Clara Shinta Pisah Rumah Usai Skandal Suami Viral, Ungkap Kondisi Anak-Anak
Clara Shinta berusaha keras untuk melindungi perasaan anak-anaknya yang masih kecil agar mereka merasa nyaman dan bahagia.
Prahara rumah tangga selebgram Clara Shinta semakin memanas setelah munculnya somasi dari pihak ketiga. Saat ini, Clara mengonfirmasi bahwa ia sudah tidak tinggal serumah dengan suaminya setelah skandal tersebut mencuat. Keputusan Clara untuk berpisah tempat tinggal diambil agar dapat meminimalisir konflik yang mungkin muncul jika mereka terus bertemu. Ia merasa bahwa komunikasi langsung dengan suami hanya akan memperburuk keadaan mentalnya.
“Sudah tidak serumah lagi. Tapi kalau komunikasi masih melalui Mas Sunan biar lebih stabil sih. Soalnya kalau kita yang komunikasi langsung direct nanti malah jadi cekcok dan bakal berputar-putar di situ terus permasalahannya begitu, saling menyalahkan begitu-begitu,” ungkap Clara Shinta di Komnas Perempuan, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Meskipun hubungannya sedang dalam keadaan sulit, Clara tetap berusaha menjaga perasaan anak-anaknya yang masih kecil. Ia berupaya memberikan jawaban yang tepat ketika anak-anak mulai menanyakan keberadaan ayah mereka.
“Masih, kalo yang kecil itu bolak-balik, tapi kalau yang gede kan sama saya. Mereka belum mengerti ya, tapi sudah bisa paham lah, paham papanya sama maminya lagi bareng lagi. Kalau ditanya papanya di mana, lagi kerja bilang, lagi sibuk, apalagi kalau alasan ya Mbak, kan sudah biasa juga luar kota lama begitu,” jelasnya. Dengan cara ini, Clara berharap anak-anaknya tetap merasa nyaman meski situasi di rumah tidak ideal.
Reaksi Clara Shinta ketika ditanya tentang nafkah
Pertanyaan mengenai nafkah sering kali muncul dalam konteks perceraian. Namun, Clara memilih untuk tidak membahasnya secara terbuka dan menutup informasi sensitif tersebut dari publik.
"Wah itu saya jujur tidak mau jawab. Bagaimanapun saya itu jujur masih punya hati. Kalau kemarin-kemarin kan lagi emosi, makanya apa-apa viral kan, unggah, saya tidak bisa berpikir jernih. Cuma karena sudah berpikir jernih sekarang untuk itu saya tidak usah jawab dulu ya," ungkapnya. Clara menyadari bahwa sebagai seorang ibu, ia harus tetap kuat demi masa depan anak-anaknya.
Menurut Clara, dukungan dari psikiater sangat membantunya dalam mengendalikan emosi.
"Psikolog sudah, psikiater juga kita sudah. Saya lagi dalam pengobatan rutin juga minum obat dalam dua minggu ini. Jadi karena itu sudah berjalan jadinya ya itu ini juga akibat karena obat dari psikiater, saya sudah minum rutin jadi alhamdulillah saya jadi kuat nih, lebih tenang untuk saat ini," jelas Clara. Ia merasa bahwa proses ini membantunya menjadi lebih tenang dan mampu menghadapi situasi dengan lebih baik.
Terkejut karena ditawari miliaran rupiah
Pihak tim hukum Clara menjelaskan bahwa klien mereka merasa bingung setelah menerima tuntutan finansial dari Indah. Bagi Clara, somasi yang diterimanya sangat tidak masuk akal.
"Mbak Clara mendapatkan somasi dari Indah melalui kuasa hukumnya. Sehingga Mbak Clara di situ juga kaget, bingung, dan merasa sebagai orang awam 'saya korban kenapa saya disomasi?'. Dan dalam somasi itu sepengetahuan orang awam atau kacamata Mbak Clara, 'kenapa saya dimintain duit sampai miliaran rupiah," ungkap Sunan Kalijaga selaku kuas hukum.
Ketidakpahaman Clara mengenai situasi yang dihadapinya semakin mendalam ketika ia melihat jumlah tuntutan yang sangat besar. Tim hukum merasa perlu untuk memberikan penjelasan yang lebih jelas agar kliennya tidak merasa tertekan.
"Kami berusaha menjelaskan kepada Clara bahwa setiap langkah yang diambil harus berdasarkan fakta dan bukti yang kuat," tambah Sunan Kalijaga. Dengan demikian, Clara diharapkan dapat memahami posisi hukumnya dan mengambil langkah yang tepat dalam menghadapi somasi tersebut.
Clara Shinta masih terbuka untuk melakukan mediasi
Clara tidak menolak kemungkinan untuk melakukan mediasi. Namun, ia merasa bahwa somasi yang diterimanya lebih didasarkan pada motif finansial. *Saya awam ya, mengupayakan untuk berdamai tapi jalurnya jalur uang dulu nih. Maaf kalau salah, sepengetahuan saya seperti itu. Selanjutnya kalau untuk dari mata hukumnya ya Mas Sunan sendiri yang bisa menafsirkan isi somasi begitu," pungkas Clara Shinta. Dalam pandangannya, langkah-langkah yang diambil cenderung berfokus pada aspek materi, sehingga ia merasa perlu untuk menjelaskan posisi dan niatnya dengan jelas.
Clara berharap agar ada jalan keluar yang lebih baik tanpa harus terjebak dalam konflik yang berkepanjangan. Ia menginginkan proses penyelesaian yang lebih damai dan tidak hanya terfokus pada masalah uang. Dengan demikian, ia mengajak semua pihak untuk mempertimbangkan kembali pendekatan yang lebih konstruktif dalam menyelesaikan permasalahan ini.