Wamen UMKM Tinjau Potensi Pengembangan UMKM Batam di Kawasan Pedestrian
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Yuni Moraza meninjau potensi pengembangan UMKM Batam di kawasan belanja pedestrian. Penataan ini diharapkan memperkuat Batam sebagai destinasi wisata belanja.
Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Wamen UMKM) Helvi Yuni Moraza baru-baru ini meninjau potensi pengembangan kawasan belanja dengan konsep pedestrian di Kota Batam, Kepulauan Riau. Peninjauan ini dilakukan pada Jumat, 9 Januari, dengan tujuan utama menata ulang area tersebut menjadi pusat UMKM dan ekonomi kreatif yang terintegrasi. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi Batam sebagai destinasi wisata belanja unggulan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Kawasan pertokoan di Jodoh, Batam, menjadi fokus utama dalam rencana penataan ini. Helvi menekankan pentingnya mempertahankan aktivitas pedagang yang sudah ada, namun dengan penataan yang lebih rapi dan terstruktur. Konsep ini dirancang untuk memastikan pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan di tengah identitas kota, bukan sekadar penataan fisik.
Pengembangan UMKM Batam di kawasan ini tidak hanya sekadar penataan, melainkan juga upaya menciptakan ekosistem yang mendukung pelaku usaha. Pemerintah berkomitmen menyediakan fasilitas pendukung, termasuk akses pembiayaan mikro, untuk membantu UMKM tumbuh dan berkembang. Kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan inisiatif ini.
Penataan Kawasan Pedestrian untuk UMKM Berkelanjutan
Wamen UMKM Helvi Yuni Moraza menegaskan bahwa konsep kawasan belanja pedestrian di Batam diharapkan tetap mempertahankan aktivitas pedagang yang ada namun ditata agar lebih rapi. Ia menyatakan, kawasan ini akan diarahkan menjadi pusat UMKM dan ekonomi kreatif. Hal ini sejalan dengan visi memperkuat Batam sebagai destinasi wisata belanja yang menarik bagi domestik maupun mancanegara.
Helvi menekankan bahwa inisiatif ini bukan hanya tentang penataan, tetapi bagaimana menciptakan tempat bagi UMKM agar bisa tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Ia juga menggarisbawahi bahwa UMKM tidak hanya terbatas pada pedagang kaki lima, tetapi juga mencakup usaha di ruko. Wamen UMKM mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, serta dukungan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), khususnya BRI, dalam pembiayaan dan pembinaan UMKM.
Proses penataan akan dilakukan secara bertahap, bisa dimulai dengan mengundang para pedagang UMKM untuk duduk bersama, menyusun struktur pembinaan, dan merancang pemeliharaan kawasan. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi para pelaku UMKM di Batam. Pengembangan UMKM Batam menjadi prioritas dalam rencana ini.
Dukungan Pembiayaan dan Pelestarian Warisan Sejarah
Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk pengembangan UMKM di kawasan ini, termasuk pembiayaan mikro. Untuk sektor kuliner, misalnya, disiapkan pembiayaan hingga Rp15 juta per UMKM. Dukungan finansial ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produk mereka.
Selain aspek ekonomi, Helvi juga menitikberatkan konsep penataan yang melestarikan nilai sejarah dan heritage daerah. Penataan akan dilakukan tanpa merobohkan situs penting agar menjaga identitas kawasan. Pendekatan ini memastikan bahwa modernisasi tidak mengikis kekayaan budaya dan sejarah Batam.
Deputi Infrastruktur Badan Pengusahaan (BP) Batam, Mouris Limanto, menambahkan bahwa kawasan tersebut nantinya akan menampung seluruh segmen UMKM dengan sistem zonasi. Mulai dari kuliner, fesyen, hingga oleh-oleh akan ditata dalam satu kawasan pedestrian. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian, termasuk anggaran dan waktu pelaksanaan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pengembangan Wisata Belanja
Pengembangan kawasan belanja pedestrian di Batam membutuhkan kerja sama yang erat dari berbagai pihak. Mouris Limanto menyoroti peran penting perbankan melalui Himbara untuk penyediaan modal usaha. Sinergi ini krusial untuk memastikan keberlanjutan operasional dan ekspansi bisnis para pelaku usaha dalam mendukung pengembangan UMKM Batam.
Selain perbankan, kolaborasi dengan pihak lain yang ingin terlibat dalam pengembangan kawasan wisata belanja tersebut juga sangat diharapkan. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan akan memperkaya ide dan sumber daya yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi Batam sebagai pusat UMKM dan ekonomi kreatif.
Melalui pendekatan komprehensif yang melibatkan penataan fisik, dukungan finansial, pelestarian budaya, dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan kawasan belanja pedestrian di Batam dapat menjadi model pengembangan UMKM yang sukses. Ini akan memberikan dampak positif signifikan bagi perekonomian lokal dan citra pariwisata Batam secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews