Gelombang pemindahan aset oleh orang kaya China menuju bank-bank di Amerika Serikat (AS) menguat dalam beberapa bulan terakhir. Para bankir dan pengacara yang menangani klien asal China melaporkan lonjakan permintaan pembukaan rekening di AS, dikutip dari CNBC, Minggu (25/10/2026).
Pemicunya adalah kebijakan Beijing yang memperketat pengawasan kekayaan di luar negeri, termasuk penerapan pajak retroaktif pada Juli. Langkah ini mendorong miliarder memalingkan dana dari Singapura dan Hong Kong ke yurisdiksi yang dinilai lebih aman dari jangkauan otoritas China.
CEO Golden Acacia Capital yang berbasis di Singapura, Keith Tan, menyebut permintaan jasa relokasi aset meningkat tajam. "Kini intensitasnya relatif semakin sering," kata Keith Tan.
Menurut Tan, sejumlah klien mulai merencanakan perpindahan aset sejak Juli dan sebagian berhasil membuka rekening baru kurang dari dua bulan. "Tidak sulit bagi klien asal China untuk membuka akun di AS dan memindahkan asetnya ke sana," ungkap Tan. Ia menambahkan, nasabah berkantong tebal cenderung memilih bank swasta, sementara dana lebih kecil mengarah ke bank regional atau broker daring. Selain itu, sejak Juli pendapatan dari trust luar negeri milik wajib pajak China dikenai tarif 20%.
Advertisement
AS Dipilih Karena Tidak Masuk CRS
Di Singapura dan Hong Kong, pengacara sibuk menghitung kewajiban pajak klien, memfasilitasi pembubaran trust, menjual saham di bursa, hingga mengajukan pinjaman untuk melunasi tagihan yang membengkak. Arus kerja meningkat seiring berlakunya rezim pajak baru China untuk aset luar negeri.
AS menjadi tujuan menarik karena berada di luar Common Reporting Standard (CRS), kerangka pertukaran data rekening keuangan otomatis yang diadopsi lebih dari 100 negara. Saat bank di Singapura dan Hong Kong wajib mengirim data rekening warga China ke Beijing, bank di AS tidak memiliki kewajiban tersebut.
CEO Blue Brick Consulting Group, James Wang, menjelaskan nasabah non-resident yang membuka rekening di bank AS dapat mengakses beragam instrumen investasi dengan kewajiban pelaporan pajak yang minim, bahkan bisa bebas dari Internal Revenue Service (IRS). Meski begitu, ia mengingatkan regulasi terbaru China tetap mewajibkan pelaporan seluruh penghasilan global kepada otoritas Beijing.
Advertisement
Bank AS Kebanjiran Nasabah Kaya China
Melihat pergeseran ini, lembaga keuangan di New York bergerak cepat memanfaatkan peluang. Sejumlah bank sempat kewalahan menampung lonjakan aplikasi dari keluarga kaya asal China yang ingin membuka rekening dan memindahkan dana.
Antrean yang menumpuk membuat beberapa bank memperpendek batas waktu pemenuhan komitmen modal minimum. Jika tidak terpenuhi dalam jangka yang ditetapkan, rekening ditutup kembali.
Keluarga kaya yang anaknya memegang green card AS juga memanfaatkan struktur foreign grantor trust, yakni perwalian yang diperlakukan sebagai milik pendiri non-warga AS, untuk mengurangi paparan pajak AS. Negara bagian bertarif pajak rendah seperti Nevada dan Florida menjadi pilihan favorit untuk menempatkan struktur tersebut.
"Mereka bertaruh pada ketidakpastian. Karena AS tidak membagikan informasi dalam sistem CRS, mereka merasa bisa menghindar dari pembuat kebijakan pajak," kata Clifford Ng, mitra di firma hukum Zhong Lun, Hong Kong.
Advertisement
Celah Hukum Diingatkan Berisiko
Meski skema berjalan mulus saat ini, sejumlah ahli hukum mengingatkan bahwa celah tersebut bisa bersifat sementara. Aset yang sebelumnya ditempatkan di luar negeri kemungkinan sudah terdeteksi melalui CRS sebelum dipindahkan ke AS.
"Mereka mungkin masih melanggar aturan karena memiliki akun luar negeri yang menghasilkan uang namun tidak dilaporkan di dalam negeri. Bersembunyi itu bukan bagian dari perencanaan pajak," tegas Ng.
Di sisi lain, Foreign Account Tax Compliance Act (FATCA) milik AS mewajibkan bank asing melaporkan nasabah asal Amerika Serikat. Namun hingga kini belum ada pertukaran data otomatis dari bank AS ke Beijing.
Sejalan dengan itu, Cris Cao dari Kantor Hukum W&H di Beijing menilai otoritas pajak China tetap memiliki ruang penegakan. "Bahkan jika seluruh dana dipindahkan dari rekening yang terdaftar di CRS ke bank AS, hal itu tidak menghapus hak otoritas untuk memungut pajak. Jejak kepindahan dana tersebut sudah cukup bagi otoritas pajak untuk menagih kewajiban mereka," jelas Cao.
Advertisement
Arus Modal Baru dari China Makin Sulit Keluar
Selain upaya penataan pajak, akses pelarian modal dari dalam negeri juga semakin menyempit. Pembatasan devisa dan pengawasan transaksi diperketat, membatasi ruang gerak dana segar untuk keluar.
Bankir swasta di Bank of Singapore, Jingkuan Lin, memperkirakan industri perbankan offshore ke depan hanya akan melayani dana yang sudah berada di luar kawasan China. Aset baru dari daratan diprediksi kian sulit menembus pagar regulasi.
"Hampir tidak ada lagi dana dalam jumlah besar dari dalam negeri yang bisa keluar mulai saat ini," pungkasnya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3356431/original/084733000_1611296039-sharon-mccutcheon-rItGZ4vquWk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381932/original/042431900_1792910537-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_11.34.42.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305961/original/021053100_1784813706-Foto_Ilustrasi_-_Gedung_IFG__Dok._IFG_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381844/original/086663700_1792901405-WhatsApp_Image_2026-10-24_at_19.39.30.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380000/original/012567100_1792655684-IMG_5969.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735963/original/007571800_1707195858-20230203_215104.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4955089/original/071409800_1727476389-WhatsApp_Image_2024-09-27_at_15.34.11.jpeg)