Tak Hanya Tahan Api, Baju Astronot Katy Perry dan 5 Perempuan Lainnya Stylish hingga Bikin Tampil Stunning Bak Model
Katy Perry tampil modis dalam baju astronot bersama lima wanita saat melakukan perjalanan ke luar angkasa.
Katy Perry, bersama dengan Lauren Sanchez, Gayle King, Aisha Bowe, Amanda Nguyen, dan Kerianne Flynn, baru saja membuat sejarah sebagai kelompok perempuan pertama yang melakukan penerbangan sub-orbital ke luar angkasa menggunakan roket Blue Origin New Shepard. Mereka meluncur ke luar angkasa pada pukul 9:30 pagi ET, Senin (14/4).
Dalam penerbangan yang berlangsung sekitar 11 menit itu, mereka berhasil mencapai ketinggian tepat di atas Garis Kármán (62 mil) dan merasakan kondisi tanpa bobot selama sekitar empat menit. Para perempuan ini tampil modis dengan mengenakan pakaian astronot yang dirancang khusus oleh brand Monse.
Lauren Sanchez, yang merancang setelan Blue Origin, bekerja sama dengan pendiri Monse, Fernando Garcia dan Laura Kim, untuk menciptakan seragam ini.
Sanchez menjelaskan desain seragam ini tidak hanya mempertimbangkan aspek gaya, tetapi juga sebagai cara baru untuk mengekspresikan diri dalam bidang sains dan teknologi.
"Saya rasa seragam ini elegan, tapi juga membawa sedikit bumbu ke luar angkasa. Mari kita bayangkan kembali pakaian luar angkasa. Biasanya, Anda tahu, pakaian ini dibuat untuk pria. Kemudian, pakaian ini disesuaikan agar pas untuk wanita. Saya pikir pakaian ini elegan, tapi kesederhanaan itu penting, begitu pula dengan kenyamanan dan kecocokan," ujar Sanchez sebagaimana dilansir oleh Fox News.
Kedua desainer tersebut, yang juga menjabat sebagai direktur kreatif Oscar de la Renta, telah berkolaborasi dengan Sanchez dalam beberapa kesempatan sebelumnya, termasuk saat mendandaninya untuk Met Gala 2024.
Tahan Api
Setelan yang dirancang oleh Monse untuk Blue Origin memiliki warna dasar biru tua, dilengkapi dengan logo NASA, Blue Origin, serta nama belakang anggota kru. Bahan yang digunakan adalah neoprena elastis yang tahan api, memberikan kenyamanan dan perlindungan yang lebih baik dibandingkan dengan versi poliester yang ada sebelumnya.
Desain setelan ini menghilangkan bantalan bahu besar dan aksen hitam, sehingga menciptakan siluet ramping yang mengingatkan pada pakaian motocross atau ski.
Salah satu detail menarik dari setelan ini adalah celana panjangnya yang melebar, dihiasi dengan motif bulu putih yang terinspirasi oleh logo Blue Origin. Menurut The New York Times, setelan ini diproduksi oleh Creative Character Engineering.
Setiap anggota kru dipindai dengan teknologi 3D untuk memastikan setelan tersebut sesuai dengan ukuran tubuh mereka. Sebelumnya, Sanchez juga merancang setelan astronot untuk Jeff Bezos, yang dikenakan selama penerbangan misi NS-16, yang merupakan penerbangan luar angkasa berawak pertama dari perusahaan tersebut.
Monse bukanlah satu-satunya merek mewah yang terlibat dalam pembuatan pakaian antariksa. Pada tahun 2024, Pierre Cardin bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa untuk mendesain pakaian antariksa yang akan digunakan oleh para astronot dalam persiapan misi bulan di masa depan.
Sementara itu, Prada dan Axiom Space juga meluncurkan pakaian antariksa yang dirancang untuk misi bulan Artemis III milik NASA.