Sepekan setelah ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mengungkap belum memiliki jajaran anak buah dan alokasi anggaran operasional. Untuk sementara, kegiatan kementerian koordinator baru itu ditopang dari pos Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Ia saat ini merangkap dua jabatan sebagai Menteri ESDM dan Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Peraturan Presiden mengenai struktur organisasinya disebut masih dibahas.
"Saya baru dilantik hari Kamis menjadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus merangkap Menteri ESDM, dan strukturnya saja Perpres-nya masih pembahasan," ujar Bahlil di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Dalam kesempatan pertama berbicara sebagai Menko Hilirisasi, ia sempat berkelakar tengah menjalani uji kelayakan dan kepatutan karena belum memiliki dukungan struktur kerja.
"Para senior semua, saya mudah-mudahan fit and proper test-nya bisa lulus, gitu. Saya belum punya deputi, belum punya sesmen Pak Enggar (Enggartiasto Lukita) jadi ketik masih ketik sendiri, gitu. Belum punya anggaran, tapi gak apa-apa kita mengoptimalkan dari Kementerian ESDM," tuturnya.
Advertisement
Bahlil Lahadalia: Hanya Satu Gaji, Bukan Pemborosan
Bahlil menegaskan rangkap jabatan tidak membebani keuangan negara. Ia menyebut hanya menerima satu gaji menteri dan satu DIPA dari Kementerian ESDM.
"Jadi jangan sampai media bilang ini karena menambah kementerian, pemborosan uang negara, gak ada. Gaji menterinya juga cuma satu, gaji Menteri ESDM. DIPA-nya juga cuma DIPA satu, DIPA Menteri ESDM. Ruang lingkup koordinasinya aja yang berbeda, kira-kira begitu," terang dia.
Ia menambahkan tidak ada niat menghambur-hamburkan anggaran negara untuk pembentukan kementerian koordinator baru.
"Saya mengatakan bahwa dengan penambahan menko baru ini bukan berarti kita harus melakukan pemborosan. Saya enggak mau, saya tipe saya bukan seperti itu," tegas Bahlil.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyebut seluruh gaji menteri yang diterimanya tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
"Sejak menjadi menteri, insya Allah saya dari gaji saya maupun dari dana operasional saya selalu saya sisihkan semuanya untuk kepada saudara-saudara saya yang berhak untuk saya bantu," ucap Bahlil.
"Ada di yang teman-teman kan aktivis kan banyak ya, adik-adik saya kan banyak. Jadi itu saya kasih ke situ, kemudian yang membutuhkan," sambungnya.
Advertisement
Dukungan Kementerian Keuangan
Pemerintah membenarkan skema penggunaan anggaran Kementerian ESDM untuk menopang operasional Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi. Langkah efisiensi ini ditempuh agar roda kerja kementerian baru tetap berjalan sembari kantor dan strukturnya disiapkan.
"Pak Bahlil menangani anggaran dengan sangat baik. (Anggaran) Dari Kementerian ESDM," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026).