Fakta Bendera Israel Berkibar di Rumah Warga Lamongan

Keberadaan bendera tersebut menjadi sorotan setelah rekamannya viral di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.

Erwin yohanes
Oleh Erwin yohanes- Reporter
Fakta Bendera Israel Berkibar di Rumah Warga Lamongan
Heboh Bendera Israel Berkibar di Rumah Warga Lamongan

Warga Desa Made, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dihebohkan dengan kemunculan bendera menyerupai bendera Israel berkibar di salah satu rumah penduduk. Keberadaan bendera tersebut menjadi sorotan setelah rekamannya viral di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.

Pemerintah desa bersama aparat gabungan akhirnya turun tangan mencopot bendera tersebut pada Selasa (20/10) kemarin. Langkah itu dilakukan untuk meredam kegaduhan sekaligus mencegah munculnya polemik berkepanjangan di lingkungan warga.

 

Heboh Bendera Israel Berkibar di Rumah Warga Lamongan
Heboh Bendera Israel Berkibar di Rumah Warga Lamongan

Penurunan bendera dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Kepala Desa Made, Suryo, didampingi Sekretaris Desa Made, Khabbib Yaumiddin, serta Babinsa Desa Made, Nurhadi. Selain mencopot bendera, petugas turut membersihkan sejumlah tulisan dan coretan yang terdapat di sekitar rumah tersebut.

Sekretaris Desa Made, Khabbib Yaumiddin, mengungkapkan bahwa bendera yang sempat menghebohkan masyarakat itu ternyata bukan bendera Israel yang diproduksi secara resmi. Bendera tersebut merupakan hasil kreasi pemilik rumah dengan menggambar pola menyerupai bendera Israel menggunakan cat pada selembar kain.

"Ini kita melaksanakan penurunan bendera karena sudah ramai dan mungkin sudah viral di media sosial. Jadi kita bersama Pak Pj Kades Made dan Babinsa Desa Made menurunkan bendera tersebut agar tidak meresahkan lagi," kata Khabbib.

 

Heboh Bendera Israel Berkibar di Rumah Warga Lamongan
Heboh Bendera Israel Berkibar di Rumah Warga Lamongan

Menariknya, kemunculan bendera menyerupai simbol negara Israel itu ternyata bukan kejadian pertama.

Khabbib mengungkapkan, warga sebelumnya pernah mencopot bendera serupa ketika menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan. Namun, selang beberapa waktu, pemilik rumah kembali memasangnya.

Pemerintah desa juga memberikan penjelasan mengenai kondisi penghuni rumah tersebut. Menurut Khabbib, pemilik rumah diketahui hidup seorang diri setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

Dalam kesehariannya, penghuni rumah tersebut disebut lebih sering menyendiri dan menuangkan isi pikirannya melalui tulisan maupun gambar pada dinding dan kain.

Khabbib juga menyinggung adanya dugaan gangguan kejiwaan pada pemilik rumah. Meski demikian, ia memastikan bahwa selama ini yang bersangkutan tidak pernah menunjukkan perilaku agresif atau melakukan penyerangan terhadap warga sekitar.

"Kalau mengamuk tidak pernah. Orangnya lebih cenderung diam dan menyampaikan lewat tulisan-tulisan, mungkin karena kondisi gangguan jiwa tersebut," ujarnya.

 

Sementara itu, Pj Kepala Desa Made, Suryo, menegaskan bahwa pencopotan bendera dilakukan sebagai respons atas keresahan masyarakat setelah persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Menurutnya, pemerintah desa bersama aparat kewilayahan berkepentingan menjaga situasi lingkungan tetap aman dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

"Sesuai dengan yang viral di media sosial, pemasangan bendera negara tertentu hari ini kita lepas bersama Pak Babinsa, Pak Sekdes, dan disaksikan warga setempat. Harapan kami ke depan tidak terpasang lagi, agar suasana atau situasi menjadi kondusif," tegas Suryo.

Pemerintah desa berharap penurunan bendera tersebut dapat mengakhiri kegaduhan yang sempat muncul di tengah masyarakat.

Aparat juga menginginkan agar kejadian serupa tidak terulang sehingga ketenteraman dan hubungan sosial antarwarga Desa Made tetap terjaga.

Rekomendasi