Profil Deddy Corbuzier Stafsus Baru Menhan Sjafri, Pernah Jalani Operasi Tumor hingga Bedah Plastik
Deddy Corbuzier menempuh pendidikan tinggi di bidang psikologi dan meraih gelar doktor dalam sulap, mencerminkan dedikasinya.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengangkat Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo alias Deddy Corbuzier sebagai staf khusus di Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Dalam sebuah unggahan di akun Instagramnya, @sjafrie.sjamsoeddin, Sjafrie mengumumkan pelantikan Deddy bersama lima orang lainnya berlangsung di gedung Kemhan hari ini.
"Selasa 11 Februari 2025, saya Melantik Staf Khusus Menhan dan Penganugerahan Satya Lencana Dharma Pertahanan di Kantor Kemhan Jakarta," ungkap Sjafrie dalam postingan tersebut, seperti yang dikutip Liputan6.com, Selasa (11/2).
Sebelum dilantik menjadi pejabat negara, Deddy Corbuzier sosok yang dikenal luas di dunia hiburan Indonesia. Dia tidak hanya memiliki karier cemerlang sebagai presenter dan pesulap, tetapi juga menempuh pendidikan yang cukup mengesankan.
Latar Belakang Pendidikan
Lahir pada 28 Desember 1976, Deddy memulai perjalanan akademiknya dengan menekuni ilmu psikologi. Dia menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada tahun 1999. Dalam perjalanan kariernya, Deddy menunjukkan pendidikan dan pengembangan diri adalah dua hal yang saling melengkapi.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Deddy tidak berhenti belajar. Ia melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengambil program magister di University of London.
Langkah ini menunjukkan komitmennya untuk mendalami ilmu psikologi lebih dalam, yang pada gilirannya memberikan landasan yang kuat untuk memahami perilaku manusia.
Dapat Gelar Doktor Sulap dari AS
Menariknya, pencapaian Deddy tidak hanya terbatas pada pendidikan formal di bidang psikologi. Ia juga meraih gelar doktor dalam bidang sulap dari International Magician Society Academy di Amerika Serikat.
Gelar ini diperoleh atas dedikasi dan pencapaian luar biasa yang ia raih di dunia sulap, menjadikannya salah satu pesulap terkemuka di Indonesia.
Gelar doktor ini menjadi simbol dari kombinasi antara bakat dan kerja keras. Deddy tidak hanya mengandalkan kemampuan alaminya sebagai pesulap, tetapi juga terus belajar dan berinovasi dalam setiap penampilannya.
Operasi Tumor
Seiring dengan perkembangan teknologi medis dan estetika, semakin banyak orang yang memilih untuk menjalani prosedur kecantikan demi mendapatkan penampilan yang diidamkan. Deddy Corbuzier tidak terkecuali.
Meskipun ia belum mengungkapkan secara rinci tentang setiap prosedur yang telah dilakukannya, beberapa informasi telah beredar di publik mengenai tindakan medis dan estetika yang mungkin ia jalani.
Salah satu tindakan yang pernah dijalani Deddy adalah pengangkatan tumor di area dagu. Tumor yang ada di dagunya lumayan parah. Akhirnya diputuskan untuk melakukan operasi besar dengan mengangkat tulang dagu Deddy.
"Ini harus diangkat tulangnya karena tumornya spread (menyebar)," kata Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu.
"Begitu harus diganti, ya kita milih dong mau yang mana. Namanya milih, masak mau milih yang sama lagi? Ya intinya kita mau milih yang lebih baik kan," papar Deddy Corbuzier.
Jalani Rangkaian Operasi Plastik
Salah satu prosedur yang diakui Deddy adalah filler hidung. Prosedur ini bertujuan untuk memberikan efek hidung yang lebih mancung dan proporsional.
Selain filler hidung, Deddy juga mengungkapkan ia pernah menjalani operasi kelopak mata. Prosedur ini bertujuan untuk memberikan tampilan mata yang lebih lebar dan segar.
Dalam upaya untuk menjaga penampilan awet muda, Deddy Corbuzier juga mengaku melakukan suntik stem cell. Perawatan ini semakin populer di kalangan selebriti dan masyarakat umum.