Tahukah Anda? Pelindo Tingkatkan Literasi Keuangan UMK di Sulawesi Tengah, Bantu 100 Pelaku Usaha Naik Kelas!

PT Pelindo Regional 4 menggelar pelatihan Literasi Keuangan UMK di Sulawesi Tengah, membekali 100 pelaku usaha dengan manajemen keuangan. Bagaimana program ini membantu mereka?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Pelindo Tingkatkan Literasi Keuangan UMK di Sulawesi Tengah, Bantu 100 Pelaku Usaha Naik Kelas!
PT Pelindo Regional 4 menggelar pelatihan Literasi Keuangan UMK di Sulawesi Tengah, membekali 100 pelaku usaha dengan manajemen keuangan. Bagaimana program ini membantu mereka? (Merdeka.com)

PT Pelindo Regional 4, salah satu pilar utama dalam bisnis kepelabuhanan di Indonesia, baru-baru ini mengambil langkah strategis untuk memperkuat ekonomi daerah. Mereka menggelar pelatihan manajemen keuangan komprehensif yang menyasar para pengusaha mikro dan kecil (UMK) di wilayah Sulawesi Tengah. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Pelindo untuk tidak hanya fokus pada operasional pelabuhan, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal.

Program pelatihan ini secara spesifik dilaksanakan di dua kabupaten, yaitu Buol dan Tolitoli, dengan masing-masing melibatkan 50 peserta UMK. Total 100 pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang pengelolaan keuangan yang efektif. Tujuannya jelas, yaitu membekali UMK dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan agar mereka dapat "naik kelas" dan menggerakkan roda perekonomian setempat.

Pelatihan ini mencakup berbagai aspek penting dalam manajemen keuangan, mulai dari pengenalan laporan keuangan hingga praktik penyusunan jurnal umum. Dengan demikian, diharapkan para peserta dapat mengelola modal usaha mereka secara lebih terukur dan akuntabel. Ini adalah langkah konkret Pelindo dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif melalui peningkatan Literasi Keuangan UMK.

Membekali UMK dengan Literasi Keuangan Praktis

Pelatihan yang diselenggarakan oleh PT Pelindo Regional 4 dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang aspek-aspek krusial dalam manajemen keuangan. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan praktis para pelaku UMK. Ini termasuk pengenalan dasar-dasar laporan keuangan, yang merupakan fondasi penting untuk memahami kondisi finansial usaha.

Selain itu, peserta juga diajarkan cara menghitung titik impas atau break even point (BEP), sebuah indikator vital untuk menentukan volume penjualan minimum agar usaha tidak merugi. Mereka juga mendapatkan sesi praktik pencatatan akuntansi, yang meliputi penyusunan jurnal umum, buku besar, hingga neraca saldo. Keterampilan ini sangat esensial untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas keuangan usaha.

Untuk mempermudah proses pencatatan transaksi, para pengusaha UMK turut dikenalkan dengan aplikasi SIAPIK BI. Aplikasi ini dirancang untuk menyederhanakan proses akuntansi, memungkinkan UMK untuk mencatat transaksi secara efisien. Ali Sodikin, Sekretariat Perusahaan Pelindo, menekankan pentingnya pemahaman teknis ini. "Dengan laporan keuangan yang akuntabel, usaha kecil berpeluang mengembangkan pasar, memperkuat rantai pasok, sekaligus membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.

Peningkatan Literasi Keuangan UMK melalui pelatihan ini diharapkan dapat membantu mereka mengelola modal secara lebih terukur. Pengelolaan modal yang baik adalah kunci bagi UMK untuk tumbuh dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Ini juga menjadi modal awal bagi mereka untuk mengakses permodalan lebih lanjut dari lembaga keuangan.

Visi Jangka Panjang Pelindo dalam Pengembangan UMK

Program pelatihan manajemen keuangan ini merupakan bagian dari dukungan Pelindo yang lebih luas bagi UMK, melengkapi penyaluran permodalan yang telah ada sebelumnya. Pelindo menyadari bahwa penyaluran modal saja tidak cukup tanpa diimbangi dengan kemampuan pengelolaan yang memadai. UMK yang memiliki Literasi Keuangan yang baik diharapkan mampu mengelola pinjaman dengan lebih bijak dan efektif.

Ali Sodikin menegaskan bahwa pendampingan Pelindo tidak berhenti pada pelatihan semata. "Pelindo ingin memastikan pendampingan tidak berhenti di pelatihan melainkan memberi akses pada jaringan perbankan agar usaha benar-benar berkembang,” katanya. Komitmen ini menunjukkan upaya Pelindo untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan UMK, dari hulu hingga hilir.

Keberlanjutan program ini menjadi prioritas, dengan rencana perluasan ke wilayah lain di masa mendatang. Hal ini mencerminkan ambisi Pelindo untuk memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian nasional. Dengan demikian, Pelindo tidak hanya berperan sebagai operator pelabuhan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan strategis bagi daerah.

Pelindo ingin hadir sebagai mitra pembangunan, bukan hanya operator pelabuhan. Kontribusi kami harus berdampak langsung pada daya saing ekonomi daerah,” ucap Ali Sodikin. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Pelindo untuk berkontribusi pada daya saing ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMK. Program peningkatan Literasi Keuangan UMK ini adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi