Hasil pemeriksaan psikologis mengungkapkan bahwa Dwi Bagus Martono (DBM), tersangka pembunuhan istri dan anak di Kota Madiun, memiliki tingkat kecerdasan atau IQ di atas rata-rata serta cenderung memiliki kepribadian superior.
"Hasil tes psikologisnya sudah keluar. Memang ada kecenderungan tersangka ini bersifat superior, tingkat IQ di atas rata-rata. Kemudian juga dia juga memiliki kepintaran yang cukup tinggi," kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing, Selasa (27/10/2026).
Roy melanjutkan, setelah menghabisi kedua korban, DBM diduga berupaya menghilangkan jejak dengan membakar hingga menggiling jasad korban.
Menurut Roy, tersangka membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk menjalankan rangkaian perbuatannya, mulai dari pembunuhan hingga upaya menyembunyikan bukti kejahatan.
"Kemudian terkait dengan waktu yang dibutuhkan yaitu kurang lebih dua hari ya, dua hari mulai dari dia melakukan peristiwa pembunuhan sampai dia mengamankan seluruh perbuatannya yang dia lakukan," ungkapnya.
Roy menegaskan, tindakan yang dilakukan tersangka setelah pembunuhan bertujuan menghilangkan jejak agar kejahatannya tidak terungkap.
"Memang motivasinya dia adalah untuk menghilangkan jejak dari peristiwa yang sudah dia lakukan," lanjutnya.
Roy menceritakan, terendusnya kasus ini bermula dari laporan orang hilang. Dari hasil penyelidikan intensif, polisi menemukan fakta bahwa hilangnya kedua korban berkaitan dengan tindak pidana pembunuhan.
"Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata hilangnya korban karena terjadi pembunuhan yang dilakukan suami siri dari perempuan tersebut," ujar Roy di Surabaya, Senin (26/10/2026).
Berdasarkan penyidikan sementara, aksi pembunuhan berencana ini terjadi di dalam kamar Hotel Mataram Baru, Jalan Dr. Soetomo, Kota Madiun, Selasa (20/10/2026). Tersangka DBM menghabisi nyawa kedua korban secara berurutan.
"Peristiwa pembunuhan cukup sadis. Pertama, pelaku melakukan pembunuhan terlebih dahulu terhadap istri sirinya di kamar hotel di Madiun, baru membunuh anaknya," ungkap Roy.
Korban AG diketahui masih berusia empat tahun. Usai menghabisi nyawa ibu dan anak tersebut, pelaku berupaya menutupi kejahatannya dengan cara yang tergolong ekstrem. Jasad kedua korban dibawa ke pekarangan rumah untuk dibakar.
Tidak hanya itu, pelaku bahkan menggunakan mesin penggilingan daging guna menghancurkan bagian tubuh korban sebelum kembali membakarnya, dengan rencana sisa jasad tersebut akan dibuang ke laut.
"Untuk menghilangkan jejak, pelaku membakar korban di pekarangan rumah dan dimasukkan di mesin penggilingan daging dan dibakar lagi, serta rencananya dibuang ke laut," jelas Roy.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383176/original/051015000_1793073788-4ef5d21b05a0e0ba9c1a84c068c65e5d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383320/original/033644300_1793081994-IMG-20261027-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383176/original/051015000_1793073788-4ef5d21b05a0e0ba9c1a84c068c65e5d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383306/original/053396700_1793080379-IMG-20261027-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380366/original/094821200_1792674995-WhatsApp_Image_2026-10-22_at_20.12.16.jpeg)