Seluruh institusi pendidikan di Johor, Malaysia, akan kembali beroperasi pada Senin (26/10/2026) setelah kondisi kabut asap membaik, menurut Channel News Asia.
Ketua Komite Pendidikan dan Informasi Johor, Muhammad Naqib Md Ghazali, menyebut keputusan diambil setelah pemerintah negara bagian meninjau data kualitas udara dan penilaian risiko kesehatan dari sejumlah lembaga terkait.
"Keputusan ini mempertimbangkan tren penurunan pembacaan Indeks Polusi Udara (API) di seluruh Johor selama lima hari terakhir," kata Muhammad Naqib dalam pernyataannya, seperti dilaporkan media lokal The Star.
Ia menambahkan, perubahan arah angin sejak 24 Oktober, meningkatnya kelembapan, serta perkiraan turunnya hujan diperkirakan akan membantu mengurangi dampak kabut asap.
Pembukaan kembali sekolah turut memperhitungkan jadwal ujian akhir tahun dan persiapan menghadapi ujian sekolah menengah nasional Malaysia.
Meski dibuka, langkah kesehatan dan keselamatan tetap diberlakukan, termasuk kewajiban menggunakan masker serta pemantauan kegiatan sekolah berdasarkan tingkat API yang berlaku.
"Pemerintah negara bagian dan lembaga terkait akan terus memantau situasi kabut asap secara ketat. Setiap perubahan atau tindakan lanjutan akan diumumkan melalui saluran resmi," ujar Muhammad Naqib.
Sekolah-sekolah di Johor sebelumnya ditutup pada 8 dan 9 Oktober, lalu diperpanjang hingga 23 Oktober seiring memburuknya kabut asap.
Perpanjangan itu berdampak pada 1.198 sekolah dan lebih dari 617.000 siswa di seluruh Johor, menurut laporan The Star sebelumnya.
Pada 15 Oktober, Kementerian Pendidikan Malaysia menaikkan ambang batas API untuk penutupan sekolah menjadi di atas 200. Kegiatan sekolah di luar ruangan wajib dihentikan ketika pembacaan API mencapai 100 atau lebih.
Sebelumnya, sekolah ditutup ketika API melewati 180 atau bertahan di atas 150 selama tiga hari berturut-turut.
Advertisement
Singapura Terdampak Kabut Asap Regional, Potensi Pengaruh ke Malaysia
Sementara itu, Singapura masih menghadapi kabut asap yang berasal dari kebakaran regional.
Kualitas udara di seluruh Singapura memburuk pada Sabtu pagi, dengan Indeks Standar Polutan (PSI) 24 jam memasuki kategori tidak sehat di lima wilayah.
Pada pukul 19.00, pembacaan PSI berada di kisaran 108 hingga 152, dengan angka tertinggi tercatat di wilayah barat.
Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) memperkirakan hujan turun sepanjang akhir pekan. Perubahan arah angin mulai Minggu juga diperkirakan membantu mengurangi masuknya kabut asap ke Singapura.
Namun, asap dari kebakaran di wilayah Sumatra dan Kalimantan, Indonesia, masih berpotensi memengaruhi kualitas udara di Singapura dan Malaysia.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2914760/original/000288800_1568789374-20190918-Kabut-Asap-Malaysia-Singapura-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9366168/original/049013100_1791256425-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5102003/original/068673400_1737425335-20250121-Tokoh_Penting-AFP_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376200/original/084715700_1792312230-AP26290458830942.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381773/original/048235500_1792892483-Gedung_runtuh_di_Kenya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6276979/original/019659800_1779152027-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381906/original/010899800_1792908791-download.jpg)