Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melaporkan sebaran titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas pada Sabtu (24/10/2026). Data Sistem Pemantauan Karhutla (SiPongi) menunjukkan jumlah titik panas yang terdeteksi selama 24 jam terakhir berbeda-beda di setiap wilayah.
Enam provinsi tersebut adalah Sumatra Selatan (Sumsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Jambi, Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Barat (Kalbar), dan Riau.
Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik panas tertinggi, yakni 8.608 titik dengan tingkat kepercayaan rendah (low) hingga tinggi (high). Di Sumsel, Kemenhut mendeteksi 1.092 titik, sedangkan Kalbar mencatat 741 titik.
Sementara itu, terdapat 334 titik panas di Kalsel dan 137 titik di Jambi. Berbeda dari provinsi lainnya, Riau tidak mencatat titik panas dalam pemantauan tersebut.
SiPongi memantau titik panas menggunakan tiga satelit, yakni NASA TERRA/AQUA, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20.
Data BMKG
Sementara itu, berdasarkan data dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di www.bmkg.go.id, tercatat hotspot atau titik api dengan tingkat kepercayaan (confidence) rendah (low) hingga tinggi (high) pada Sabtu (24/10/2026) pukul 00.00–16.00 WIB.
Di wilayah Sumatra, tercatat 1.432 hotspot atau titik api dengan tingkat kepercayaan (confidence) rendah (low) hingga tinggi (high).
Sementara itu, wilayah Kalimantan mencatat 8.713 hotspot atau titik api dengan tingkat kepercayaan (confidence) rendah (low) hingga tinggi (high).
Adapun di wilayah Jawa, tercatat 168 hotspot atau titik api dengan tingkat kepercayaan (confidence) rendah (low) hingga tinggi (high).
Untuk wilayah Nusa Tenggara terdapat 247 hotspot atau titik api dalam tingkat kepercayaan atau confidence rendah (low) hingga tinggi (high).
Selanjutnya di wilayah Sulawesi, terdapat 680 hotspot atau titik api dalam tingkat kepercayaan atau confidence rendah (low) hingga tinggi (high).
Terakhir di wilayah Papua dan Maluku, terdapat 1.191 hotspot atau titik api dalam tingkat kepercayaan atau confidence rendah (low) hingga tinggi (high).
Pemantauan yang digunakan BMKG menggunakan satelit Terra, Aqua, Suomi NOPP dan NOAA20.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380478/original/003500700_1792711880-000_D43U7FZ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381642/original/064526400_1792843395-WhatsApp_Image_2026-10-24_at_12.35.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381623/original/085941700_1792840725-IMG-20261024-WA0079.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9355431/original/059512400_1790131356-raker-komisi-ix-dpr-dengan-menaker-dan-menteri-p2mi-2865243.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381619/original/023145200_1792838969-Tarik_Tombur_Toba.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381600/original/017946500_1792836217-1307080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9381405/original/045925600_1792813886-Desain_Tanpa_Judul__22_.jpg)