Pemakaman Ibunda Anji Berlangsung Haru, Kenangan Ulang Tahun Bertiga Tak Terlupakan
Di pemakaman ibunya, Anji menyampaikan bahwa mendiang tampak sangat sehat dan bugar dalam beberapa waktu terakhir sebelum kepergiannya.
Kabar duka datang dari musisi Anji Manji yang baru saja mengantarkan ibunya ke tempat peristirahatannya yang terakhir di TPU Mangun Jaya, Bekasi. Prosesi pemakaman yang berlangsung dengan khidmat ini dihadiri oleh keluarga besar dan kerabat dekat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Mantan vokalis grup band Drive tersebut terlihat berusaha tegar saat menceritakan kondisi ibunya sebelum menghembuskan napas terakhir. Ia menjelaskan bahwa kepergian ibunya tidak terjadi saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Jadi ceritanya sebenarnya, Mama bukan masuk IGD karena sakit lalu meninggal, bukan. Tapi kita bawa ke IGD karena sepertinya sudah enggak ada di rumah," ungkap Anji Manji setelah prosesi pemakaman, Jumat (27/3).
Walaupun memiliki riwayat penyakit jantung dan gejala stroke, Anji menyebut bahwa ibunya terlihat sangat bugar dalam beberapa waktu terakhir. Ia pun mengenang momen-momen bahagia saat ibunya tampak penuh semangat saat berkumpul dengan keluarga besar.
"Sebenarnya Mama memang punya penyakit jantung sama gejala stroke dalam pengobatan. Tapi sejak Ramadan, terutama setelah Lebaran, Mama terlihat sehat karena beliau ketemu sama kakaknya, adik-adiknya, keponakannya, sepupunya, banyaklah, ramai gitu," tuturnya.
Keluarga Anji mengadakan acara Halal Bihalal
Kebahagiaan almarhumah ibu semakin meningkat ketika ia menghadiri acara halal bihalal keluarga dari trah Pamitran. Pria yang dikenal dengan nama asli Erdian Aji Prihartanto ini menyatakan bahwa momen tersebut menjadi salah satu kenangan terindah bagi almarhumah.
"Pas setelah Lebaran itu kan kita ada halal bihalal keluarga dari trah Pamitran, keturunannya Mama. Mama anak kelima dari lima orang bersaudara. Seluruh keluarganya ada, jadi menyenangkan sekali saat itu. Dan Mama saat itu gembira saja pokoknya, enggak ada keluhan," kenangnya.
Ada satu fakta menyentuh yang jarang diketahui publik mengenai kedekatan antara Anji, ibunya, dan putranya, Saga. Anji mengungkapkan bahwa ketiganya memiliki ikatan batin yang sangat erat melalui tanggal lahir yang sama.
"Dan satu hal, bukan fun fact, tapi sad fact, bahwa Mama, Anji, dan Saga itu tanggal lahirnya sama. Dan kami setiap tahun selalu merayakan bertiga," ucapnya.
Wina Natalia mengenang momen kelahiran Saga
Kelahiran Saga dulunya dianggap sebagai hadiah spesial bagi nenek dan ayahnya. Wina Natalia, yang hadir mendampingi Anji di pemakaman, mengonfirmasi hal ini.
"Jadi waktu itu aku melahirkan kan dulu buat Mama sama Manji. Saga itu kadonya mereka gitu, yang ikut gede sama mereka," jelas Wina Natalia yang berdiri di samping Anji.
Peristiwa kelahiran Saga menjadi momen yang tak terlupakan bagi keluarga. Wina menekankan betapa pentingnya kehadiran Saga dalam hidup mereka, sebagai simbol kasih sayang dan harapan untuk masa depan. Dengan kehadiran Saga, mereka merasa semakin dekat satu sama lain, seolah mengingat kembali momen-momen berharga yang telah dilalui bersama.
Saat ini, mari kita rayakan ulang tahun bersama
Saga yang berada di lokasi terlihat sangat merindukan sosok nenek yang selama ini selalu memanjakannya. Anji juga berbagi cerita mengenai usaha yang dilakukannya untuk menguatkan putranya di tengah suasana duka yang melanda mereka.
"Iya, jadi yang diingat Saga adalah bahwa mulai tahun ini kita merayakan ulang tahun hanya berdua Manji, enggak bertiga lagi," tutup Anji Manji.
Dalam situasi yang penuh emosi ini, Saga merasakan kehilangan yang mendalam atas neneknya. Anji berusaha memberikan dukungan kepada putranya agar tetap tegar meskipun menghadapi momen sulit seperti ini.
"Iya, jadi yang diingat Saga adalah bahwa mulai tahun ini kita merayakan ulang tahun hanya berdua Manji, enggak bertiga lagi," tutup Anji Manji. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran nenek dalam kehidupan Saga, dan bagaimana Anji berusaha untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan.