Virgoun Dinilai Kooperatif, Komnas Anak Pastikan Inara Bisa Temui Anak
Kehadiran Virgoun dianggap sebagai langkah kolaboratif untuk menyelesaikan permasalahan dengan Inara Rusli yang berkaitan dengan masa depan ketiga anak mereka.
Ketua Umum Komnas Anak, Agustinus Sirait, memberikan apresiasi atas kehadiran Virgoun yang datang untuk memberikan klarifikasi terkait pengaduan dari Inara Rusli.
Kehadiran Virgoun dianggap sebagai langkah kooperatif dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan masa depan anak mereka. Agustinus menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari aduan Inara Rusli mengenai kesulitan dalam bertemu anak, sehingga Komnas Anak merasa perlu mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak.
"Tentu Komnas Perlindungan Anak mengapresiasi Bapak Virgoun untuk datang memenuhi undangan kita untuk klarifikasi hari ini. Agendanya seputar tentang pelaporan yang dilakukan Ibu Inara beberapa minggu sebelumnya," ungkap Agustinus Sirait di Komnas Anak, Jakarta Timur, pada Selasa (10/2).
Dalam pertemuan tersebut, Komnas Anak memberikan edukasi mengenai hak-hak anak yang harus tetap diperhatikan meskipun orang tua mereka sedang mengalami konflik. Agustinus menekankan bahwa Virgoun telah menerima masukan tersebut dan berkomitmen untuk memperbaiki pola komunikasi yang sebelumnya terhambat.
"Beliau menyetujui dan menyepakati bahwa beliau juga akan membuka akses sebesar-besarnya supaya bisa terhubung antara ibu dan anak. Itu bagian terpenting lain," tegas Agustinus Sirait.
Selain itu, Komnas Anak juga menegaskan bahwa posisinya adalah netral dan tidak ingin terlibat dalam konflik pribadi. Fokus utama Komnas Anak adalah memastikan hak anak untuk mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya tetap terjaga tanpa adanya halangan dari salah satu pihak.
"Sesuai fungsi Komnas Perlindungan Anak, adalah fokus bagaimana anak harus terpenuhi hak-haknya. Baik hak untuk mendapat kasih sayang dari orang tua, apakah itu ayah dan ibu, tentu kita ada di posisi itu," jelasnya.
Dengan demikian, Komnas Anak berupaya untuk menjaga kepentingan terbaik bagi anak dalam situasi yang rumit ini, demi masa depan yang lebih baik bagi mereka.
Mengakhiri Perselisihan
Setelah mendengarkan penjelasan dari Virgoun, Komnas Anak menemukan adanya kesempatan yang signifikan untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan pendekatan kekeluargaan. Langkah berikutnya adalah mengadakan pertemuan antara kedua pihak dalam sebuah forum mediasi untuk mencapai kesepakatan mengenai pola pengasuhan yang terbaik.
Agustinus Sirait menambahkan, "Pembicaraan kami tadi dengan Bapak Virgoun, menurut kami, dapat untuk menghasilkan sebuah keputusan atau dapat menyudahi konflik ini dengan cukup baik." Pernyataan ini menunjukkan optimisme Komnas Anak dalam mencari solusi yang saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.
Setiap anak memiliki hak untuk berkembang dan tumbuh dengan baik
Komnas Anak mengingatkan bahwa menutup akses anak kepada salah satu orang tua merupakan tindakan yang melanggar undang-undang. Oleh karena itu, mereka memberikan imbauan tegas agar tidak ada lagi pembatasan pertemuan antara anak-anak dengan Inara Rusli, maupun sebaliknya.
"Artinya kami mau mengimbau juga agar tidak ada satu pihak pun yang berusaha menutup akses kepada anak-anak. Itu penting saya sampaikan hari ini karena anak berhak tumbuh kembang dengan baik melalui pengasuhan ayah dan ibu," tuturnya.
Pentingnya akses antara anak dan kedua orang tua harus dipahami oleh semua pihak. Komnas Anak menekankan bahwa setiap anak berhak mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tua mereka.
Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi tindakan yang menghalangi interaksi anak dengan orang tua mereka, sehingga anak dapat tumbuh dengan baik dan seimbang. Upaya untuk menjaga hubungan ini sangat krusial demi kesejahteraan anak di masa depan.
Selesaikan dengan baik dan aman
Komnas Anak berharap bahwa upaya ini dapat menjadi titik awal yang positif bagi Virgoun dan Inara untuk merendahkan ego masing-masing. Agustinus Sirait meyakini bahwa niat baik yang ditunjukkan oleh Virgoun dalam beberapa hari terakhir akan mengarah pada solusi damai yang bermanfaat bagi kesehatan mental anak-anak.
"Saya yakin dari pembicaraan tadi tentunya akan menjadi momentum untuk seluruh keluarga mungkin yang mempunyai peristiwa atau kasus yang sama nanti bisa berakhir dengan baik-baik saja," ucap Agustinus.