Momen Seru Atta Halilintar saat Salurkan Hewan Kurban di NTT Naik Kapal
Untuk menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Atta tidak ragu menempuh perjalanan panjang yang luar biasa.
Tahun ini, YouTuber dan pengusaha Atta Halilintar mengalami momen kurban yang sangat berkesan. Untuk menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Atta tidak segan-segan menempuh perjalanan yang panjang dan tidak biasa, termasuk menggunakan kapal untuk membawa sapi kurbannya.
Saat diwawancarai di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, pada hari Senin (9/6/2025), Atta berbagi cerita mengenai perjalanannya ke Kupang. Ia ingin memastikan bahwa bantuan yang diberikan benar-benar sampai dan diterima oleh masyarakat yang memerlukan.
"Alhamdulillah lancar mashaAllah kita seneng banget ketemu masyarakat NTT yang luar biasa ramah. Bawa sapinya sih kemaren pake kapal. Jadi seru pertama kalinya ngerasain kurban ngeliat sapinya dibawa pake kapal dan sampe disana dengan selamat dan senang ngeliat masyarakat sana sama-sama happy," cerita Atta.
Keterlibatannya dalam kegiatan kurban ini menunjukkan komitmennya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, serta memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
Sebanyak 16 Ekor Sapi Dijadikan Sebagai Kurban
Atta mengungkapkan bahwa pada tahun ini, total terdapat 16 ekor sapi yang dijadikan kurban. Sapi-sapi tersebut berasal dari dirinya sendiri, keluarganya, serta teman-temannya. Semua hewan kurban ini kemudian didistribusikan ke berbagai daerah, termasuk Kupang.
"Alhamdulillah kemarin 6+10 sapi. Jadi dari pribadi, terus ada dari keluarga juga ikutan, ada dari temen-temen juga," tambahnya.
Dalam pelaksanaan kurban kali ini, Atta menunjukkan kepeduliannya terhadap sesama dengan melibatkan orang-orang terdekatnya. Dengan 16 ekor sapi yang terkumpul, ia berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Hal ini mencerminkan semangat berbagi dan saling membantu di antara mereka. Melalui tindakan ini, Atta ingin menginspirasi lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial yang positif.
Pengalaman yang Sangat Mengesankan
Atta menyatakan bahwa perjalanan menuju bagian timur Indonesia memberikan pengalaman yang sangat mengesankan. Dia memulai perjalanan dengan naik pesawat dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan kapal selama berjam-jam. Semua usaha ini dilakukan untuk dapat bertemu langsung dengan masyarakat yang menerima kurban.
"Ya mungkin kalau liat harta kan kita naronya deket rumah, kalau kita di sana lihat kurbannya pake kapal, terus kita naik kapal juga di sana. Harus naik pesawat dulu sampe naik kapal lagi berjam-jam untuk bawa hewan kurbannya. Jadi pengalaman sendiri yang seru banget," jelas Atta.
Perjalanan tersebut tidak hanya melelahkan tetapi juga penuh dengan makna. Atta merasakan betapa berharganya momen tersebut, di mana dia bisa berinteraksi dengan masyarakat setempat dan melihat langsung proses kurban yang dilakukan. Pengalaman ini membuatnya semakin menghargai usaha dan dedikasi yang diperlukan untuk menjalankan ibadah kurban, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Dengan segala tantangan yang dihadapi, Atta merasa puas dan bersemangat untuk berbagi pengalaman tersebut kepada orang lain.
Warga Menyambut Dengan Penuh Kegembiraan
Kedatangan Atta di daerah terpencil itu disambut dengan antusias oleh penduduk setempat. Beberapa momen yang mengharukan juga terjadi saat ia tiba dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di sana.
"Aku ngerasa pas aku datang disambut masyarakat, turut dari kapal ya dan masyarakat nyambutnya dengan senang. Ada yang haru, bahkan ada yang nyium aku juga. Walaupun aku kaget wah seneng ini masyarakat sini," ujarnya.
Momen tersebut menunjukkan betapa besar apresiasi dan kebahagiaan masyarakat atas kehadirannya, menciptakan kenangan tak terlupakan bagi semua yang terlibat.
Perasaan Haru
Yang paling menggerakkan hati Atta adalah sambutan hangat dari anak-anak sekolah yang hadir saat ia hendak pulang. Mereka melambai-lambaikan tangan dan meneriakkan ucapan terima kasih, sehingga Atta tidak bisa menahan rasa harunya.
"Sampai aku pulang juga anak-anak sekolah di sana yang insya Allah kita bisa ikut bantu perbaiki sekolahnya, mereka bisa. Waktu aku lambaikan tangan pas pulang, aku ngerasa mereka senang banget teriak-teriak, makasih. Makasih banyak lah membuat aku haru," tutur Atta.
Moment tersebut menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi Atta. Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur dari anak-anak tersebut membuatnya merasa terhubung dengan mereka. Ketulusan yang ditunjukkan oleh anak-anak itu merupakan cerminan dari harapan dan impian mereka untuk masa depan yang lebih baik. Atta merasa terinspirasi untuk terus berkontribusi dalam membantu pendidikan mereka.
"Sampai aku pulang juga anak-anak sekolah di sana yang insya Allah kita bisa ikut bantu perbaiki sekolahnya, mereka bisa," ungkapnya, menunjukkan komitmennya untuk mendukung pendidikan anak-anak tersebut.
Atta Mengapresiasi Sikap Ramah Masyarakat di Wilayah Indonesia Timur
Atta menyatakan bahwa ia memiliki minat yang mendalam terhadap masyarakat serta budaya di Indonesia Timur. Menurutnya, daerah tersebut merupakan sebuah surga yang tersembunyi, kaya akan keindahan alam dan ketulusan hati penduduknya.
"Masya Allah tabarakallah saya happy dengan masyarakat timur. Dan saya tuh ngerasa ikatan sendiri dengan teman-teman dari timur dengan kebaikannya, keramahannya," ungkap Atta.
Ia merasa terhubung secara emosional dengan orang-orang di sana, yang membuatnya semakin mencintai wilayah tersebut.
Keindahan alam dan kekayaan budaya di Indonesia Timur menjadi daya tarik tersendiri bagi Atta. Ia merasa bahwa interaksi dengan masyarakat setempat memberikan pengalaman yang berharga.
Atta menganggap bahwa keramahan dan kebaikan hati orang-orang di daerah itu membuatnya merasa betah. Dengan demikian, ia berkomitmen untuk lebih mengenal dan memahami budaya yang ada di sana, karena baginya, hal tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan hidupnya.