Ketika seseorang sedang menghadapi pengeluaran yang tak terduga, dana darurat menjadi penyelamat yang sangat penting. Memiliki dana darurat menjadi salah satu tahapan krusial dalam menjaga stabilitas keuangan. Namun, tidak semua orang dapat mengumpulkan dana ini.
Mengumpulkan dana darurat bukanlah perkara mudah, terutama bagi seseorang yang berpenghasilan pas-pasan atau kecil. Kenaikan biaya hidup di tengah inflasi yang dinamis ini sering kali membuat seseorang kesusahan untuk menyisihkan uang tabungan.
Padahal, apabila tidak memiliki dana darurat malah semakin berisiko pada seseorang, hingga harus meminjam atau berhutang ketika dihadapi situasi yang mendesak. Meski demikian, bukanlah tidak mungkin untuk mengumpulkan dana darurat.
Dana darurat tidak harus dikumpulkan dengan menyisihkan uang dalam jumlah besar sekaligus. Ada sejumlah langkah sederhana yang bisa diterapkan agar kebiasaan menabung tetap berjalan secara konsisten.
Mengutip TheWeek, terdapat tiga cara yang dapat dilakukan untuk mulai mengumpulkan dana darurat, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan anggaran.
Advertisement
1. Tentukan Target Dana Darurat
Langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan menentukan jumlah dana darurat yang ingin dikumpulkan. Memiliki target nominal yang jelas dapat membuat proses menabung lebih terarah dibandingkan hanya menyimpan uang tanpa tujuan tertentu.
Secara umum, sejumlah ahli keuangan merekomendasikan dana darurat setara dengan tiga hingga enam bulan pengeluaran. Namun, jumlah ideal tersebut sebenarnya dapat berbeda bagi setiap orang, tergantung pada kondisi keuangan masing-masing.
Terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan ketika menentukan target dana darurat, seperti stabilitas pendapatan, toleransi terhadap risiko keuangan, serta jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggungan.
Untuk mengetahuinya, seseorang perlu menghitung seluruh pengeluaran rutin setiap bulan. Mulai dari biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, tagihan, hingga kebutuhan penting lainnya. Setelah semuanya telah terhitung dan terdata, seseorang baru dapat menentukan target nominal dana yang perlu dikumpulkannya guna mengantisipasi situasi darurat selama beberapa bulan.
Advertisement
2. Susun Rencana Menabung Secara Konsisten
Setelah target telah ditentukan, tahapan selanjutnya yaitu dengan menyusun strategi menabung untuk mencapainya. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membagi target besar menjadi nominal tabungan bulanan yang lebih kecil dan realistis.
Menurut NerdWallet, penetapan sasaran menabung dalam jumlah kecil dapat membantu seseorang mempertahankan kebiasaan menyisihkan uang secara rutin. strategi ini juga dapat membuat target dana darurat terasa lebih mudah untuk dicapai.
Sebagai contoh, seseorang dapat menentukan nominal tertentu untuk disisihkan setiap kali menerima gaji. Jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial setelah seluruh kebutuhan pokok terpenuhi.
Agar lebih konsisten, seseorang juga bisa memanfaatkan fitur transfer otomatis dari rekening utama ke rekening tabungan setiap kali gaji masuk. Selain menyisihkan sebagian gaji, uang tambahan seperti bonus tahunan maupun gaji lembur juga dapat dimanfaatkan untuk menambah saldo dana darurat.
Advertisement
3. Pilih Tempat Penyimpanan Dana Darurat yang Tepat
Strategi terakhir yang tidak kalah penting yaitu dengan menentukan tempat atau letak menyimpan dana darurat yang telah terkumpul. Dana yang telah disiapkan untuk keperluan mendesak ini sebaiknya jangan diletakkan pada instrumen yang sulit dicairkan atau memiliki risiko penurunan nilai yang tinggi.
Investasi memang memiliki potensi memberikan keuntungan lebih besar. Namun, instrumen investasi juga memiliki risiko kerugian, terutama ketika seseorang harus menjual aset dalam waktu singkat untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Karena itu, dana darurat sebaiknya disimpan pada rekening yang mudah diakses ketika dibutuhkan, tetapi tetap dapat memberikan imbal hasil.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah dengan rekening tabungan berbunga tinggi. Jenis rekening ini menawarkan bunga lebih besar dibandingkan tabungan biasa, sekaligus memungkinkan pemiliknya mengakses uang ketika menghadapi keadaan darurat.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378849/original/026530000_1792565765-IMG_2969.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315146/original/060510000_1785829243-pexels-vlada-karpovich-4050362.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9377510/original/018653600_1792467560-IMG_2953.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388872/original/085443000_1793686863-6289696760380725296.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3317424/original/028829400_1607329507-mehrad-vosoughi-SsKf1L6rWJk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5196560/original/068216900_1745413932-20250423-Perkotaan-ANG_7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9288762/original/027662800_1783332111-Lobby_Menara_Agrinas_Palma_83122375fb.jpeg)