7 Mantan Pemain Akademi MU Kurang Dikenal Tapi Bersinar di Klub Lain
Banyak contoh jebolan akademi MU yang berhasil menjadi bintang di klub ini.
Manchester United (MU) telah melahirkan banyak pemain berkualitas tinggi sepanjang sejarahnya. Namun, tidak semua dari mereka mampu bersinar di panggung Old Trafford.
Banyak contoh jebolan akademi MU yang berhasil menjadi bintang di klub ini, seperti Paul Scholes, David Beckham, Ryan Giggs, dan yang terbaru, Marcus Rashford. Di sisi lain, banyak juga lulusan akademi Manchester United yang memilih untuk mengembangkan karier mereka di klub lain.
Berikut adalah beberapa pemain yang pernah diproduksi oleh MU di masa lalu dan kemudian menjadi pahlawan di klub lain. Banyak dari mereka menunjukkan bahwa meskipun tidak berkarier di MU, mereka tetap dapat mencapai kesuksesan di tempat lain.
Hal ini menunjukkan bahwa kualitas pemain yang dihasilkan oleh akademi MU sangat tinggi, dan banyak di antara mereka yang mampu bersaing di level tertinggi di liga-liga berbeda.
Ryan Shawcross
Bek tengah yang tinggi ini menghabiskan enam tahun masa mudanya di MU. Namun, ia hanya berhasil mencatatkan dua kali penampilan di tim senior untuk Setan Merah pada musim 2006/2007. Dalam periode itu, ia harus bersaing dengan bek-bek top seperti Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Pada tahun 2007, Ryan Shawcross memutuskan untuk meninggalkan Old Trafford demi mencari peluang karier yang lebih baik di tempat lain.
Setelah awalnya bergabung dengan Stoke City sebagai pemain pinjaman, kepindahannya menjadi permanen pada Januari 2008. Sejak saat itu, ia tidak pernah menoleh ke belakang. Secara total, pria berusia 37 tahun ini telah tampil lebih dari 450 kali untuk Stoke. Saat ini, Shawcross masih bernaung di klub tersebut dan telah beralih peran menjadi pelatih tim utama.
Alvaro Fernandez Carreras
Setelah bergabung dari Real Madrid, bek sayap asal Spanyol ini menghabiskan waktu beberapa tahun di akademi Manchester United. Meskipun melalui beberapa masa pinjaman yang cukup menjanjikan, pihak Setan Merah memutuskan untuk tidak memasukkannya ke dalam skuad utama dan akhirnya menjualnya ke Benfica.
Di klub barunya itu, Alvaro Fernandez Carreras langsung menjadi idola di kalangan penggemar. Pemain berusia 21 tahun ini berhasil meraih trofi pertamanya di awal musim ini dengan mengangkat gelar Taca da Liga setelah menunjukkan penampilan yang mengesankan di final.
Beruntung bagi Manchester United, mereka menyertakan klausul pembelian kembali dalam kesepakatan transfernya. Dengan demikian, dia berpotensi menjadi aset yang sangat berharga bagi Setan Merah, khususnya dalam formasi 3-4-2-1 yang diterapkan oleh Ruben Amorim.
Josh Brownhill
Mengingat bahwa Brownhill tidak pernah bermain di tim senior Manchester United, wajar jika Anda tidak mengetahui bahwa ia pernah menjadi bagian dari akademi klub tersebut. Setelah meraih kesuksesan bersama Preston North End dan Bristol City, pemain berusia 29 tahun ini telah membuktikan dirinya sebagai pahlawan saat berseragam Burnley. Kini, ia menjabat sebagai kapten tim Burnley. Dengan hampir 200 penampilan untuk Clarets, Brownhill bertekad untuk mengamankan promosi keduanya bersama klub ini.
Danny Drinkwater
Gelandang bertahan ini telah menghabiskan waktu 13 tahun bersama Manchester United. Meskipun ia berhasil berkembang melalui akademi tim muda, kesempatan untuk bermain di skuad senior tidak pernah datang kepadanya. Sebaliknya, ia membuat namanya dikenal luas saat bermain untuk Leicester City, di mana ia berhasil meraih gelar Liga Inggris pada musim 2015/2016. Meskipun banyak pemain seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dan N'Golo Kante yang mendapatkan sorotan dan pujian atas prestasi luar biasa mereka, kontribusi pemain seperti Danny Drinkwater juga tidak bisa diabaikan. Ia memiliki peran yang sangat penting dalam kesuksesan Leicester di musim legendaris tersebut.
Phil Neville
Berbeda dengan kebanyakan pemain lain dalam daftar ini, Neville memiliki karier yang cemerlang di Manchester United. Tidaklah adil jika dia disebut sebagai lulusan akademi yang 'terlupakan'. Terlebih lagi, Phil Neville berhasil mencatatkan 386 penampilan bersama Setan Merah. Namun, di tengah tim yang dipenuhi oleh para superstar, ia lebih dikenal sebagai pahlawan di Everton. Ia menghabiskan delapan tahun terakhir dari kariernya di klub tersebut.
“Sejak manajer (David Moyes) datang ke rumah saya, saya tidak ingin berbicara dengan orang lain,” ungkap Neville kepada Sky Sports setelah bertransisi ke Goodison Park. Bek sayap berpengalaman ini diangkat sebagai kapten Everton pada tahun 2007 dan berhasil mengukuhkan dirinya sebagai salah satu favorit di kalangan penggemar Everton selama masa baktinya di sana.
Craig Cathcart
Meskipun memiliki peringkat yang baik saat masih di akademi Manchester United, Cathcart tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk bermain di tim senior. Pada tahun 2010, ia memutuskan untuk meninggalkan klub tersebut dan bergabung dengan Blackpool.
Selama kariernya, pemain asal Irlandia Utara ini menghabiskan masa-masa terbaiknya di Watford, di mana ia berhasil mencatatkan 262 penampilan yang sangat mengesankan. Cathcart juga memainkan peran penting dalam dua kali promosi Blackpool dari Championship dan berhasil membuktikan dirinya sebagai bek yang handal di Liga Inggris.
Sumber: Planet Football