Kerusuhan yang melanda Prancis berujung pada penjarahan butik-butik barang mewah. Sejumlah tas desainer dan jam tangan Rolex diduga hasil jarahan mulai muncul di platform jual beli barang bekas dengan harga yang mencurigakan.
Dikutip dari First Post, Kamis (22/10/2026), gelombang protes yang dipicu persoalan infrastruktur sekolah, kekurangan guru, dan meningkatnya biaya hidup berubah menjadi kekacauan. Sepanjang akhir pekan, kelompok-kelompok bertopeng menargetkan toko-toko mewah di Paris, Marseille, dan Bordeaux.
Merek ternama yang disasar antara lain Louis Vuitton, Hermès, Dior, dan Rolex. Video di media sosial memperlihatkan orang-orang memamerkan barang mewah yang diduga hasil jarahan, sementara sebagian lainnya terlihat dijual di jalanan.
Salah satu laporan tidak biasa selama kerusuhan menyebut jam tangan Rolex dibuang ke tempat sampah setelah sejumlah toko dijarah.
Di ruang daring, Bloomberg melaporkan lonjakan iklan yang dicurigai menawarkan barang hasil penjarahan pada platform jual beli barang bekas Vinted. Barang yang muncul antara lain produk dari Louis Vuitton, Celine, dan Hermès.
Menanggapi dugaan penjualan barang hasil kejahatan, Menteri Digital Prancis Anne Le Hénanff meminta iklan-iklan mencurigakan segera dihapus dan memperingatkan potensi tuntutan hukum bagi pihak yang bertanggung jawab.
“Barang-barang curian dari akhir pekan ini ditawarkan untuk dijual di sejumlah platform,” tulis Le Hénanff di platform X. Ia juga mendesak platform jual beli daring untuk bekerja sama dengan pihak berwenang.
Vinted menyatakan telah mengambil langkah cepat untuk mengidentifikasi dan menghapus iklan yang terkait dengan penjarahan. Menurut Bloomberg, perusahaan meningkatkan pengawasan terhadap iklan mencurigakan, siap memblokir permanen akun yang melanggar, serta bekerja sama dengan aparat penegak hukum.
Advertisement
Waspada Barang Mewah Murah Usai Kerusuhan di Prancis
Pakar penjualan kembali barang mewah Graham Wetzbarger memperingatkan konsumen mengenai risiko membeli barang yang kemungkinan berasal dari hasil penjarahan.
“Jika Anda sudah berbelanja melalui platform jual beli barang bekas sejak kerusuhan terjadi, Anda mungkin saja telah membeli tas curian,” kata Wetzbarger kepada New York Post.
Ia menyarankan calon pembeli waspada terhadap barang desainer yang tampak baru dan tiba-tiba ditawarkan tidak lama setelah kerusuhan, terutama bila harganya jauh di bawah harga pasar.
Kemunculan barang-barang mewah yang diduga hasil penjarahan di platform daring turut menjadi sorotan di tengah upaya pemerintah Prancis dan perusahaan terkait untuk menekan peredaran barang ilegal.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376198/original/070880000_1792312230-AP26290534189154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9379444/original/037729800_1792627796-Demo_pelajar_di_Yunani.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319019/original/009271200_1755502147-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9374231/original/061210200_1792040969-000_D3A22KE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9371109/original/032008900_1791759069-download__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5554069/original/013962000_1776058564-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4900670/original/040484100_1721868798-Untitled.jpg)