Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta agar penerapan kebijakan pajak dilakukan secara proporsional dan mempertimbangkan kondisi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Sri Sultan menanggapi pertanyaan wartawan mengenai ketentuan pajak, termasuk bagi pekerja sektor jasa seperti tukang cukur dan tukang pijat.
Sri Sultan menilai, kebijakan pajak perlu diterapkan dengan mempertimbangkan aspek kewajaran. Dia menegaskan bahwa penerapan pajak harus dilakukan secara proporsional.
Dia juga sempat menyinggung negara sudah tidak dijajah VOC, di mana semena-mena memberikan pajak kepada masyarakat.
"Lah ya ora (ya tidak pajaki). Mengko ngusung kursi ya dipajeki (nanti mengangkat kursi ya dipajaki), ya ora toh. Ya proporsional saja ya kan? Dudu (bukan) VOC, nek VOC kabeh dipajeki (semua dipajaki)," ujar Sri Sultan saat ditemui di gedung DPRD DIY, Rabu (4/11).
Sementara itu, ketika ditanya mengenai ketentuan yang berkaitan dengan Presiden dan Wakil Presiden, Sri Sultan mengaku tidak mengetahui secara pasti aturan yang dimaksud.
"Ya, ketentuannya pie. Presiden, Wakil Presiden. Saya nggak tahu ketentuannya," kata dia.
Sri Sultan kemudian menyampaikan pandangan pribadinya terkait ketentuan tersebut. Menurutnya, selama belum ada pergantian Wakil Presiden, kondisi yang berlaku saat ini masih menjadi acuannya.
"Ya, selama, kalau pendapat saya pribadi, ya selama Wakil Presiden belum turun atau belum berganti," tutur dia.
Advertisement
Enggan Komentari Dugaan Settingan Demo Malioboro
Dalam kesempatan yang sama, Sri Sultan juga dimintai tanggapan mengenai pernyataan Mabes Polri terkait dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu atau adanya pengaturan di balik kericuhan demonstrasi di kawasan Malioboro.
Namun, Sri Sultan memilih tidak memberikan komentar lebih jauh mengenai hal tersebut.
"Tidak ada komentar. Tidak ada komentar," tegas dia.
Saat kembali ditanya mengenai kemungkinan adanya komentar terkait dugaan tersebut, Sri Sultan menjelaskan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti persoalan yang terjadi.
"Kita kan nggak tahu. Karena nggak ada report," pungkasnya.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9390484/original/041806000_1793844155-Screenshot_2026-11-05_084657.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9390466/original/044488600_1793841777-IMG_5525.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9362876/original/096743700_1790833732-017734300_1790833251-IMG-20261001-WA0018.webp)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9359384/original/041823600_1790509810-112886.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9390314/original/086100700_1793798994-Screenshot_20261027-210652_WhatsApp-2389649007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9390411/original/029995000_1793833269-site_1_image_870x_6aeaf12ab5fd2.jpg)