Kreativitas atau Kontroversi? Ini 5 Gaya Met Gala yang Paling Menyita Perhatian dan Jadi Bahan Perbincangan

Met Gala jadi ajang gaya paling liar dan kontroversial; lima penampilan ini mencuri perhatian dan jadi sorotan karena keanehan dan nyentriknya.

Balqis Amirah
Oleh Balqis Amirah - Reporter
Kreativitas atau Kontroversi? Ini 5 Gaya Met Gala yang Paling Menyita Perhatian dan Jadi Bahan Perbincangan
Kreativitas atau Kontroversi? 5 Gaya Met Gala yang Paling Menyita Perhatian (WWD/Lexie Moreland)

Setiap tahun, dunia mode dan budaya pop global menanti perhelatan spektakuler yang dikenal sebagai Met Gala. Digelar pada Senin pertama di bulan Mei, acara amal untuk mendukung Costume Institute di Metropolitan Museum of Art, New York, ini bukan hanya parade busana. Ia telah menjelma menjadi panggung teatrikal penuh simbolisme, tempat para selebritas, perancang busana, dan seniman mengekspresikan ide-ide paling liar, eksentrik, bahkan kontroversial tentang mode.

Namun, batas antara kejeniusan dan keanehan sering kali menjadi tipis di karpet merah Met Gala. Di tengah tepuk tangan atas keberanian dan inovasi, tak sedikit pula penampilan yang memicu gelombang kritik, meme, bahkan pertanyaan tentang makna mode itu sendiri. Beberapa tampilan bahkan lebih banyak dibicarakan karena kekonyolannya daripada keindahannya. Inilah saat di mana estetika dipertanyakan dan kebebasan berbusana diuji.

Artikel ini mengulas lima gaya paling menyita perhatian di Met Gala, yang tak hanya mencuri kamera, tetapi juga memancing kontroversi dan kehebohan di jagat maya. Dari busana yang menutup seluruh wajah hingga kostum kucing berbulu, inilah kisah-kisah fashion yang melampaui batas.

Dalam Met Gala bertema "Camp: Notes on Fashion" tahun 2019, Priyanka Chopra tampil dengan gaun tulle berbelahan tinggi rancangan Dior yang dikustomisasi. Ia melengkapi penampilannya dengan jubah berbulu, atasan berwarna perak, serta rok pelangi yang dramatis. Namun, yang benar-benar menarik perhatian publik adalah riasan wajah dan rambutnya yang sangat teatrikal.

Gaya rambut keriting retro dan makeup gelap yang mencolok justru membuatnya dijuluki "badut fashion" oleh warganet. Bukan hanya kostumnya yang dianggap berlebihan, tetapi seluruh tampilannya menjadi bahan meme selama berbulan-bulan. Meski demikian, keberanian Priyanka dalam mengeksplorasi tema menunjukkan komitmennya terhadap seni performatif dalam fashion.

Pada Met Gala 2021 yang mengusung tema "In America: A Lexicon of Fashion", Kim Kardashian mengejutkan dunia dengan pilihan busana serba hitam dari Balenciaga. Gaun tersebut menutupi seluruh tubuhnya, termasuk wajah dan kepala, menciptakan siluet menyerupai bayangan manusia. Bahan seperti spandeks membuat tubuhnya tampak menyatu dalam satu bentuk misterius.

Penampilan ini langsung menuai reaksi campur aduk dari publik. Beberapa menyebutnya sebagai karya seni avant-garde, sementara lainnya membandingkannya dengan "hantu loteng". Tak pelak, penampilan Kim memunculkan pertanyaan: apakah mode masih tentang estetika, atau telah menjadi bentuk protes budaya?

Jared Leto dikenal sebagai sosok selebritas yang tidak takut tampil nyentrik. Pada Met Gala 2023, ia datang mengenakan kostum kucing seukuran manusia yang meniru Choupette, kucing kesayangan Karl Lagerfeld. Seluruh tubuhnya terbungkus bulu putih lengkap dengan ekor, kaki empuk, dan cakar layaknya hewan sungguhan.

