Harga emas Antam pada Selasa (27/10/2026) bergerak naik Rp 10.000 per gram menjadi Rp 2.550.000, mengacu laman resmi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
Harga beli kembali (buyback) juga bertambah Rp 10.000 ke Rp 2.345.000 per gram. Buyback adalah nilai yang diterima pemilik ketika menjual kembali emas batangan ke Antam.
Pergerakan harga emas Antam dapat berubah mengikuti kondisi pasar dan tren harga emas dunia. Sebagai catatan, rekor tertinggi sepanjang masa sempat terjadi pada Kamis (29/1/2026) di Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.989.000 per gram.
Dalam transaksi emas Antam, berlaku ketentuan perpajakan sesuai regulasi pemerintah. Pembelian emas batangan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,25 persen dari harga pembelian. Sementara transaksi buyback di atas Rp 10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen yang dipotong langsung dari nilai transaksi.
Rincian harga emas Antam per Selasa (27/10/2026):
- 0,5 gram: Rp 1.325.000
- 1 gram: Rp 2.550.000
- 2 gram: Rp 5.040.000
- 3 gram: Rp 7.535.000
- 5 gram: Rp 12.525.000
- 10 gram: Rp 24.995.000
- 25 gram: Rp 62.362.000
- 50 gram: Rp 124.645.000
- 100 gram: Rp 249.212.000 (stok habis)
- 250 gram: Rp 622.765.000 (stok habis)
- 500 gram: Rp 1.245.320.000 (stok habis)
- 1.000 gram: Rp 2.490.600.000 (stok habis)
Untuk pasar internasional, perkembangan harga emas dunia pada awal pekan dilaporkan CNBC.
Advertisement
Harga Emas Dunia Bangkit dari Tekanan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9309011/original/063278500_1785214678-ChatGPT_Image_Jul_28__2026__07_13_04_AM.jpg)
Harga emas global menguat pada Senin, 26 Oktober 2026, bangkit dari level terendah dalam lebih dari tiga bulan pada sesi sebelumnya. Kenaikan terjadi seiring koreksi harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi menjelang pertemuan The Federal Reserve (The Fed) pekan ini, mengutip CNBC, Selasa (27/10/2026).
Di pasar spot, emas naik 0,6% ke US$ 4.020,60 per ons pada pukul 14.09 EDT, setelah menyentuh US$ 3.975 pada Jumat pekan ini, level terendah sejak 20 Juli 2026.
Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember ditutup naik 0,8% ke US$ 4.038,40 per ons.
"Terjadi sedikit penurunan pada harga minyak mentah yang turut membantu emas, di samping adanya aksi beli saat harga rendah," ujar Analis StoneX, Bob Haberkorn.
"Menurut saya, aktivitas perdagangan akan cenderung sepi, dan harga kemungkinan akan bertahan di kisaran US$ 4.000 hingga pengumuman dari The Fed keluar," ia menambahkan.
Harga minyak melemah setelah sempat melonjak pekan lalu, namun masih bertahan dekat level tertinggi dalam enam bulan di tengah harapan meredanya ketegangan antara AS dan Iran.
Advertisement
Minyak Melemah, Ekspektasi Kebijakan The Fed
Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi, meski pasar tetap waspada terhadap potensi gangguan pasokan yang bisa kembali memicu tekanan harga.
Keputusan suku bunga The Fed dijadwalkan Rabu. Pasar secara luas memperkirakan jeda kenaikan suku bunga setelah kenaikan pada September, sementara ekspektasi kenaikan pada Desember berada di sekitar 80% menurut perangkat FedWatch dari CME.
Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Para pengambil kebijakan The Fed mengisyaratkan tidak akan menaikkan suku bunga jangka pendek AS pekan ini. Namun, dengan inflasi yang masih menjadi perhatian, investor menilai jeda tersebut mungkin tidak berlangsung lama.
Advertisement
Investor Menanti Data PCE dan Dinamika Lainnya
Pelaku pasar juga menunggu rilis data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS pada Kamis, indikator inflasi acuan The Fed, untuk petunjuk lanjutan arah suku bunga. Perhatian turut mengarah ke pemilihan umum paruh waktu AS pada 3 November, yang dinilai dapat memengaruhi kebijakan fiskal dan sentimen pasar.
"Kami tidak terlalu berfokus pada hasil pemilu itu sendiri, melainkan lebih kepada implikasinya terhadap kebijakan fiskal, tarif, pengeluaran geopolitik, dan ketidakpastian kebijakan. Hal-hal ini dapat berdampak pada imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury), nilai tukar dolar, dan harga emas," ungkap para analis di OCBC dalam sebuah catatan.
Di komoditas lain, harga perak spot naik 0,2% ke US$ 54,01 per ons, sementara platinum turun 1,2% ke US$ 1.532,55 setelah menyentuh level terendah sejak November 2025.
Harga paladium naik 0,5% ke US$ 1.048,70. Nornickel asal Rusia, produsen paladium terbesar di dunia sekaligus produsen utama nikel olahan, menyatakan rencana perombakan besar pada tanur mereka berpotensi mengurangi produksi logam utama pada 2027–2028.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3352151/original/051235700_1610959710-20210118-Emas-Antam-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374850/original/078906700_1792074552-49a122ef-04ed-40fd-81a5-f9a73b287901.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383302/original/022482900_1793079673-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_06.57.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383272/original/039455500_1793077710-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_11.01.54.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383197/original/016497100_1793074166-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_10.34.49__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2223008/original/010261700_1526974987-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382755/original/057350700_1793008181-email-attachment_2026_10_26_immanuel-christian_tetap-hormati-kontrak-gas-bahlil-sebut-indonesia-terlalu-baik_IMG_8353.jpeg)