Konser HS Hey Slank Bandung Dipadati 25.000 Penonton, UMKM Lokal Ikut Tumbuh
Di sela menunggu penampilan para musisi, penonton memanfaatkan waktu untuk berbelanja di tenant UMKM maupun membeli berbagai suvenir.
Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour seri kedelapan sukses digelar di Taman Prabuwangi, Arcamanik, Kota Bandung, Minggu (5/7) malam. Sebanyak 25.000 Slankers memadati area konser yang tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM dan komunitas kreatif lokal.
Di area konser, puluhan tenant UMKM, khususnya pelaku usaha binaan komunitas Slankerpreneur, menjajakan beragam produk mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kerajinan tangan. Sejumlah seniman juga menampilkan atraksi membuat karya grafiti secara langsung.
Antusiasme pengunjung terlihat sejak sore hari. Di sela menunggu penampilan para musisi, penonton memanfaatkan waktu untuk berbelanja di tenant UMKM maupun membeli berbagai suvenir.
Di luar area konser, pedagang lokal dan komunitas Slankers seperti Slankers Cimahi dan Slankers Priangan turut membuka lapak penjualan kaus dan merchandise, sehingga turut merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan konser.
Konser ini mengusung semangat yang sejalan dengan slogan HS, "Berani Kita Beda", dengan mendorong pertumbuhan industri kreatif dan ekonomi lokal di setiap kota yang menjadi lokasi penyelenggaraan tur.
"HS thank you so much! Terima kasih. So far, so good, gara-gara tour Hey Slank ini, orang-orang pemberani berkumpul. Ada yang harus diubah!" ujar vokalis Slank, Kaka, saat menyapa puluhan ribu penonton.
Sebelum konser dimulai, Kaka menjelaskan alasan Slank memilih berkolaborasi dengan HS. Menurutnya, kesamaan visi menjadi dasar kerja sama tersebut.
"Pertama kali ketemu dengan Pak Haji Suryo (owner HS), langsung klik, proud of local product, local wisdom. Satu visi nih! Terciptalah Hey Slank. Ternyata lebih jauh lagi kenal HS, banyak tindakan-tindakan terpuji yang dilakukan HS. Brand dan band yang besar, pasti dimulai dari komunitas yang kecil," kata Kaka.
Pada konser tersebut, Slank membawakan 18 lagu, termasuk lagu terbaru Rusak Ancur dari album Republik Fufufafa yang dirilis Juni 2026. Lagu tersebut mengangkat isu eksploitasi alam.
Selain lagu terbaru, Slank juga membawakan sejumlah lagu bertema kritik sosial seperti Naik-Naik ke Puncak Gunung, Kampungan, dan Nagih Janji, yang berisi pesan antikorupsi.
"Lagu ini balik ke Mei 1998, zaman dulu kita sebutnya Kura-Kura Ninja, itu singkatan KKN, Korupsi, Kolusi, Nepotisme. Semoga hari ini udah nggak ada lagi!" ujar Bimbim dari atas panggung.
Dalam konferensi pers sebelumnya, Bimbim mengatakan kolaborasi dengan HS tetap memberi ruang bagi Slank untuk menyampaikan pesan-pesan sosial melalui musik.
"Selain menghibur, Slank itu mengedukasi penggemar, protes di atas panggung. Pak Haji Suryo bilang 'mereka (Slank) yang manggung aku yang deg-degan'," ujar Bimbim.
Sejumlah lagu populer seperti I Miss U But I Hate U, Mawar Merah, Kirim Aku Bunga, Ku Tak Bisa, Terlalu Manis, Shympathy Blues, hingga Poppies Lane Memory turut dibawakan.
Bimbim mengungkapkan lagu Poppies Lane Memory, yang dirilis pada 1998, justru kembali populer setelah diangkat oleh generasi muda melalui media digital.
"Lagu itu mengendap puluhan tahun, tiba-tiba boom! Gen Z yang angkat, 20 tahun kemudian. Kalau kami bawakan di konser semuanya sing along," katanya.
Hal itu terbukti saat puluhan ribu penonton menyanyikan lagu tersebut bersama-sama sepanjang pertunjukan.
Konser di Bandung juga menjadi seri dengan jumlah penampil terbanyak selama rangkaian tur HS Hey Slank. Selain Slank, panggung turut diisi Tony Q Rastafara, The Cloves and The Tobacco, The Sleting Down, Afterskema, Mahalara, NiMBY, serta tiga band asal Bandung, yakni Stand Here Alone (SHA), DT09, dan Preman Disco.