Bangladesh Alihkan Fokus ke Kampanye, Usai Kasus Harian DBD Pecah Rekor

DBD di Bangladesh mencatat rekor kasus harian tahun ini. Data DGHS memuat korban jiwa dan tren bulanan. Pemerintah menyiapkan kampanye. Simak faktanya.

Septian Deny
Oleh Septian Deny- Reporter
Bangladesh Alihkan Fokus ke Kampanye, Usai Kasus Harian DBD Pecah Rekor
Wabah DBD umum terjadi di daerah tropis. Belakangan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa DBD dan penyakit-penyakit lain yang ditularkan nyamuk seperti zika, chikungunya, dan demam kuning dapat menyebar lebih cepat dan lebih luas karena perubahan iklim. (AP Photo/Mahmud Hossain Opu)

Bangladesh melaporkan lonjakan DBD dengan 2.249 kasus baru dalam 24 jam hingga Minggu pagi. Angka tersebut menjadi rekor kasus harian tertinggi tahun ini.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Layanan Kesehatan Bangladesh (DGHS), tujuh orang juga meninggal dunia dalam periode 24 jam hingga pukul 08.00 waktu setempat pada Minggu, dilansir dari Xinhua, Senin (26/10/2026).

Dengan tambahan kasus dan kematian itu, total DBD di Bangladesh sepanjang tahun ini mencapai 123.948 kasus dengan 384 korban meninggal.

Data DGHS menunjukkan peningkatan tajam kematian dalam beberapa bulan terakhir. Sebanyak 139 kematian tercatat pada Oktober, 148 pada September, 43 pada Agustus, 36 pada Juli, dan 13 pada Juni.

DBD biasanya bersifat musiman di Bangladesh dan meningkat selama musim hujan. Namun, penyebaran kini meluas melampaui periode yang lazim terjadi, yakni Juni hingga September.

Perdana Menteri Bangladesh Tarique Rahman menginstruksikan otoritas terkait untuk menggelar kampanye kesadaran publik guna mencegah penyebaran DBD.

Kampanye tersebut akan dilakukan menggunakan pengeras suara di lingkungan permukiman warga.

Rekomendasi