Fenomena Super El Nino yang diproyeksikan melanda Indonesia mulai pertengahan 2026 hingga awal 2027 berpotensi memicu kemarau panjang dan kekeringan ekstrem. Dampaknya tak lagi sebatas sektor pertanian atau perkebunan,melainkan merembet ke industri manufaktur, properti, hingga logistik yang bergantung pada pasokan air dan kondisi iklim.
Bagi industri asuransi umum, lonjakan risiko cuaca ekstrem ini menjadi sinyal siaga. Pasalnya, potensi kerugian aset dan gangguan operasional bisnis nasabah dipastikan dapat memicu lonjakan klaim.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total klaim industri asuransi umum dan reasuransi sudah menembus Rp 43,34 triliun per Juli 2026, melonjak 17,30 persen dibanding periode sama tahun lalu. Meski angka ini mencakup seluruh jenis klaim, ancaman iklim diprediksi akan makin memperberat tekanan finansial industri.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana, menegaskan pentingnya antisipasi terukur dari dua sisi, yaitu nasabah sebagai pemegang polis dan asuransi sebagai penanggung risiko.
"Super El Nino adalah pengingat keras bahwa risiko iklim itu nyata. Dampaknya meluas ke berbagai sektor, mengancam aset hingga melumpuhkan operasional. Nasabah harus mengenali risikonya dan menyiapkan pencegahan, sementara perusahaan asuransi wajib memastikan pengelolaan risiko yang kuat agar tetap ampuh memenuhi kewajiban," ujar Brellian.
Dari sisi nasabah, Jasindo mendorong pemetaan risiko berbasis lokasi dan karakteristik aset dengan memanfaatkan data BMKGkhususnya untuk mengantisipasi potensi kebakaran dan krisis air. Langkah konkretnya meliputi manajemen pasokan air, pemeriksaan berkala sistem proteksi kebakaran, hingga penyiapan prosedur darurat (contingency plan).
Advertisement
Sisi Internal Perusahaan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5543669/original/030456400_1775032500-Depositphotos_111790022_L.jpg)
Sementara dari internal perusahaan, Jasindo memetakan ulang peta eksposur di wilayah rawan bencana, mengevaluasi portofolio, serta mengetatkan underwriting dan kecukupan premi. Dukungan reasuransi serta kecukupan cadangan dana juga diperkuat demi menjaga kapasitas pembayaran klaim.
Di sektor hilir yang paling rentan, yakni pertanian, Jasindo membentengi para petani melalui program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bersama Kementerian Pertanian yang berjalan sejak 2015. Program ini memberikan ganti rugi atas risiko gagal panen akibat kekeringan, banjir, maupun serangan hama.
Langkah ini sejalan dengan peran Jasindo sebagai Risk Management Partner, yakni tak sekadar menjual polis, tetapi mendampingi nasabah mengelola risiko sejak awal hingga penanganan klaim yang transparan dan tepat waktu.
"Bagi Jasindo, menjaga kepercayaan nasabah dilakukan lewat pengelolaan risiko terukur dan layanan yang andal. Kami memastikan perusahaan siap memenuhi hak nasabah secara tepat sesuai ketentuan saat risiko terjadi," pungkas Brellian.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4955089/original/071409800_1727476389-WhatsApp_Image_2024-09-27_at_15.34.11.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4735963/original/007571800_1707195858-20230203_215104.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380732/original/026397800_1792736339-WhatsApp_Image_2026-10-23_at_13.13.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1509434/original/054404900_1487250980-MAC22_OLEARY_POST10.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381715/original/043674200_1792856850-WhatsApp_Image_2026-10-24_at_18.33.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381498/original/032107200_1792822757-email-attachment_2026_10_24_ariefhakim-at-klyid_pesawat-asian-one-tergelincir-di-bandara-bilorai-papua-semua-penumpang-dipastikan-selamat_1000484627.jpg)