Menjelang Pemilu, Ribuan Warga Israel Padati Tel Aviv: Ini Tuntutan yang Disuarakan

Ribuan warga Israel demo di Tel Aviv tiga hari jelang pemilu, menuntut akuntabilitas atas serangan 7 Oktober 2023.

Septian Deny
Oleh Septian Deny- Reporter
Menjelang Pemilu, Ribuan Warga Israel Padati Tel Aviv: Ini Tuntutan yang Disuarakan
Ribuan warga Israel menggelar demonstrasi besar-besaran menentang pemerintah di Tel Aviv, Sabtu (24/10/2026). (AP Photo/David Goldman)

Ribuan warga Israel menggelar aksi protes besar di Tel Aviv pada Sabtu (24/10/2026), tiga hari sebelum pemilihan umum yang dipandang luas sebagai referendum atas kepemimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Demonstrasi ini menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar jelang hari pemungutan suara.

Dikutip dari Channel News Asia, aksi diprakarsai October Council, kelompok yang dibentuk keluarga korban dan sandera yang diculik militan Palestina pada 7 Oktober 2023. Mereka menuntut pertanggungjawaban atas kegagalan pemerintah mencegah serangan Hamas yang memicu perang di Gaza.

Media Israel melaporkan hadirnya para pemimpin empat partai oposisi utama, termasuk mantan Kepala Staf Militer Gadi Eisenkot, yang bersaing ketat dengan Netanyahu dalam pemilu mendatang, dan disambut hangat massa.

"Tiga hari sebelum pemilu, kami akan menggelar acara puncak yang menandai tiga tahun perjuangan untuk mengungkap kebenaran, menuntut pertanggungjawaban, dan membentuk komisi penyelidikan negara," tulis October Council di X menjelang demonstrasi.

Seorang reporter AFP menyebut ribuan orang bergerak dari Rabin Square menuju Hostages Square, lokasi yang sebelumnya menjadi pusat demonstrasi anti-pemerintah untuk menuntut pembebasan para sandera di Gaza.

Menjelang aksi, Hadas Feuershtein (68) menyampaikan kekecewaannya kepada AFP. "Siapa pun yang telah memimpin kami selama empat tahun terakhir, sejak pemerintahan Netanyahu menjabat pada akhir 2022, telah melakukan pekerjaan yang sangat buruk," kata Hadas Feuershtein, 68 tahun, kepada AFP sesaat sebelum demonstrasi dimulai.

"Israel belum pernah berada dalam situasi seperti sekarang," tambahnya.

Panitia juga telah memperingatkan aparat soal potensi "provokasi" dari kelompok pendukung pemerintah. Pada Sabtu malam, kepolisian Israel menyatakan menangkap seorang tersangka yang diduga menyerang tim pengamanan seorang tokoh publik di Tel Aviv. Media Israel mengidentifikasi tokoh yang menjadi sasaran sebagai mantan perdana menteri sekaligus pemimpin oposisi Naftali Bennett.

Demonstrasi berlangsung di tengah desakan lama dari masyarakat sipil dan partai oposisi agar dibentuk komisi penyelidikan independen atas kegagalan keamanan yang berujung pada serangan 7 Oktober 2023. Pemerintahan Netanyahu menolak komisi independen dan menawarkan komisi bernuansa politis, dengan setengah anggota ditunjuk koalisi penguasa dan separuhnya dipilih anggota parlemen dari oposisi. Para pemimpin oposisi menyatakan akan memboikot komisi yang anggotanya ditunjuk para politikus.

Jajak pendapat terakhir sebelum masa larangan publikasi survei pada Jumat malam menunjukkan tidak ada blok politik yang diperkirakan meraih mayoritas kursi di Knesset. Survei KAN memperkirakan blok Eisenkot mendapatkan 52 dari total 120 kursi, sementara blok Netanyahu 50 kursi. Sisanya diproyeksikan untuk partai-partai yang tidak berafiliasi dengan kedua blok, termasuk partai-partai Arab.

Menjelang akhir masa kampanye, Eisenkot dan Bennett dijadwalkan bertemu pemilih dalam agenda terpisah di Tel Aviv pada Minggu malam.

Oposisi Israel Kritik Gagasan Ekonomi Digital Netanyahu

Di sela dinamika kampanye, Naama Bitterman (18), pemilih pemula, menyebut yakin blok anti-Netanyahu akan unggul. Ia berharap perubahan politik dapat memperbaiki citra Israel di mata dunia.

Citra internasional Israel dinilai memburuk setelah tiga tahun perang di Gaza, Lebanon, dan Iran, serta meningkatnya kekerasan di Tepi Barat yang diduduki.

"Saya pikir jika kami menang, dan kami akan menang, kami bisa mengubah cara orang-orang di seluruh dunia memandang kami," kata Bitterman kepada AFP.

Inggris dan sejumlah negara lain telah menjatuhkan sanksi terhadap barang-barang dari permukiman Israel di Tepi Barat, merespons gelombang serangan pemukim terhadap warga Palestina dan pembangunan permukiman yang disetujui pemerintahan sayap kanan Netanyahu.

Di tengah meningkatnya isolasi internasional terhadap Israel, Netanyahu pada Jumat menyatakan negaranya mungkin perlu mengembangkan ekonomi digital alternatif. Sebelumnya ia juga menyerukan agar Israel mampu memenuhi kebutuhan militernya sendiri, seraya mengatakan paket persenjataan bernilai miliaran dolar dari Amerika Serikat tidak akan terus mengalir.

Pernyataan tersebut menuai kritik para pemimpin oposisi. Eisenkot secara sarkastis menyebut gagasan mata uang digital alternatif itu sebagai "bbCoin", merujuk julukan Bibi.

"Netanyahu mengatakan bahwa jika terpilih kembali, Israel akan memutus hubungan dengan ekonomi global. Tidak ada belanja daring, tidak ada investasi di sektor teknologi tinggi, tidak ada keamanan. Kita tidak boleh membiarkan bbCoin menghancurkan Israel," tulis Eisenkot di X.

Sementara itu, Yair Lapid menuding Netanyahu menjanjikan masa sulit bagi warga. "Jika dia memenangkan pemilu, itulah yang akan terjadi: akan ada sanksi, tidak akan ada perjanjian keamanan dengan Amerika Serikat, dan tidak akan ada perekonomian Israel," kata Lapid dalam wawancara dengan Channel 12 Israel.

Rekomendasi