herdman akan mengambil alih kepemimpinan Timnas Indonesia dalam kompetisi yang sangat menantang: FIFA ASEAN Cup 2026.
John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia asal Inggris, kini memiliki tambahan tugas. Dia akan memimpin Skuad Garuda dalam ajang FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 30 Maret. Selain itu, Herdman juga akan menghadapi tantangan lain di FIFA ASEAN Cup, di mana Jay Idzes dan rekan-rekannya akan berkompetisi.
Dalam FIFA Series 2026, yang rencananya diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Timnas Indonesia akan menjadi tuan rumah bagi tiga tim lainnya: Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis.
PSSI menargetkan untuk meraih juara, meski tantangan yang dihadapi tidaklah mudah, terutama dengan adanya Bulgaria sebagai salah satu lawan yang kuat.
Baru-baru ini, John Herdman juga diumumkan akan memimpin Timnas Indonesia dalam FIFA ASEAN Cup 2026 yang tidak kalah ketat. Meskipun FIFA belum mengumumkan tanggal pasti pelaksanaannya, kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung antara akhir September hingga minggu pertama Oktober 2026.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, melalui kanal YouTube miliknya, Bung Ropan, menilai bahwa FIFA ASEAN Cup akan membuat jadwal Timnas Indonesia semakin padat, yang jelas menjadi tantangan tersendiri bagi Herdman.
"FIFA ASEAN Cup akan berlangsung antara September dan Oktober 2026. Luar biasa agenda pada tahun ini padat sekali," ungkap Ronny.
Dia menambahkan, "Terutama tim nasional dengan sudah diresmikannya FIFA ASEAN Cup akan berlangsung di sela-sela FIFA matchday, maka John Herdman sebagai pelatih kepala harus menyiapkan tim sebaik mungkin."
FIFA Series Jadi Ujian Perdana
Sebagai langkah awal, John Herdman perlu menyelesaikan debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan penampilan yang mengesankan di FIFA Series 2026.
Pada tanggal 27 Maret, tim yang dipimpin oleh Jay Idzes akan menghadapi Saint Kitts and Nevis, sedangkan Bulgaria akan melawan Kepulauan Solomon. Pemenang dari masing-masing pertandingan tersebut akan bertemu di final yang dijadwalkan pada 30 Maret.
"Sekarang di depan mata ada FIFA Series. Kita akan bertanding melawan Saint Kitts and Nevis pada 27 Maret. Jika menang, kita akan bertarung pada 30 Maret melawan pemenang antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon," ujar Ropan.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, diharapkan tim bisa mencapai hasil yang optimal dalam kompetisi ini. Peluang untuk meraih kemenangan harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar bisa melangkah lebih jauh.
Jangan Lupakan Piala AFF
Setelah selesai dengan FIFA Series, Timnas Indonesia akan menghadapi pertandingan yang dikenal dengan sebutan FIFA matchday, diikuti oleh Piala AFF yang tentunya tak kalah menarik.
Ini adalah kesempatan berharga bagi Timnas Indonesia untuk meraih gelar juara, mengingat sejak kompetisi ini dimulai pada tahun 1996, Tim Garuda belum pernah sekali pun meraih kemenangan.
"Setelah dari FIFA Series, kita akan beranjak ke bulan Juni ada FIFA matchday. Pada Juli nanti, dari 24 hingga 26 Agustus, akan berlangsung ASEAN Cup atau yang lebih dikenal dengan Piala AFF," kata Ropan.
Ia juga menambahkan bahwa Piala AFF kemungkinan akan diisi oleh pemain-pemain yang berkompetisi di BRI Super League.
"Nah, Piala AFF ini tidak bisa menyertakan pemain-pemain abroad yang bermain di Eropa karena tidak masuk dalam agenda FIFA dan semua pemain-pemain yang berlaga di Eropa, baik di Italia, Jerman, Prancis, Inggris, Belanda, dan Belgia sudah terikat dengan klub mereka masing-masing untuk pramusim," tutur Ropan.
Ropan menjelaskan bahwa kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh para pemain lokal yang berkompetisi di Liga Super untuk menarik perhatian John Herdman agar mereka bisa bermain di Piala AFF.
"Target jelas, yakni juara," pungkasnya, menegaskan harapan tinggi yang ditujukan kepada tim dalam turnamen mendatang.