Harga Emas Antam 17 Oktober 2026 Naik Rp7.000 per Gram, Cek Rinciannya

Harga Emas Antam hari ini naik Rp 7.000 ke Rp 2.572.000/gram. Buyback bertambah Rp 12.000. Ini daftar lengkap harga dan konteks pergerakan global.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon- Reporter
Harga Emas Antam 17 Oktober 2026 Naik Rp7.000 per Gram, Cek Rinciannya
Karyawati menunjukkan replika emas logam mulia di Butik Emas LM ANTAM, Jakarta,Senin (19/10).Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau emas Antam pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2020, stabil sejak dua hari lalu. "Harga emas batangan satu gram Rp 1.008.000. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga Emas Antam kembali bergerak naik pada Sabtu (17/10/2026). Mengacu laman resmi Logam Mulia, harga emas batangan naik Rp 7.000 ke posisi Rp 2.572.000 per gram, setelah sehari sebelumnya berada di Rp 2.565.000 per gram.

Sejalan dengan kenaikan harga jual, nilai jual kembali (buyback) Antam naik lebih tinggi, yakni Rp 12.000, sehingga berada di Rp 2.387.000 per gram. Buyback adalah nominal yang diterima pemilik saat menjual kembali emas batangan ke pihak Antam.

Harga Emas Antam bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi pasar serta tren global. Sebagai catatan, rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) emas Antam tercatat pada Kamis (29/1/2026) di Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback mencapai Rp 2.989.000 per gram.

Pada setiap transaksi berlaku ketentuan perpajakan. Pembelian emas batangan dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,25% dari harga dasar. Untuk transaksi buyback di atas Rp 10.000.000, konsumen dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong langsung dari nilai transaksi.

Rincian harga emas Antam hari ini:

  • 0,5 gram: Rp 1.336.000
  • 1 gram: Rp 2.572.000
  • 2 gram: Rp 5.094.000
  • 3 gram: Rp 7.623.000
  • 5 gram: Rp 12.675.000
  • 10 gram: Rp 25.270.000
  • 25 gram: Rp 63.010.000
  • 50 gram: Rp 125.855.000
  • 100 gram: Rp 251.560.000
  • 250 gram: Rp 628.590.000
  • 500 gram: Rp 1.256.900.000
  • 1.000 gram: Rp 2.512.600.000.

Emas Dunia Melemah Selama Sepekan

Harga emas global menuju penurunan mingguan seiring pelaku pasar mencermati peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini, setelah sederet data inflasi Amerika Serikat (AS) melampaui perkiraan.

Mengutip CNBC, Sabtu (17/10/2026), harga emas spot naik tipis 0,1% ke US$ 4.175,34 per ons pada akhir perdagangan Jumat, namun sepanjang pekan masih turun 0,4%. Adapun kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember naik 0,7% menjadi US$ 4.198,20 per ons.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menilai pergerakan emas masih terbatas di kisaran tertentu. "Kita masih bergerak dalam rentang yang terbatas dan cenderung menuju batas bawah level dukungan. Alasan utamanya adalah masih banyak ketidakjelasan mengenai langkah yang akan diambil The Fed," kata Melek.

Ketidakpastian arah kebijakan moneter AS disebut menjadi salah satu faktor yang menahan penguatan harga emas.

Sinyal Kenaikan Suku Bunga Menguat

Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan optimisme terhadap kekuatan ekonomi AS, namun tidak memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Data yang dirilis Kamis menunjukkan harga produsen AS membukukan kenaikan bulanan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir. Sehari sebelumnya, laporan inflasi konsumen mencatat percepatan kenaikan harga pada September. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyebut data inflasi tersebut "mengecewakan".

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, mengatakan The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga lebih agresif jika ekspektasi inflasi masyarakat memburuk secara signifikan.

Menurut perangkat FedWatch milik CME Group, pasar memperkirakan The Fed menahan suku bunga pada bulan ini. Meski demikian, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai 90%.

Emas kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, namun kenaikan suku bunga mengurangi daya tariknya karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga.

Prospek Akhir 2026: Risiko Koreksi

Ekonom Iklim dan Komoditas Capital Economics, Hamad Hussain, memperkirakan harga emas berpotensi melemah hingga akhir 2026.

"Sepanjang sisa tahun ini, harga emas kemungkinan akan bergerak turun secara bertahap seiring The Fed terus menaikkan suku bunga dan kekhawatiran mengenai berakhirnya ledakan investasi AI terbukti hanya bersifat sementara," kata Hussain.

Perkiraan tersebut mencerminkan tekanan dari kebijakan moneter yang lebih ketat serta perubahan sentimen investor terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Di India, dinamika berbeda terjadi. Harga emas diperdagangkan dengan premi pada pekan ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan, setelah penurunan harga sebelumnya mendorong peningkatan pembelian perhiasan.

Pada Jumat, harga logam mulia lain di pasar spot juga menguat: perak naik 0,3% ke US$ 57,62 per ons, platinum naik 1,1% ke US$ 1.643,70 per ons, dan paladium naik 0,4% ke US$ 1.130,75 per ons. Meski menguat harian, ketiganya masih berada di jalur penurunan mingguan.

Rekomendasi