Keputusan Jared untuk tampil sebagai Choupette membuat banyak orang kebingungan, bahkan beberapa tamu undangan tidak mengenalinya hingga ia membuka bagian kepala kostum tersebut.

Warganet pun cepat menjadikan penampilannya sebagai bahan meme, bahkan ada yang menyarankan agar ia bergabung dengan Disneyland. Busana ini menjadi salah satu penampilan paling tak terlupakan dalam sejarah Met Gala.

Rihanna bukan hanya ikon musik, tetapi juga ikon fashion yang selalu ditunggu-tunggu di setiap Met Gala. Pada tahun 2015, ia hadir dalam gaun kuning mencolok rancangan desainer China, Guo Pei. Gaun tersebut memiliki ekor panjang berhiaskan bulu yang sangat besar dan mewah, sepenuhnya sesuai dengan tema "China: Through the Looking Glass".

Namun, keunikan gaun itu justru memicu reaksi tak terduga. Banyak warganet yang mengedit foto Rihanna dan membandingkan gaunnya dengan pizza raksasa. Rihanna sendiri mengaku bahwa ia merasa seperti "badut" saat mengenakannya dan harus melewati red carpet sampai tiga kali sebelum benar-benar percaya diri untuk muncul. Meski menuai canda, keberaniannya diapresiasi sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Tionghoa.

Jika ada selebritas yang dikenal dengan gaya nyentrik tanpa batas, Katy Perry adalah jawabannya. Di Met Gala 2019, ia mengenakan gaun chandelier karya Moschino yang berkilauan, lengkap dengan lampu menyala. Busana ini kemudian disusul dengan kostum cheeseburger raksasa yang ia kenakan saat after-party. Kedua busana tersebut menuai perhatian luar biasa dan menjadi viral.

Katy mengakui bahwa ia tidak pernah takut mengambil risiko dalam fashion, dan itulah yang menjadikannya ikon Met Gala yang tak tergantikan. Meski gaya-gayanya kerap jadi bahan tertawaan, ia tetap menjadi pusat perhatian dan simbol keberanian dalam berekspresi melalui mode. Dalam dunia yang sering kali membatasi wanita pada citra tertentu, Katy hadir sebagai pengingat bahwa kebebasan berekspresi adalah hak semua orang.

Met Gala tidak hanya menjadi ajang peragaan busana, tetapi juga cermin dari bagaimana masyarakat memandang mode sebagai alat komunikasi dan identitas. Gaya-gaya yang nyentrik, berlebihan, bahkan kontroversial seperti yang dikenakan oleh Priyanka Chopra, Kim Kardashian, Jared Leto, Rihanna, dan Katy Perry menunjukkan bahwa mode telah bergerak melampaui fungsi estetika. Ia menjadi bagian dari narasi sosial, simbol keberanian, dan kadang, satire budaya.

Fenomena meme yang muncul setelah Met Gala juga mencerminkan keterlibatan publik dalam menafsirkan dan mengomentari budaya populer. Dunia digital kini berperan sebagai panggung kedua dari karpet merah, tempat penampilan para selebritas dinilai, dicintai, atau dijadikan bahan lelucon.

Met Gala tetap menjadi ajang fashion paling ditunggu setiap tahun karena kemampuannya menyatukan seni, provokasi, dan kebebasan ekspresi dalam satu malam yang megah. Para selebritas tidak hanya datang untuk dipotret, tetapi juga untuk mengirim pesan—entah itu pernyataan sosial, penghormatan budaya, atau sekadar eksplorasi estetika pribadi.

Dalam dunia yang terus berubah, Met Gala mengingatkan kita bahwa mode adalah bahasa visual yang kuat. Di balik kontroversi dan meme, tersimpan makna tentang keberanian menjadi berbeda, merayakan identitas, dan menjadikan busana sebagai bentuk seni paling hidup di era modern.

Rekomendasi