Upacara Hari Jadi Pertambangan ke-81, Bahlil Sampaikan Pesan Penting untuk Birokrasi ESDM

Di peringatan ke-81, Bahlil minta birokrasi ESDM utamakan rakyat, tegas soal RKAB, dan percepat listrik desa. Berikut pesannya.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon- Reporter
Upacara Hari Jadi Pertambangan ke-81, Bahlil Sampaikan Pesan Penting untuk Birokrasi ESDM
Menko Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memimpin Upacara Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 dengan menekankan agar birokrasi ESDM tidak tunduk pada tekanan pihak yang mencoba memanipulasi aturan serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.

Ia mengingatkan, Kementerian ESDM lahir dalam arus kemerdekaan sejak 28 September 1945. Karena itu, pengelolaan sumber daya alam harus berpijak pada amanat Pasal 33 UUD 1945, yakni sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Ketika kalian dihadapkan memilih antara orang yang mengatur kekuasaan dengan cara yang tidak benar dan dihadapkan dengan memilih kepentingan rakyat, saya perintahkan untuk memilih kepentingan rakyat," tegas Bahlil.

Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

RKAB Dibatasi, Bahlil Singgung Protes Perusahaan Besar

Keberpihakan kepada masyarakat kecil ditunjukkan Bahlil melalui penataan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pertambangan. Ia mengakui banyak perusahaan tambang besar melayangkan protes karena usulan RKAB mereka tidak seluruhnya dikabulkan pemerintah.

Menurut Bahlil, langkah pembatasan diambil untuk menjaga keseimbangan ekosistem usaha agar pelaku UMKM lokal juga memperoleh porsi dan kesempatan yang adil di sektor pertambangan.

"Saya tahu banyak perusahaan-perusahaan besar yang memprotes karena RKAB-nya sebagian tidak kita berikan sesuai dengan keinginannya. Tetapi kalau kita memenuhi semua keinginannya, bagaimana urusan UMKM? Mereka siapa yang mengurus?" ujar Bahlil.

Ia juga memberi peringatan keras kepada jajaran Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) agar tidak tergoda memanfaatkan celah hukum yang dimainkan pengusaha nakal. Setiap korporasi tambang diwajibkan memenuhi domestic market obligation (DMO), melaksanakan reklamasi pascatambang, dan menerapkan standar keselamatan kerja secara ketat.

"Tegakkan aturan, disiplinkan aturan," tambahnya.

Target Listrik Masuk 11 Ribu Desa, Eksekusi Diminta Dipercepat

Di luar pertambangan, Bahlil menyoroti percepatan elektrifikasi wilayah terpencil. Meski rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai 99,85 persen, ia mencatat masih ada sekitar 11.000 desa dan dusun di pelosok yang belum menikmati aliran listrik.

Tahun ini, Program Listrik Desa menyasar 2.065 titik lokasi baru. Bahlil menargetkan seluruh rumah tangga di Indonesia teraliri listrik pada 2029.

Ia mengapresiasi perbaikan kultur kerja birokrasi di Kementerian ESDM karena keluhan publik dan pelaku usaha terkait perizinan mulai berkurang. Namun, ia mengingatkan agar jajaran tidak berhenti pada tumpukan dokumen perencanaan.

"Jangan hanya bikin konsep, konsep, konsep terus, tidak pernah mengeksekusi konsep," serunya.

Penghargaan dan Aksi Sosial Warnai Peringatan Ke-81

Rangkaian peringatan juga diisi penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, Satyalancana Pembangunan, dan Satyalancana Karya Satya, serta penyerahan Petikan Keputusan Kenaikan Pangkat PNS oleh Menteri ESDM.

Dari sisi kemanusiaan, tercatat 2.443 pendaftar mengikuti donor darah dan menghasilkan 1.628 kantong darah.

Kementerian ESDM turut menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp 2,6 miliar untuk percepatan penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Layanan kesehatan gratis juga digelar melalui vaksinasi HPV dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) bagi 885 pegawai.

Acara puncak dilengkapi penganugerahan Penghargaan Energi Subroto serta peluncuran program Pengawal Energi, yang disambung dengan agenda Energy Day bagi keluarga besar kementerian.

Memasuki usia baru ini, Bahlil mengajak insan ESDM meneladani semangat para perintis energi: bekerja jujur, berani mengambil keputusan strategis, dan merampungkan program hingga tuntas demi kemandirian energi nasional.

Rekomendasi