Tahukah Anda? Kunjungan Wisman ke Aceh Melonjak 13,74 Persen, Disbudpar Genjot Kualitas Pariwisata Aceh
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh serius meningkatkan kualitas destinasi dan promosi untuk mempertahankan lonjakan kunjungan wisatawan, khususnya dalam sektor Pariwisata Aceh.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh tengah gencar meningkatkan kualitas destinasi unggulan di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mempertahankan sekaligus menggenjot jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bumi Serambi Mekkah, khususnya dalam sektor Pariwisata Aceh.
Upaya strategis ini disampaikan oleh Kepala Disbudpar Aceh, Almuniza Kamal, di Banda Aceh pada Jumat (26/9). Fokus utama adalah destinasi yang telah menjadi daya tarik kuat bagi turis, terutama dari Malaysia, yang selama ini mendominasi kunjungan.
Peningkatan ini menjadi krusial mengingat lonjakan kunjungan wisman ke Aceh pada Juli 2025 yang mencapai 4.114 orang. Angka tersebut menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 13,74 persen dibandingkan bulan Juni pada tahun yang sama, menandakan potensi besar yang perlu terus dikembangkan.
Fokus Peningkatan Destinasi Unggulan Aceh
Salah satu konsentrasi utama Disbudpar Aceh adalah peningkatan kualitas destinasi unggulan yang sudah dikenal luas. Museum Aceh dan Museum Tsunami menjadi prioritas karena keduanya merupakan magnet kuat bagi wisatawan, khususnya dari Malaysia.
Kedua museum ini tidak hanya menawarkan nilai sejarah dan edukasi yang mendalam, tetapi juga menjadi simbol ketahanan dan kebangkitan Aceh. Peningkatan fasilitas, layanan, serta narasi yang disajikan diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi setiap pengunjung.
Almuniza Kamal menegaskan, "Peningkatan kualitas destinasi unggulan, terutama Museum Aceh dan Museum Tsunami yang menjadi magnet bagi wisatawan Malaysia salah satu konsentrasi kita." Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap daya tarik budaya dan sejarah Aceh.
Strategi Promosi dan Peningkatan SDM Pariwisata
Selain fokus pada destinasi fisik, Disbudpar Aceh juga mengimplementasikan strategi lain untuk mempertahankan tingkat kunjungan wisman yang tinggi. Langkah kedua yang dilakukan adalah promosi yang lebih terarah dan masif.
Promosi ini akan dilakukan melalui berbagai kanal, baik di Malaysia sebagai pasar utama maupun melalui platform digital global. Tujuannya adalah untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan memperkenalkan keindahan serta keunikan Pariwisata Aceh kepada dunia.
Selanjutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengelola pariwisata juga menjadi perhatian serius. Dengan SDM yang profesional dan terlatih, pelayanan kepada wisatawan diharapkan akan semakin optimal dan meninggalkan kesan positif.
Peningkatan kualitas SDM ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pemandu wisata, staf hotel, hingga pelaku usaha pariwisata lokal. Harapannya, setiap interaksi wisatawan dengan masyarakat lokal dapat menjadi pengalaman yang ramah dan menyenangkan, mendukung citra positif Pariwisata Aceh.
Dominasi Wisatawan Malaysia dan Data Kunjungan Terkini
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh masih didominasi oleh turis asal negeri jiran, Malaysia. Pada Juli 2025, tercatat sebanyak 2.806 orang wisatawan Malaysia berkunjung ke Aceh.
Selain Malaysia, beberapa negara lain juga menunjukkan minat yang signifikan terhadap Pariwisata Aceh. Data BPS menunjukkan bahwa Belanda menyumbang 95 orang wisatawan, diikuti oleh Perancis dengan 90 orang, Singapura 70 orang, dan Inggris 44 orang pada periode yang sama.
Pemantauan terhadap arus kunjungan wisman ini dilakukan di dua pintu masuk utama. Kedua pintu masuk tersebut adalah Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Blang Bintang, Aceh Besar, dan Pelabuhan Internasional Balohan di Sabang.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Disbudpar Aceh optimis dapat menjadikan Aceh sebagai destinasi favorit bagi pelancong. "Kami yakin dengan berbagai upaya yang dilakukan, Aceh akan menjadi wisata favorit bagi pelancong Malaysia khususnya dan negara lainnya di dunia," ujar Almuniza Kamal, menunjukkan visi besar untuk masa depan Pariwisata Aceh.
Sumber: AntaraNews